18 Safar 1443  |  Minggu 26 September 2021

basmalah.png

Istri Banyak Mengeluh, Mengurangi Pahala Syukur

Istri Banyak Mengeluh, Mengurangi Pahala Syukur

Fiqhislam.com - Istri hendaknya memiliki akhlak terpuji kepada suaminya sekaligus pandai bersyukur meski sedang ditimpa kesempitan. Hindari banyak mengeluh yang bisa mengurangi kadar rasa syukur istri kepada suaminya. Pahala syukurnya akan tergerus.

Jadilah istri yang mulia yang selalu merasa cukup dengan rezeki yang diberikan Allah ‘Azza wa Jalla. Ingatlah selalu kabar gembira yang semakin mengokohkan untuk selalu menjadi hamba yang bersyukur. Allah akan memberi kenikmatan yang berlipat-lipat kali atas balasan istri yang bersyukur.

Allah Ta'ala berfirman:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim : 7).

Abu Ihsan al-Atsari bersama Ummu Ihsan, dalam sebuah buku yang bertajuk Surat Terbuka Untuk Para Istri, secara garis besar mengisyaratkan bahwa istri haruslah senantiasa bersyukur atas apapun kondisi suami. Sebab bersyukur adalah perintah Allah dan Rasul-Nya.

Dan, hendaklah atau perempuan yang berusaha membiasakan diri bersyukur pada Allah ‘Azza wa Jalla dan berterima kasih pada suaminya, insya Allah kehidupan pernikahannya akan bahagia dan harmonis. Sebab, ia telah karena mengembalikan segala kesulitan hidupnya pada Dzat Yang Maha Kuasa.

Muslimah yang senantiasa berakhlak baik dan pandai bersyukur maka hatinya akan tenang sebagaimana peri kehidupan para istri Rasulullah yang mulia dan para shahabiyah terdahulu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَى اِمْرَأَةٍ لَا تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لَا تَسْتَغْنِيْ عَنْهُ

Allah tidak akan melihat istri yang tidak mensyukuri suaminya padahal ia membutuhkannya.” (HR. An-Nasa`i dari Abdulah bin Amru).

Ya, tidak semua wanita ditakdirkan memiliki suami yang berlimpah harta dan mempunyai segala hal yang diimpikan banyak wanita. Sebagaimana juga tidak sedikit sosok suami yang kehidupan ekonominya kurang, meski ia tengah berusaha untuk berikhtiar menempuh jalan-jalan yang halal yang diperintahkan syariat.

Di sinilah keberadaan pasangan suami istri, terutama istri harus memilki kekuatan iman untuk selalu mensyukuri pemberian suami. Tidak sepatutnya para istri membandingkan kondisinya dengan pasangan yang lain yang lebih mapan.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

لَا يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ

Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia.” (HR. Abu Dawud).

Istri idaman suami akan selalu melihat ke bawah untuk urusan dunia. Hal ini agar hatinya terjaga serta tak tersibukkan untuk selalu mengejar kenikmatan dunia dengan melupakan tujuan utama hidupnya, yakni beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla dalam kondisi senang maupun susah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هو أَسفَل مِنْكُمْ وَلا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوقَكُم؛ فهُوَ أَجْدَرُ أَن لا تَزْدَرُوا نعمةَ اللَّه عَلَيْكُ

“Lihat orang di bawahmu dan janganlah melihat orang yang lebih tinggi darimu, karena melihat ke bawah itu lebih membantu diri kalian untuk tidak mengingkari kenikmatan Allah atas kalian.” (HR. Muslim)

Seberat apapun ujian pasutri hendaklah bersyukur kepada Allah dengan selalu mengucapkan “Alhamdulillah”.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

كَانَ إذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ : الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ، وَ إِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ : الحَمْدُ لِلهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika melihat sesuatu yang beliau sukai, beliau mengucapkan: “Alhamdulillah alladzi bini’matihi tatimmush shalihat (segala puji bagi Allah yang atas nikmat-Nya amalan-amalan shalih bisa disempurnakan).” Dan jika melihat sesuatu yang tidak beliau sukai, beliau mengucapkan: “Alhamdulillah ‘ala kulli hal (segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan).”” (HR. Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah, ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Ausath).

Jadi, istri yang selalu menjadikan syukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla sebagai perhiasan hidup, niscaya akan dicintai Allah ‘Azza wa Jalla, dikasihi suaminya, dan mampu memberikan rona kedamaian di manapun ia berada.

Terimalah suami apa adanya dan bergaullah dengan baik, fokuslah pada kebaikan suami agar Anda selalu bahagia.

Suami adalah sosok terdekat istri yang akan membantu istri dalam meraih ketakwaan yang sejati. Dialah teman seperjuangan lahir batin untuk meneruskan perjalanan ini hingga keduanya menjadi penghuni surga, insya Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا ينظرُ اللَّهُ إلى امرأةٍ لا تشكُرُ لزوجِها وَهيَ لا تستَغني عنهُ

Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dan ia tidak merasa cukup dengan apa yang diberikan suaminya.” (HR. An-Nasa, al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra). wallahu 'alam. [yy/Widaningsih/sindonews]

 


 

Tags: Syukur | Qona'ah | Sakinah