15 Safar 1443  |  Kamis 23 September 2021

basmalah.png

Percantik Dirimu Dengan Rasa Malu

Percantik Dirimu Dengan Rasa Malu

Fiqhislam.com - Rasa Malu dalam Islam merupakan budi pekerti yang luhur dan merupakan sifat paling agung yang dimiliki seorang muslim laki-laki dan perempuan serta memiliki keutamaan yang tertinggi, rasa malu dapat meningkatkan akhlak seseorang. Rasa malu juga termasuk cabang dari keimanan. Rasulullah Saw Bersabda:

Artinya: "Imam ada enam puluh cabang dan rasa malu merupakan sebuah cabang keimanan." (HR. Al-Bukhari).

Ada beberapa bentuk-bentuk rasa malu, diantaranya:

1. Malu kepada Allah SWT, Malu kepada Allah ada tiga sifat, yaitu:

* Engkau merasakan kebaikan Allah kepadamu terus-menerus, engkau berbuat buruk dan lalai akan perintah-Nya.

* Engkau mengetahui bahwa engkau berada dalam pertolongan Allah

* Engkau mengingat bahwa Allah maha melihat dan memperhatikan.

Sementara Malu kepada Allah juga karena melakukan kejahatan, malu kepada Allah karena lalai akan perintah-Nya. Malu karena mengagungkan dan mengikhlaskan amal kita kepada Allah, dan malu ketika tidak meminta dan memohon kepada selain-Nya.

2. Malu kepada manusia, Artinya: "Barang siapa yang tidak malu kepada Allah maka ia tidak malu kepada manusia." (HR. At-Thabrani dan didaifkan oleh Al-Albani). Bagaimana cara malu kepada manusia?

* Tidak menyebutkan kemaksiatan di hadapan mereka

* Tidak menampakkan kepada mereka apa yang telah diharamkan Allah

* Memelihara akhlak yang disyariatkan Islam

* Bergaul dengan apa yang sudah disyariatkan.

3. Malu kepada diri sendiri, Rasa malu terhadap diri sendiri adalah dengan menjaga kehormatan diri dan menjaga diri di saat dengan sendirian. Bagaimana cara malu kepada diri sendiri?

* Tidak rela diri sendiri bermaksiat kepada Allah SWT

* Menjaga kesendirian diri dari sesuatu yang mengundang kemurkaan Allah

* Menjaga diri dari segala sesuatu yang hina serta akhlak yang tercela.

Orang yang telah kehilangan rasa malu maka sesungguhnya ia telah kehilangan segalanya. Orang yang kehilangan rasa malu telah kehilangan budi pekerti, kehilangan kejujuran, kehilangan sifat amanah dan kehilangan akhlak baik. Sebagian orang menggambarkan bahwa rasa malu merupakan sifat negatif karena rasa malu merupakan mengungkapkan sebuah kelemahan untuk menghadapi sesuatu. Pada hakikatnya rasa malu adalah sebuah keberanian yang memenuhi hati, menentramkan jiwa agar tidak masuk kedalam hawa nafsu yang menyeret kepada perbuatan maksiat.

Rasa malu dalam Islam merupakan kemuliaan yang mengontrol tingkah laku manusia dan melindungi norma serta menjaga budi pekerti, oleh karena itu rasa malu sebagian dari keimanan manusia. Rasa malu yang paling sempurna adalah rasa malu dengan jiwa yang mulia dan dari rasa senang terhadap kekurangan serta merasa cukup dengan segala sesuatu yang rendah, sehingga jiwa mendapati dirinya malu kepada diri sendiri hingga seolah-olah memiliki dua jiwa yang salah satunya merasa malu kepada yang lainnya.

Saat ini kita hidup di zaman modern yang telah banyak meninggalkan akhlak yang seharusnya menghiasi kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan sehari-hari sebgaian besar umat manusia telah dipengaruhi oleh budaya dan gaya hidup orang luar yang meninggalkan aspek-aspek akhlak. Tontonan kehidupan yang sangat jauh dari moral dan akhlak kepribadian manusia sudah sangat jelas pada masa kini. Umat manusia banyak yang melakukan tindakan yang melanggar syariat agama.

Para perempuan muslim zaman sekarang masih banyak yang melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Terutama cara berpakaian yang menutup aurat tetapi telanjang. Artinya mereka sudah menutup aurat mereka seperti menggunakan jilbab dan kerudung tetapi memakai baju dan jeans yang ketat sehingga bentuk tubuhnya terlihat jelas. Para perempuan muslim zaman sekarang sangat butuh rasa malu. Rasa malu apa yang dimaksud? Rasa malu disini yaitu rasa malu akan perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kenapa? Karena orang yang memiliki rasa malu sudah pasti memiliki sifat kesopanan dan berbudi pekerti tinggi. Seorang penyair berkata:

Tidak ada kebahagiaan Bagi seorang anak perempuan Apabila rasa malu jauh dan berpaling darinya Jadikanlah tabiat rasa malu Sebagai penutup wajah. Hal itu lebih layak bagi wanita muda yang mulia

Rasulullah Saw menjelaskan bahwa rasa malu yang benar terwujud dalam jiwa apabila padanya terealisasikan empat perkara, yaitu menjaga kepala dan apa yang berkumpul padanya, menjaga perut dan apa yang berhubungan dengannya, mengingat kematian dan kerapuhan jasad, dan meninggalkan perhiasan dunia.

Jadi, para wanita muslim harus memiliki rasa malu yang besar. Malu jika tidak beriman dan taat pada ajaran Allah, malu jika tidak menutup aurat sesuai syariat, malu jika tidak mejaga kemaluan dari segala sesuatu yang mengantarkan kepada kemaksiatan, malu jika tidak bergaul dengan orang-orang shaleh dan malu jika tidak menahan diri dari perbuatan dan perkataan keji dan kotor. Sesungguhnya rasa malu adalah sebagian dari iman, maka jadikanlah ia sebagai perhiasanmu dan percantiklah dirimu dengan rasa malu. Semoga kita selalu diampuni oleh Allah SWT. [yy/republika]

Asyifa Komala