14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Apa Salahnya Memuji Istri dengan Tulus?

Apa Salahnya Memuji Istri dengan Tulus?

Fiqhislam.com - Hal yang dilupakan dalam hubungan suami istri adalah saling memuji. Istri lupa memuji suami dan suami lupa memuji istrinya. Pujian, terutama kepada istri dapat membangkitkan hubungan yang mungkin makin redup.

Pujian pada istri tanda baiknya seorang suami padanya. Apalagi melihat perjuangan istri di rumah dengan mendidik anak dan mengurus berbagai urusan rumah tangga seperti mencuci, memasak dan memperhatikan kebutuhan suami.

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri kalian) dengan baik.” (QS. An Nisa’: 19).

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal hafidzahullah menjelaskan bahwa Ibnu Katsir rahimahullah berkata mengenai surat An Nisa’ ayat 19 di atas, “Berkatalah yang baik kepada istri kalian, perbaguslah amalan dan tingkah laku kalian kepada istri. Berbuat baiklah sebagai engkau suka jika istri kalian bertingkah laku demikian.” (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 3: 400)

Pujian dari suami pada istrinya tidak butuh biaya atau ongkos mahal. Yang dibutuhkan adalah ketulusan dan rasa cinta pada pasangan. Ingatlah bahwa pujian sangat signifikan berpengaruh terhadap perasaan pasangan, khususnya bagi istri yang akan merasa dihargai, dipercayai dan dihormati oleh suaminya. Tanpa pujian atau perhatian, mungkin yang ada hanya kecenderungan untuk saling mencela dan merendahkan pasangan.

Semoga dengan kata pujian yang tulus dari hati semakin merekatkan hubungan mesra yang ada. [yy/okezone]