14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Orang yang di Akhirat Nanti Amalnya akan Lenyap dan Dapat Siksa yang Pedih

Orang yang di Akhirat Nanti Amalnya akan Lenyap dan Dapat Siksa yang Pedih

Fiqhislam.com - Pada dasarnya manusia pasti menyukai perbuatan baik, senang mendapat perlakuan baik dan suka dengan amal baik. Singkat kata semua orang pasti menginginkan kebaikan baik di dunia maupun di akhirat.

Lalu, bagaimana jiak semua amal baik yang kita lakukan tiba-tiba lenyap dan justru dibalas dengan siksa yang pedih? Dalam istilah syariat, segala kebaikan yang kita lakukan disebut amal saleh. Tetapi, terbayangkah oleh kita, jika semua pahala amal saleh kita lenyap pahalanya tiada manfaat, dan berujung mendapat siksaan pedih di pengadilan akhirat.

Mari kita simak firman Allah berikut. Semoga ini menjadi pelajaran berharga buat kita.

Di dalam Surah Ali Imran Ayat 21-22 Allah mengabadikan orang-orang yang pahala amalnya lenyap dan disiksa dengan pedih bahkan tidak memperoleh penolong sama sekali.

.اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِحَقٍّۖ وَّيَقْتُلُوْنَ الَّذِيْنَ يَأْمُرُوْنَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ

"Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira yaitu azab yang pedih."

.اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۖ وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ

"Mereka itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong."

Siapa sesungguhnya mereka-mereka ini? Dalam sebuah hadits disebutkan, "Ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah. "Wahai Rasulullah, siapakah orangnya yang paling keras memperoleh azab di hari Kiamat nanti?" Nabi menjawab: 'Seorang lelaki yang membunuh seorang Nabi atau orang yang memerintahkan kepada kebajikan dan melarang kemungkaran. Lalu Nabi membaca ayat Ali Imran ayat 21 tersebut.

Setelah itu Rasulullah kembali bersabda kepada Abu Ubaidah. Sahabat ini bernama asli Amir bin Abdullah bin Jarrah Al-Fihry Al-Quraiys, lebih dikenal dengan Abu Ubaidah bin Jarrah. Wajahnya selalu berseri, matanya bersinar, ramah kepada semua orang, sehingga mereka simpati kepadanya. Di samping sifatnya yang lemah lembut, dia sangat tawadhu dan pemalu. Tapi bila menghadapi suatu urusan penting, ia sangat cekatan bagai singa jantan.

Rasulullah bersabda kepadanya. "Wahai Abu Ubaidah. Orang-orang Bani Israil telah membunuh 43 Nabi dalam satu saat dalam permulaan siang hari, maka bangkitlah 170 orang lelaki dari kalangan Bani Israil yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar terhadap orang-orang yang membunuh para Nabi. Lalu Bani Israil membunuh mereka yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar tersebut di penghunjung siang hari itu juga, merekalah orang-orang yang disebutkan Allah dalam ayat ini.

Lalu, bagaimana dengan kondisi saat ini ketika para Nabi sudah tiada, mari kita lihat hadis lain, bahwa tindakan membunuh pelaku kebenaran, menolak kebenaran atau bahkan menghabisi mereka yang ber amar ma’ruf nahi mungkar dengan cara apapun adalah tindakan yang sombong. Nabi menyebutkan dalam hadis tentang Takabur (sombong) yaitu orang yang menentang perkara hak (kebenaran) dan meremehkan orang lain.

Di zaman saat ini, kita menemui banyak orang yang tidak berani lagi menyuarakan kebenaran, bisa jadi penyebabnya karena takut terlibat dalam situasi yang sulit saat ini. Seolah kebenaran menjadi barang langka, bahkan tindakan konyol dipertontonkan secara terbuka.

Memanfaatkan semua kekuatan untuk berkolaborasi mengubur kebenaran juga termasuk bagian dari kesombongan karena ia menutupi kebenaran. Jika sudah demikian, kemana perginya perbuatan baik kita selama ini.

Apakah kita ingin menjadi orang yang amalnya sia-sia atau golongan yang disiksa di akhirat? Tentu tidak, semua orang menginginkan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

Semoga Allah melindungi kita, memberikan hidayah dan taufik-Nya agar tidak termasuk golongan orang yang merugi. Wallahu A'lam. [yy/sindonews]

Ustaz HM Asroi Saputra Hasibuan, Pendakwah Asal Kota Padangsidimpuan