21 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 31 Juli 2021

basmalah.png

Rumah Tangga, Tempat Awal Iblis Meraih Keberhasilan

Rumah Tangga, Tempat Awal Iblis Meraih Keberhasilan

Fiqhislam.com - Setiap umat muslim, apapun profesi dan apapun aktivitasnya, dia harus waspada terhadap perangkap iblis atau talbis iblis. Sebab, Rasulullah sendiri yang mengingatkan tentang bahaya tipuan iblis ini. Hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia meriwayatkan sebuah hadis dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam tentang tipu daya atau langkah-langkah iblis untuk merusak anak Adam.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً

Iblis membangun singgasananya di atas lautan, kemudian iblis mengirim bala tentaranya kepada umat manusia ke daratan. Dan tentara yang paling dekat kedudukannya dengan iblis adalah yang paling besar fitnah/kerusakannya terhadap umat manusia.

Tentara-tentara iblis ini setiap saat memberikan laporan kepada iblis atas apa yang telah mereka lakukan terhadap anak Adam.

يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا

Salah satu dari tentaranya datang dan melaporkan: ‘aku sudah melakukan ini dan itu.'”

Iblis belum merasa puas dan berkata:

مَا صَنَعْتَ شَيْئًا

Engkau belum melakukan apa-apa.

Artinya iblis belum puas dengan apa yang mereka lakukan. Hingga datanglah salah seorang tentara iblis yang lainnya dan berkata melapor:

مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ

Tidaklah aku meninggalkan anak Adam melainkan setelah aku berhasil memisahkan dirinya dengan istrinya.

Yaitu merusak hubungannya dengan istrinya, menghancurkan rumah tangganya. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata setelah itu bahwa iblis menyuruh tentaranya tersebut mendekat ke sisinya dan berkata:

نِعْمَ أَنْتَ

Engkau baru sebaik-baik tentaraku.

Artinya iblis baru puas dengan apa yang telah dilakukan oleh tentaranya itu. Yaitu merusak rumah tangga muslim.

Ustaz Abu Ihsan Al-Atsary mengatakan, hal tersebut adalah langkah iblis. Tujuan utama tentunya bukanlah merusak rumah tangga ini, tapi ini merupakan salah satu sarana rusaknya sebuah bangsa atau masyarakat atau generasi, dengan rusaknya rumah tangga.

Merusak rumah tangga bukan tujuan utama, tapi sebagai wasilah kepada kerusakan yang lebih besar. Dan kita dapati sebuah masyarakat menjadi rusak jika elemen rumah tangga ini rusak. Itulah yang menjadi tujuan iblis, bagaimana merusak rumah tangga. Hal ini supaya bisa merusak masyarakat. Karena sebuah bangsa tersusun dari rumah tangga-rumah tangga.

Dalam sebuah tausiyahnya, Ustaz Abu Ihsan Al-Atsary menambahkan bahwa apabila rumah tangga ini roboh, pondasi rumah tangga itu ambruk, maka akan rubuhlah juga bangsa tersebut. Yang dirusak di sini adalah pendidikan generasi. Ketika rumah tangga tidak bisa menjalankan fungsinya, maka yang rusak adalah generasi.

Pendidikan tidak akan bisa maksimal jika rumah tangga goyah. Ayah ibu apabila tidak akur atau tidak sejalan dalam mendidik anak-anak mereka, maka dipastikan pendidikan itu tidak maksimal dan tidak akan bisa berjalan, apalagi pendidikannya tumpang tindih. Hal ini karena tidak ada keharmonisan di dalam rumah tangga.

Bisa kita lihat anak-anak yang berasal dari keluarga “broken home” pasti hancur. Atau minimal Anak itu tidak mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya. Banyak anak-anak jatuh dalam pergaulan yang rusak disebabkan orang tua sudah tidak akur, sudah pisah hatinya walaupun belum pisah badannya.

Maka berhati-hati dalam rumah tangga kita. Keutuhan rumah tangga itu adalah salah satu yang sangat mahal. Sosok ayah dan ibu sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Apabila rumah tangga ini ambruk, maka generasi yang akan menjadi korban. Apabila generasi ini sudah rusak, maka iblis pun bertepuk tangan, dia berhasil dengan makar dan tipu dayanya.

Ingat bahwa iblis tidak membidik sasaran yang kecil, tapi dia membidik sasaran yang lebih besar. Yang ditujunya bukanlah sekedar merusak rumah tangga, tapi yang diinginkan oleh iblis adalah merusak sebuah generasi, sebuah bangsa, sebuah umat.

Kita bisa lihat bagaimana kehancuran masyarakat di Eropa ketika lembaga pernikahan sudah tidak dihormati, bahkan boleh dikatakan tidak ada lagi. Sehingga banyak yang kumpul kebo ataupun hubungan di luar nikah tanpa ada status yang jelas bagi anak-anak. Akibatnya anak-anak tumbuh kembang tanpa orangtua, sehingga rusaklah satu bangsa dan generasi.

"Ini merupakan salah satu tipu daya iblis, langkah-langkah iblis untuk merusak sesuatu yang lebih besar lagi. Maka hati-hati terhadap segala sesuatu yang bisamerusak keutuhan rumah tangga kita,"pungkas dai yang rutin mengisi kajian Parenting Islami ini. Wallahu A'lam. [yy/Widaningsih/sindonews]