25 Dzulqa'dah 1443  |  Sabtu 25 Juni 2022

basmalah.png

Dua Nasihat Syekh Nawawi Al-Bantani

Dua Nasihat Syekh Nawawi Al-Bantani

Fiqhislam.com - Syekh Nawawi Al-Bantani mengatakan, iman kepada Allah dan bermanfaat hidupnya untuk orang lain merupakan suatu keunggulan yang tidak ada bandingnya.

Hal tersebut sebagaimana diriwayatkan dari Nabi SAW sesungguhnya beliau bersabda:

"Ada dua perkara yang tidak bisa diungguli keutamaannya oleh yang lain, yaitu iman kepada Allah dan memberi manfaat kepada sesama muslim."

Syekh Nawawi dalam kitabnya "Nasaihul Ibad" mengatakan memberi manfaat kepada sesama muslim bisa berupa ucapan, kekuasaan harta benda maupun tenaga.

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda: "Siapa berada pada pagi hari tanpa bermaksud menzhalimi seseorangpun, maka dosa-dosanya diampuni. Siapa yang pada pagi hari berniat untuk menolong orang yang teraniaya serta memenuhi keperluan orang Islam, maka Ia mendapat pahala seperti pahala Haji Mabrur."

Syekh Nawawi mengatakan, manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amalan yang paling utama adalah menyenangkan hati orang mukmin dengan cara menghilangkan kelaparan dan kesusahan atau melunasi utang.

Syekh Nawawi kembali menyampaikan ada dua perkara yang tidak lebih kotor paling keji/najis, yaitu menyekutukan Allah dan menimbulkan kemudharatan bagi orang-orang Islam.

"Yang dapat membahayakan diri dan hartanya oleh karenanya segala perintah Allah SWT mengarah kepada kedua yaitu mengagungkan Allah, dan memberikan kasih sayang kepada makhluk-Nya,"katanya.

Diriwayatkan dari Abu Uwais al Qarni ra ia berkata dalam perjalanan aku berjumpa dengan seorang pendeta, kemudian aku bertanya kepadanya. "Wahai pendeta! apa yang dapat menaikkan derajat seseorang?"

Pendeta itu menjawab. "Mengembalikan hak-hak orang yang dianiaya dan meringankan dari tanggung jawab, karena amal dan perbuatan yang menghambat tidak akan naik kepada Tuhan, apabila dia masih mempunyai tanggungan atau disebut zailim. [yy/republika]

 

Dua Nasihat Syekh Nawawi Al-Bantani

Fiqhislam.com - Syekh Nawawi Al-Bantani mengatakan, iman kepada Allah dan bermanfaat hidupnya untuk orang lain merupakan suatu keunggulan yang tidak ada bandingnya.

Hal tersebut sebagaimana diriwayatkan dari Nabi SAW sesungguhnya beliau bersabda:

"Ada dua perkara yang tidak bisa diungguli keutamaannya oleh yang lain, yaitu iman kepada Allah dan memberi manfaat kepada sesama muslim."

Syekh Nawawi dalam kitabnya "Nasaihul Ibad" mengatakan memberi manfaat kepada sesama muslim bisa berupa ucapan, kekuasaan harta benda maupun tenaga.

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda: "Siapa berada pada pagi hari tanpa bermaksud menzhalimi seseorangpun, maka dosa-dosanya diampuni. Siapa yang pada pagi hari berniat untuk menolong orang yang teraniaya serta memenuhi keperluan orang Islam, maka Ia mendapat pahala seperti pahala Haji Mabrur."

Syekh Nawawi mengatakan, manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amalan yang paling utama adalah menyenangkan hati orang mukmin dengan cara menghilangkan kelaparan dan kesusahan atau melunasi utang.

Syekh Nawawi kembali menyampaikan ada dua perkara yang tidak lebih kotor paling keji/najis, yaitu menyekutukan Allah dan menimbulkan kemudharatan bagi orang-orang Islam.

"Yang dapat membahayakan diri dan hartanya oleh karenanya segala perintah Allah SWT mengarah kepada kedua yaitu mengagungkan Allah, dan memberikan kasih sayang kepada makhluk-Nya,"katanya.

Diriwayatkan dari Abu Uwais al Qarni ra ia berkata dalam perjalanan aku berjumpa dengan seorang pendeta, kemudian aku bertanya kepadanya. "Wahai pendeta! apa yang dapat menaikkan derajat seseorang?"

Pendeta itu menjawab. "Mengembalikan hak-hak orang yang dianiaya dan meringankan dari tanggung jawab, karena amal dan perbuatan yang menghambat tidak akan naik kepada Tuhan, apabila dia masih mempunyai tanggungan atau disebut zailim. [yy/republika]

 

Doa yang Dianjurkan

Doa yang Dianjurkan Syekh Nawawi Agar Husnul Khatimah


Fiqhislam.com - Syekh Nawawi al-Bantani mengisahkan dalam kitabnya Nasihaiul Ibad, bahwa Imam al- Ghazali pernah dimimpikan oleh seseorang. Dalam mimpinya sang hujatullah Islam ini ditanya.

"Bagaimana perlakuan Allah SWT terhadap Anda?"

Beliau menjawab: "Allah SWT membawaku ke hadapannya kemudian Allah SWT berfirman kepadaku: "Oleh sebab apa aku membawamu ke sisiku?" Maka, aku menyebutkan berbagai amalan ketika Allah SWT berfirman.

"Aku tidak menerimanya amalan-amalan itu, sesungguhnya yang aku terima darimu ialah ketika suatu hari ada seekor lalat yang hinggap di wadah tintamu itu lalu meminumnya, padahal kamu sedang menulis, lalu kamu menghentikan kegiatan menulismu itu hingga lalat selesai meminumnya, kamu melakukan itu karena kasihan terhadap lalat tersebut."

Kemudian Allah SWT memerintahkan: "Bawalah hamba Aku ini ke surga."

Syekh Nawawi mengatakan, dari sebab-sebab agar mendapatkan husnul khatimah (akhir hayat yang baik), dianjurkan untuk membiasakan membaca doa sebagai berikut.

"Ya Allah muliakanlah umat Muhammad ini dengan kebaikan pahalamu di dunia dan akhirat sebagaimana penghormatan bagi orang-orang yang menjadi umatnya".

Selain itu, dianjurkan juga agar membiasakan membaca dengan antara qabliyah subuh sholat sunnah fajar dengan Sholat Subuh dengan doa sebagai berikut.

"Ya Allah ampunilah umatmu junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan kasihanilah umat junjungan kami Nabi Muhammad SAW.

Ya Allah tutupilah aib umat junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan kuatkanlah umat junjungan kami kami Nabi Muhammad SAW.

Ya Allah, perbaiki keadaan umat junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan sehatkanlah umat junjungan kami Nabi Muhammad.

Ya Allah, jagalah umat junjungan kami Nabi Muhammad dan memberikan rahmat untuk umat junjungan kami Nabi Muhammad SAW dengan rahmat yang menyeluruh wahai Tuhan sekalian alam.

Ya Allah ampunilah umat junjungan kami Nabi Muhammad SAW dengan ampunan yang menyuruh, wahai Tuhan sekalian alam.

Ya Allah, lapangkanlah jalan umat junjungan kami, Nabi Muhammad SAW dengan ke lapangan yang luas wahai Tuhan sekalian alam."

Syekh Nawawi juga menyarankan, selain membaca doa di atas, juga harus membiasakan dengan berdoa sebagai berikut.

"Wahai Tuan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, dengan kekuasaan-Mu atas segala sesuatu, ampunilah segala sesuatu yang ada padaku dan janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang segala sesuatu dan berikanlah kepadaku segala sesuatu." [yy/republika]