12 Muharram 1444  |  Rabu 10 Agustus 2022

basmalah.png

Bisikan Setan dan Manusia kepada Muslim, Apa Bedanya?

Bisikan Setan dan Manusia kepada Muslim, Apa Bedanya?

Fiqhislam.com - Surat An Naas menjelaskan bahwa manusia senantiasa akan digoda dengan bisikan buruk yang mengarah kepada kemaksiatan.

Bisikan itu disebut berasal dari golongan setan dan manusia yang menginginkan keburukan bagi seseorang.

Terkait ini, anggota Fatwa Dar Ifta Mesir, Dr Ali Fakhr, menegaskan bahwa bisikan setan dan manusia tidak ada bedanya dalam perkara akidah dan syahwat.

Karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk membaca doa untuk perlindungan diri dari bisikan setan dan manusia, di pagi, sore, dan ketika hendak tidur, sebagai berikut:

اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ

"Ya Tuhan, Pencipta langit dan bumi, Mengetahui yang gaib dan yang terlihat , Tuhan dan Penguasa segalanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku sendiri dan kejahatan setan dan sekutunya.

Syekh Ali menjelaskan menjelaskan cara membedakan antara bisikan setan dan bisikan manusia atau juga hawa nafsu diri. Caranya adalah dengan membaca taawudz atau أعوذ بالله من الشيطان الرجيم (audzubillahiminasy syaithanirrajim).

Menurutnya, jika setelah membaca taawudz bisikan itu pergi, maka bisikan itu asalnya dari setan. Namun apabila sudah membaca taawudz bisikan tersebut tetap ada, maka itu adalah bisikan manusia atau hawa nafsu diri. [yy/republika]