21 Rabiul-Awal 1443  |  Rabu 27 Oktober 2021

basmalah.png

10 Waktu Mustajab untuk Berdoa

10 Waktu Mustajab untuk Berdoa

Fiqhislam.com - Berdoa boleh kapan saja dan semuanya bisa dikabulkan Allah. Namun ada waktu mustajab untuk berdoa yang berdoa di saat itu lebih dikabulkan Allah Subhanahu wa Taala.

Berikut ini 10 waktu mustajab untuk berdoa:

1. Sepertiga malam terakhir

Sepertiga malam terakhir merupakan waktu mustajab untuk berdoa. Bahkan merupakan waktu yang paling mustajab. Sebab Rasulullah mensabdakan terkabulnya doa di waktu itu.

"Rabb kita Tabaraka wa Taala turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir di setiap malamnya. Kemudian berfirman: Siapa saja yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa saja yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberi, siapa saja yang memohon ampunan dari-Ku akan Kuampuni ."  (HR. Bukhari dan Muslim).

Sepertiga malam terakhir inilah waktu paling utama untuk menunaikan shalat tahajud.

2. Setelah selesai shalat 5 waktu

Abu Umamah Al Bahili RadhiyAllahu anhu meriwayatkan, seseorang bertanya kepada Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam:

"Ya Rasulullah, doa manakah yang didengar Allah? Beliau menjawab, (doa pada) akhir malam dan setelah shalat maktubah (shalat wajib)." (HR. Tirmidzi; hasan)

Banyak ulama menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah doa sebelum salam. Namun Imam Nawawi mencantumkan hadits ini dalam kitab Al Adzkar pada bab dzikir-dzikir Setelah shalat.

3. Antara adzan dan iqomat

Doa antara adzan dan iqomat juga tidak akan ditolak oleh Allah Subhanahu wa Taala. Waktu antara adzan dan iqomat merupakan waktu mustajab untuk berdoa.

"Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad; shahih)

Karenanya, sungguh beruntung orang-orang yang datang ke masjid di awal waktu, sehingga ia bisa shalat sunnah dan berdoa antara adzan dan iqomat. Ada pun yang terlambat atau masbuq, ia telah kehilangan waktu yang sangat berharga untuk terkabulnya doa.

4. Saat sujud dalam shalat

Sujud merupakan waktu mustajab untuk berdoa. Karenanya banyak ulama memperpanjang sujud dalam shalat sunnah untuk memperbanyak doa di waktu itu. Adapun dalam shalat lima waktu, waktu sujud harus disesuaikan dengan kondisi jamaah agar tidak memberatkan.

"Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu." (HR. Muslim)

5. Hari Jumat

Hari Jumat adalah waktu mustajab untuk berdoa. Khususnya di waktu yang sedikit di hari itu, sangat mustajab sehingga Rasulullah menyebutkan tidaklah hamba berdoa melainkan pasti dikabulkan Allah Tabarokta wa Taala.

"Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa di waktu itu, pasti diberikan apa yang ia minta. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebagian ulama menjelaskan bahwa waktu itu adalah sejak dimulainya khutbah hingga selesai shalat Jumat, sebagian ulama lainnya menjelaskan bahwa waktu itu adalah setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam, dan sebagian ulama lainnya lagi menjelaskan bahwa waktu itu di akhir hari Jumat menjelang matahari terbenam.

6. Ketika adzan berkumandang

Ketika adzan berkumandang adalah waktu mustajab untuk berdoa. Karenanya kita dianjurkan untuk menjawab adzan dan setelahnya Berdoa.

"Dua doa yang tidak tertolak, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun." (HR. Hakim; shahih)

7. Ketika turun hujan

Waktu turunnya hujan adalah waktu mustajab untuk Berdoa. Doa di waktu itu dikabulkan Allah Subhanahu wa Taala.

"Dua doa yang tidak tertolak, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun." (HR. Hakim; shahih)

8. Hari Arafah

Hari arafah merupakan hari di mana jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah yakni tanggal 9 Dzulhijjah. Berdoa di hari ini akan lebih dikabulkan Allah Azza wa Jalla.

"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari arafah. Dan sebaik-baik ucapanku dan Nabi sebelumku adalah (yang artinya): Tiada ilah kecuali Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, milikNyalah segala kerajaan, bagiNya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (HR. Tirmidzi; shahih)

9. Ketika buka puasa

Saat-saat menjelang berbuka puasa adalah saat-saat mustajabah untuk Berdoa. doa pada saat itu tidak akan ditolak oleh Allah Subhanahau wa Taala. Sebagaimana sabda Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak." (HR. Ibnu Majah; hasan)

Bahkan berdasarkan hadits lainnya, sepanjang waktu puasa adalah waktu mustajab untuk berdoa. Sebagaimana sabda Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam::

"Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat." (HR. Tirmidzi dan Thabrani; hasan).

Jadi sepanjang waktu puasa mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari adalah waktu mustajab untuk berdoa. Namun yang lebih mustajab lagi adalah menjelang berbuka puasa. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Tirmidzi:

"Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi. doa mereka di angkat ke atas awan dan dibukakan pintu langit untuknya. Rabb Azza wa Jalla berfirman: Demi kemuliaanku, engkau akan kutolong meski beberapa saat lamanya." (HR. Tirmidzi dan Thabrani; hasan)

10. Ketika minum air zam-zam

Berdoa ketika minum zam-zam, maksudnya, menjelang meminumnya merupakan doa yang dikabulkan Allah Subhanahu wa Taala.

"Khasiat air zam-zam sesuai niat orang yang meminumnya." (HR. Ibnu Majah; hasan).

Karenanya ketika minum air zam-zam, Ibnu Abbas membaca doa yang secara sekilas seperti tidak terkait erat dengan zam-zam karena yang diminta adalah rezeki, ilmu dan kesehatan.

Ya Allah aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit.

Demikian 10 waktu mustajab untuk Berdoa, semoga kita bisa memanfaatkan waktu-waktu tersebut untuk memperbanyak doa kepada Allah Subhanahu wa Taala. Semoga bermanfaat, Barakallahu fiiki. [yy/republika]

Ummu Fayadh Indah Sari S.Pd, Pengamat Anak, Guru Matematika di SMA Negeri di Kabupaten Bekasi Jawa Barat

 


 

Tags: Mustajab | Doa | Tawakal | Ikhtiar