21 Safar 1443  |  Rabu 29 September 2021

basmalah.png

3 Dzulhijjah Allah SWT Kabulkan Doa Nabi Zakariya

3 Dzulhijjah Allah SWT Kabulkan Doa Nabi Zakariya

Fiqhislam.com - Nabi Zakariya As sudah tua, usianya telah 90 tahun. Meski demikian dia tetap istiqamah memanjatkan doa agar dikaruni keturunan, dan pada 3 Dzulhijjah doa Nabi Zakariya terkabulkan.

"Dia lebih tua dari Ibrahim ketika menimang Ismail," kata Ustadz Ahmad Rifa'i Rf'an dalam bukunya "Bahkan Tuhan Pun Berkurban".

Sebagai seorang manusia biasa berhak mendapatkan keturunan yang kelak bisa mewarisi ilmu dan semangat dakwahnya itu. Hampir saja dia putus asa menunggu kehadiran seorang bayi yang lahir dari darah dagingnya sendiri tetapi bagaimana bisa usianya saja sudah senja itu.

"Mengapa tidak, bukankah Allah Mahaberkehendak, jika Allah hendak menjadikan sesuatu, hanya cukup berkat kun fayakun! (jadilah, maka terjadilah)," katanya.

Zakariya selalu berpikir, bukankah Allah tidak terikat hukum kausalitas (sebab akibat) Jika dia berkehendak apapun pasti terjadi sebagaimana Maryam yang bisa melahirkan Isa tanpa suami. "Nabi Zakariya pun tergugah untuk mendapatkan hal yang sama," katanya.

Hari demi hari dorongan mempunyai anak bertambah besar. Setiap malam lepas, Zakariya bermunajat kepada Allah. Nabi Zakariya mengisi harinya untuk memanjatkan cinta dengan doa yang diulang-ulang pada setiap menitnya.

وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

"Ya Allah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri tanpa keturunan, sedangkan engkaulah sebaik-baik pewaris." (QS Al Anbiya ayat 89).

Kesungguhan, harapan yang tinggi, dan keinginan kuat yang diiringi doa tulus, Zakariua akhirnya berbuah indah titik Allah akhirnya mengutus malaikat datang menemuinya untuk memberi kabar bahwa Allah akan memberikan keturunan kepadanya. Perkataan sang malaikat itu diabadikan dalam Alquran surat Maryam ayat 7.

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

"Hai Zakariya Sesungguhnya Allah memberikan kabar gembira kepadamu bahwa Dia akan memberimu seorang putra yang diberi nama Yahya, yang belum pernah diberikan kepada siapapun nama itu."

Mendengar kabar tersebut Nabi Zakariya begitu gugup. Dengan penuh keheranan dia bertanya, "Bagaimana mungkin aku yang Setua ini mendapatkan seorang putra, sedangkan istriku juga mandul?" Malaikat kemudian meyakinkan, "bukan karena Allah yang menciptakan kamu tentu Dia mampu pula memberimu seorang putra putra."

Setelah itu benar-benar terlahir putranya yang juga bersejarah yaitu Nabi Yahya AS. Tiga Dzulhijah, adalah momentum ketika Allah kabulkan doa Nabi Zakariya. [yy/republika]