22 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 01 Agustus 2021

basmalah.png

Hakikat Istidraj Bagi Orang Zhalim

Hakikat Istidraj Bagi Orang Zhalim

Fiqhislam.com - Setiap kezhaliman pasti akan berakhir dengan kehancuran. Allah SWT berfirman: “Walatahsabannallahaghaafilan‘an maa ya’maluzhzhalimuun (Janganlah sekali-kali engkau mengira bahwa Allah lalai terhadap apa yang diperbuat orang-orang zhalim).” (QS Ibrahim: 42).

Silakan orang-orang zhalim itu melakukan segala cara untuk membentengi kezhalimannya, Allah pastikan itu akan musnah. Sebab, semua kezhaliman tidak hanya melanggar syariatullah, tetapi juga sunnatullah. Apa pun kekuatan itu, jika melanggar ketentuan-Nya pasti akan hancur.

Masih kurang apa kekuatan Fir’aun pada masa itu? Ternyata berakhir dengan cara yang sangat mengenaskan. Allah menenggelamkannya di Laut Merah.

Kaum Aad dan Tsamud juga dihancurkan dengan hukuman yang pedih. Kaum Tsamud dihancurkan dengan thaagiah (suara yang sangat keras), sedangkan kaum Aad dihancurkan dengan badai angin yang sangat dingin dan kencang selama tujuh malam delapan hari (QS al-Haqqah:5-8). Itu pelajaran supaya tidak ada lagi setelah itu orang-orang yang berbuat zhalim.

Dalam surah al-Fajr: 6-14, setelah menyebutkan kaum-kaum terdahulu yang diazab, Allah SWT menggambarkan urutan mengapa azab itu menimpa mereka. Pertama, karena melakukan penyimpangan thagha.

Dari penyimpangan ini muncullah yang kedua, banyaknya kerusakan, seperti zina, korupsi, pembunuhan, dan sebagainya. Lalu terjadilah yang ketiga, yaitu turunnya azab Allah SWT, “Fashabbaalaihimrabbukasauthaazaab”.

Di sini Allah SAW memastikan bahwa sekecil apa pun perbuatan zhalim itu tetap dalam pantauan-Nya, “Innarabbakalabilmirshaad”. Artinya, orang-orang beriman yang berada dalam kebenaran optimislah selalu akan datangnya sebuah kemenangan, teruslah bersabar dalam ketaatan, lakukan ikhtiar semaksimal kemampuan, “Walaaqibatulilmuttaqiin” (kemenangan kelak pasti akan berpihak kepada siapa yang benar) (QS al-Araf: 128).

Ayat ini sejatinya bagian dari nasihat Nabi Musa kepada kaumnya agar tetap bersama Allah dan bersabar pada saat dikejar-kejar Fir’aun dan setelah itu mereka menyaksikan langsung bagaimana Allah memenangkan mereka dan menenggelamkan Fir’aun dengan sehina-hinanya.

Jadi, tidak perlu berprasangka buruk kepada Allah, dengan mengatakan mengapa orang-orang zhalim itu dibiarkan dan kaum Yahudi di Palestina tetap bercokol? Dalam rumus Alquran ada istilah istidraj, “Sanastadrijuhum min haitsulaaya’lamun” (QS al-Araf: 182).

Bahwa ketika seseorang dimudahkan urusan dunianya sementara ia semakin berlumur kezhaliman, itu sedang diulur. Artinya, sengaja Allah mudahkan baginya supaya dosanya seimbang dengan azab yang telah Allah persiapkan.

Allah berfirman: Famahhililikaafriinamhilhumruwaida (Tangguhkanlah orang-orang kafir itu, tangguhkanlah sedikit saja) (QS al-Thariq: 17) sebab sengaja Allah menangguhkannya secara bertahap. [yy/republika]

Oleh Ustaz Dr Amir Faishol Fath

  • Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

 


 

Tags: Istidraj | Zhalim