21 Rabiul-Awal 1443  |  Rabu 27 Oktober 2021

basmalah.png

Pentingnya Thaharah dalam Agama Islam

Pentingnya Thaharah dalam Agama Islam

Fiqhislam.com - Islam mengenal istilah thaharah sebagai bagian dari ibadah yang penting untuk dilakukan. thaharah mencakup wudhu, mandi, menghilangkan najis, tayamum, dan perkara-perkata yang berkaitan dengannya

Dikutip dari Fiqih Islam wa Adilatuhu Jilid 1 Pengantar Ilmu Fiqih; Tokoh-Tokoh Madzhab Fiqih, Niat, Thaharah, Shalat yang ditulis Prof Dr Wahbah az-Zuhaili, thaharah menurut bahasa berarti bersih dan suci dari kotoran atau najis. Kotoran atau hissi ini dapat terlihat misal kencing dan najis ma'nawi (yang tidak terlihat zatnya), seperti aib dan maksiat.

Mengapa thaharah itu penting dalam Islam?

Pertanyaan ini dapat dijawab dengan beberapa firman Allah dalam Al Quran dan hadits, yaitu:

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

1. "Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih." (QS At Taubah: 108).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

2. "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur." (QS Al Maidah: 6).

3. إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

"Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri." (QS. Al Baqarah: 222).

4. "Agama itu dibangun berasaskan kebersihan." (HR. Muslim).

5. "Kunci sholat itu adalah kesucian." (HR Tirmidzi).

6. "Kesucian itu adalah setengah dari iman." (HR Muslim).

7. "Allah tidak menerima shalat salah seorang kamu bila berhadats sampai ia berwudhu." (HR Bukhari).

Sesuai ayat di atas, Islam mengajarkan thaharah sebagai bagian dari proses pembersihan diri dan satu-satunya syarat agar ibadah yang diterima Allah SWT.

Dikutip dari Rahasia Bersuci karya Al Imam Abu Hamid Al Ghazali, thaharah memiliki empat tingkatan yaitu:

- Menyucikan jasmani dari segala hadas, noda, dan kotoran

- Menyucikan anggota badan dari perbuatan jahat dan dosa

- Menyucikan kalbu dari sifat-sifat tercela dan kehinaan yang dibenci

- Menyucikan sirr (rahasia hati) dari segala sesuatu selain Allah. Tingkatan keempat ini merupakan kesucian yang dimiliki para nabi dan shiddiqin (orang-orang yang teguh membenarkan agama di tengah banyak yang mendustakannya). [yy/news.detik]