5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Dahsyatnya Pahala Membaca Shalawat

Dahsyatnya Pahala Membaca Shalawat

Fiqhislam.com - Seorang muslim dianjurkan rutin membaca shalawat , karena ternyata bila kita rajin bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, akan mendapat pahala yang sangat dahsyat . Apa saja pahalanya?

Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan ibadah yang sangat agung dan memiliki keutamaan besar. Allah Ta'ala memerintahkan kaum beriman untuk bershalawat dan mengucapkan salam penghormatan kepada Nabi sebagaimana diabadikan dalam Surah Al-Ahzab Ayat 56.

Allah Ta'ala berfirman :

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا‏

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al Ahzab : 56)

Salah satu hadis masyhur tentang keutamaan shalawat adalah ketika sahabat Amr ibn 'Ash radhiyallahu 'anhu mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

"Barang siapa yang membaca shalawat sekali saja, Allah akan bershalawat (memberi rahmat) padanya sebanyak sepuluh kali." (HR Muslim).

Itu baru satu ganjaran yang Allah berikan kepada siapa saja yang bershalawat. Selain hadis di atas ternyata ada satu keutamaan shalawat yang pahalanya sangat dahsyat.

Dinukil dari kitab Al-Mustadrak Syeikh An-Nuri, diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Di saat aku tiba di langit di malam Isra’ Mi'raj, aku melihat satu Malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari. Aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu. Aku bertanya kepada Jibril, pendampingku, "Siapa gerangan Malaikat itu, dan apa tugasnya?"

Jibril berkata: "Sesungguhnya dia adalah Malaikat yang diberi tugas untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi".

Rasulullah bertanya kepada Malaikat tadi, "Apakah kamu tahu berapa bilangan tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak Adam diciptakan?"

Malaikat itu berkata, "Wahai Rasulullah, demi yang telah mengutusmu dengan hak (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi dari mulai diciptakannya Adam sampai sekarang ini. Begitu pula aku mengetahui jumlah tetesan yang turun ke laut, ke darat, ke hutan rimba, ke gunung-gunung, ke lembah-lembah, ke sungai-sungai, ke sawah-sawah dan ke tempat yang tidak diketahui manusia."

Mendengar penjelasan Malaikat itu, Rasulullah sangat takjub karena kemampuannya menghitung tetesan air hujan.

Kemudian Malaikat itu berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian untuk menghitung tetesan air hujan yang yang turun dari langit ke bumi, aku memiliki kekurangan dan kelemahan."

Rasulullah pun bertanya: "Apa kekurangan dan kelemahanmu?"

Malaikat itu menjawab: "Kekurangan dan kelemahanku wahai Rasulullah, jika umatmu berkumpul di satu tempat, mereka menyebut namamu lalu bershalawat atasmu, pada saat itu aku tidak bisa menghitung berapa banyaknya pahala yang diberikan Allah kepada mereka atas shalawat yang mereka ucapkan atas dirimu."

Di dalam Kitab Mukasyafatul Qulub, karya Imam Al-Ghazali disebutkan:

جاء في الخبر عن النبي صلي الله عليه وسلم انه قال : ان الله تعالي خلق ملكا له جناح في المشرق وجناح في المغرب ورأسه تحت العرش ورجلاه تحت الارض السابعة وعليه بعدد خلق الله تعالي ريش , فاذا صلي رجل او امرأة من امتي علي , امره الله تعالي ان ينغمس في بحر من نور تحت العرش فيه , فينغمس فيه , ثم يخرج وينفض جناحه فيقطر من كل ريشة قطرة فيه , فيخلق الله تعالي من كل قطرة ملكا , يستغفر له الي يوم القيامة.

"Telah datang kabar dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sesungguhnya Beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan Malaikat yang mempunyai satu sayap di timur dan satu sayap di barat, kepalanya di bawah 'Arsy, kedua kakinya berada di bawah bumi ke tujuh dan malaikat ini mempunyai bulu sebanyak hitungan makhluk-Nya Allah Ta’ala.

Ketika salah seorang dari umatku baik laki-laki maupun perempuan membaca shalawat kepadaku, maka Allah Ta’ala memerintahkan kepada Malaikat tersebut untuk menceburkan diri ke dalam lautan dari cahaya yang berada di bawah 'Arsy.

Lalu Malaikat menceburkan diri ke dalamnya kemudian keluar dan mengibas-ngibaskan sayapnya, maka meneteslah dari setiap bulu satu tetes. Kemudian Allah Ta’ala menciptakan dari setiap tetesnya satu Malaikat yang memintakan ampun untuk orang yang membaca shalawat tadi sampai hari Kiamat. Wallahu 'Alam. [yy/Widaningsih/sindonews]