14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Hanya Melaksanakan Shalat Wajib Saja dan Abaikan Shalat Sunnah

Hanya Melaksanakan Shalat Wajib Saja dan Abaikan Shalat Sunnah

Fiqhislam.com - Anggota Komite Fatwa Elektronik Mesir, Syekh Muhammad Al-Alimi menjelaskan soal bagaimana hukum seorang Muslim yang hanya mengerjakan shalat wajib dan tidak melakukan shalat sunnah.

Syekh Al-Alimi menyampaikan, dalam mendekatkan diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, tentu tidak boleh hanya dengan cara tersebut. Justru, dia mengatakan, seorang Muslim harus menjaga ibadah-ibadah sunnah, yaitu dengan memperbanyak shalat sunnah.

Shalat sunnah perlu dilakukan untuk melengkapi shalat wajib yang terkadang dalam melaksanakan shalat wajib sering kali terdapat kekurangan sehingga, dibutuhkan shalat sunnah untuk menambal kekurangan pada shalat wajib itu.

Apalagi, shalat sunnah juga memiliki keutamaan untuk dikerjakan. Lebih lanjut, Syekh Al-Alimi memaparkan, memang tidak ada dosa bagi Muslim yang tidak mengerjakan shalat sunnah.

Namun, seorang Muslim harus rajin melaksanakan shalat sunnah karena ada banyak keutamaan di dalamnya. Sebab, menunaikan shalat sunnah memiliki faedah yaitu untuk menambal kekurangan-kekurangan pada shalat wajib yang kita kerjakan.

Terkadang kita kurang khusyuk saat melaksanakan shalat wajib lima waktu, baik itu karena memikirkan utang atau cicilan yang belum dibayar atau karena hal duniawi lainnya.

Shalat wajib yang seperti ini ibarat baju yang sudah bolong sehingga perlu tambalan untuk memperbaikinya yaitu dengan shalat sunnah. Rasulullah SAW bersabda:

"Amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka beruntung dan selamat-lah dia. Namun jika rusak, maka merugi dan celakalah dia. Jika dalam shalat wajibnya ada yang kurang, maka Rabb Yang Mahasuci lagi Mahamulia berkata, 'Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.' Maka shalat wajibnya disempurnakan shalat sunnah tadi. Lalu dihisablah seluruh amalan wajibnya sebagaimana sebelumnya." (HR Tirmidzi dan Abu Dawud). [yy/ihram]