12 Rabiul-Awal 1443  |  Senin 18 Oktober 2021

basmalah.png

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah dan Ba'diyah

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah dan Ba'diyah

Fiqhislam.com - Shalat sunnah rawatib begitu sangat dianjurkan untuk dilaksanakan seorang Muslim.

Bahkan akan lebih baik lagi bila ditambah dengan Shalat sunah lainnya, semisal Shalat sunnah awabin yang dikerjakan antara Maghrib dan Isya, serta Shalat witir setelah selesai mengerjakan Shalat Isya.

Berikut keutamaan-keutamaan Shalat sunnah sebelum dan sesudah Shalat maktubah, sebagaimana dijelaskan dalam kitab at-Targhib wa at-Tarhib karya Al Mundziri.

Qabliyah fajar

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَكْعَتَالْفَجْرِخَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَاوَمَا فِيْهَا

Rasulullah Saw bersabda, “Shalat dua rakaat fajar itu lebih baik dari pada dunia dan seisinya.”

Qabliyah dan badiyah Zuhur

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ يُحَافِظُ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظًّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَاحَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ.

Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang menjaga Shalat sunnah empat rakaat sebelum Zuhur dan Shalat sunnah empat rakaat setelah Zuhur, Allah SWT mengharamkan baginya neraka.

Qabliyah Ashar

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ صَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الْعَصْرِ حَرَّمَ اللَّهُ بَدَنَهُ عَلَى النَّارِ.

Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang Shalat empat rakaat sebelum Shalat Ashar maka Allah mengharamkan baginya neraka.”

Ba'diyah Maghrib

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ سِتَّ رَكَعَاتٍ لَمْ يَتَكَلَّمْ فِيمَا بَيْنَهُنَّ بِسُوءٍ عُدِلْنَ لَهُ بِعِبَادَةِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً

Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa melaksanakan shalat enam rakaat setelah maghrib (Shalat sunah awabin), kemudian ia tidak berbicara buruk di antara Shalat tersebut, maka akan dihitung baginya dengan ibadah selama dua belas tahun.”

Ba'diyah Isya

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَالْاَخِرَةَ فِى جَمَاعَةٍ وَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ أَنْ يَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ كَانَ كَعَدْلِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ.

Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa Shalat Isya dengan berjamaah dan kemudian Shalat empat rakaat sebelum keluar dari masjid, maka yang demikian itu seperti lailatul qadar.” [yy/republika]