10 Safar 1443  |  Sabtu 18 September 2021

basmalah.png

9 Keutamaan Berdzikir Jahr Secara Beramai-ramai

9 Keutamaan Berdzikir Jahr Secara Beramai-ramai

Fiqhislam.com - BerDzikir Jahr (keras) secara beramai-ramai sering kita temui baik di masjid, majelis taklim, maupun di rumah-rumah. Sebagai diketahui berDzikir merupakan bukti ketaatan dan penghambaan kepada Allah.

Dzikir berarti ‘mengingat’. Dzikir berasal dari ungkapan bahasa Arab yaitu dzakaro (ذَكَرَ - یَذْكُرُ – ذِكْراً) yang artinya mengingat, menyebut, mengenang. Dzikir dalam amaliah agama adalah mengingat atau menyebut nama Allah Ta'ala.

Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk senantiasa memperbanyak berDzikir sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

"Wahai orang-orang yang beriman, berDzikirlah kamu semuanya dengan sebanyak-banyak Dzikir." (QS Al-Ahzab (33): 41)

Berikut keutamaan Dzikir jar secara beramai-ramai dijelaskan Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam bukunya "77 Tanya-Jawab Seputar Shalat".

1. Dikerumuni Para Malaikat

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah memiliki para Malaikat yang berkeliling di jalan-jalan mencari ahli Dzikir. Apabila para Malaikat itu menemukan sekelompok orang berDzikir, maka para Malaikat itu saling memanggil: 'Marilah kamu datang kepada apa yang kamu cari'. Para Malaikat itu menutupi majelis Dzikir itu dengan sayap-sayap mereka hingga ke langit dunia.

Tuhan mereka bertanya kepada mereka, Allah Maha Mengetahui daripada mereka: "Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku?". Malaikat menjawab: "Mereka bertasbih mensucikan-Mu, bertakbir mengagungkan-Mu, bertahmid memuji-Mu, memuliakan-Mu".

Allah bertanya: "Apakah mereka pernah melihat Aku?". Malaikat menjawab: "Demi Allah, mereka tidak pernah melihat Engkau". Allah berkata: "Bagaimana jika mereka melihat Aku?". Para Malaikat menjawab: "Andai mereka melihat-Mu, tentulah ibadah mereka lebih kuat, pengagungan mereka lebih hebat, tasbih mereka lebih banyak".

Allah berkata: "Apa yang mereka mohon kepada-Ku?". Malaikat menjawab: "Mereka memohon surga-Mu".

Allah berkata: "Apakah mereka pernah melihat surga?". Malaikat menjawab: "Demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya". Allah berkata: "Bagaimana jika mereka melihatnya?". Malaikat menjawab: "Andai mereka pernah melihat surga, pastilah mereka lebih bersemangat untuk mendapatkannya, lebih berusaha mencarinya dan lebih hebat keinginannya".

Allah berkata: "Apa yang mereka mohonkan supaya dijauhkan?". Malaikat menjawab: "Mereka memohon dijauhkan dari neraka". Allah berkata: "Apakah mereka pernah melihat neraka?". Malaikat menjawab: "Demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya".

Allah berkata: "Bagaimana jika mereka pernah melihatnya?”. Malaikat menjawab: "Pastilah mereka lebih kuat melarikan diri dari nereka dan lebih takut". Allah berkata: "Aku persaksikan kepada kamu bahwa Aku telah mengampuni orang-orang yang berDzikir itu".

Ada satu malaikat berkata: "Ada satu di antara mereka yang bukan golongan orang berDzikir, mereka datang karena ada suatu keperluan saja". Allah berkata: "Mereka adalah teman duduk yang tidak menyusahkan teman duduknya". (HR Al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dan Ahmad bin Hanbal).

2. Mendapat Kedudukan Mulia di Sisi Allah

Dari Jabir, ia berkata: "Rasulullah SAW keluar menemui kami, ia berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya Allah memiliki sekelompok pasukan malaikat yang menempati dan berhenti di majlis-majlis Dzikir di atas bumi, maka nikmatilah taman-taman surga". Para shahabat bertanya: "Di manakah taman-taman surga itu?".

Rasulullah SAW menjawab: "Majlis-majlis Dzikir. Maka pergilah, bertenanglah dalam Dzikir kepada Allah dan jadikanlah diri kamu berDzikir mengingat Allah. Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka hendaklah ia melihat bagaimana kedudukan Allah bagi dirinya. sesungguhnya Allah menempatkan seorang hamba di sisi-Nya sebagaimana hamba itu menempatkan Allah bagi dirinya". (HR Al-Hakim dalam al-Mustadrak). Hadits ini sanadnya shahih, tapi tidak disebutkan Imam Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab mereka.

3. Menikmati Taman Surga

Dari Anas, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Apabila kamu melewati taman surga, maka nikmatilah", para shahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah taman surga itu?". Rasulullah SAW menjawab: "Halaqah-halaqah (lingkaran-lingkaran) majelis Dzikir". (HR. At-Tirmidzi). Syekh Al-Albani mengomentari hadits ini: Hadits Hasan. (Dalam Shahih wa Dha’if Sunan at-Tirmidzi).

4. Dibanggakan Allah di Hadapan Para Malaikat

Dari Abu Sa'id al-Khudri, ia berkata: Mu'awiyah pergi ke masjid, ia berkata: "Apa yang membuat kamu duduk?". Mereka menjawab: "Kami duduk berDzikir mengingat Allah". Ia bertanya: "Demi Allah, apakah kamu duduk hanya karena itu?". Mereka menjawab: "Demi Allah, hanya itu yang membuat kami duduk". Mu'awiyah berkata: "Aku meminta kamu bersumpah, bukan karena aku menuduh kamu, tidak seorang pun yang kedudukannya seperti aku bagi Rasulullah yang hadits riwayatnya lebih sedikit daripada aku, sesungguhnya Rasulullah SAW keluar menemui halaqah (lingkaran) majelis Dzikir para shahabatnnya, Rasulullah SAW bertanya: "Apa yang membuat kamu duduk?". Para sahabat menjawab: "Kami duduk berDzikir dan memuji Allah karena telah memberikan hidayah Islam dan nikmat yang telah Ia berikan kepada kami". Rasulullah SAW berkata: "Demi Allah, kamu hanya duduk karena itu?". Mereka menjawab: "Demi Allah, kami duduk hanya karena itu". Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya aku meminta kamu bersumpah, bukan karena aku menuduh kamu, sesungguhnya malaikat Jibril telah datang kepadaku, ia memberitahukan kepadaku bahwa Allah membanggakan kamu kepada para Malaikat”. (HR Imam at-Tirmidzi). Komentar Syekh al-Albani terhadap hadits ini: Hadits Shahih. (Dalam Shahih wa Dha’if Sunan at-Tirmidzi).

5. Mendapat Curahan Rahmat dari Allah

Salman Al-Farisi bersama sekelompok sahabat berDzikir, lalu Rasulullah SAW melewati mereka dan beliau datang kepada mereka dan mendekat. Lalu mereka berhenti karena memuliakan Rasulullah. Beliau bertanya: "Apa yang kamu ucapkan? Aku melihat rahmat turun kepada kamu, aku ingin ikut serta dengan kamu". (HR Imam Al-Hakim). Ini hadits shahih, tidak disebutkan Imam al-Bukhari dan Muslim dalam kitab mereka.

6. Disebut-sebut oleh Allah

Dari Abdullah bin az-Zubair, ia berkata: Rasulullah SAW apabila telah salam dari shalat, ia mengucapkan dengan suara yang tinggi. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Allah berfirman: "Aku menurut prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia berDzikir mengingat Aku. Jika ia berDzikir sendirian, maka Aku menyebutnya di dalam diriku. Jika ia berDzikir bersama kelompok orang banyak, maka aku menyebutnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat satu jengkal kepadaku, maka Aku mendekat satu hasta kepdanya. Jika ia mendekat satu hasta, maka Aku mendekat satu lengan kepadanya. Jika ia datang berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari". (HR Al-Bukhari dan Muslim).

7. Dilimpahi Ketenangan dan Rahmat Allah

"Tidaklah sekelompok orang berDzikir mengingat Allah, melainkan para Malaikat mengelilingi mereka, mereka diliputi rahmat Allah, turun ketenangan kepada mereka dan mereka dibanggakan Allah kepada para malaikat yang ada di sisi-Nya. (HR Imam at-Tirmidzi).

8. Diampuni Dosa-dosa

Dari Anas bin Malik, dari Rasulullah SAW bersabda: "Sekelompok orang berkumpul berDzikir mengingat Allah, tidak mengharapkan kecuali keagungan Allah, maka ada Malaikat dari langit yang memanggil mereka: "Berdirilah kamu, dosa-dosa kamu telah diganti dengan kebaikan." (HR Imam Ahmad bin Hanbal dalam Kitab al-Musnad)

9. Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

Dari Anas, dari Rasulullah SAW bersabda: "Aku berDzikir mengingat Allah bersama orang banyak setelah shalat Shubuh hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada terbitnya matahari. Aku berDzikir bersama orang banyak setelah shalat Ashar hingga tenggelam matahari lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya." (Imam as-Suyuthi dalam Kitab al-Jami' ash-Shaghir dengan tanda: Hadits Hasan).

Sesungguhnya mengeraskan suara ketika berDzikir setelah selesai sholat fardhu sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Ibnu Abbas berkata: "Aku tahu bahwa mereka telah selesai sholat ketika aku mendengarnya (Dzikir dengan suara jahr)". (HR Al-Bukhari dan Muslim). Wallahu A'lam. [yy/Rusman H Siregar/sindonews]