14 Safar 1443  |  Rabu 22 September 2021

basmalah.png

Keutamaan Doa Antara Adzan dengan Iqamat

Keutamaan Doa Antara Adzan dengan Iqamat

Fiqhislam.com - Allah Subhanahu wa ta'ala tidak akan menolak doa di antara waktu adzan dan iqamat. Inilah waktu yang mustajab bagi jamaah shalat untuk selalu memanjatkan doa dan ampunan.

Berdasarkan riwayat dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

"Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqamat, maka berdoalah (kala itu)." (HR Ahmad)

Masih riwayat dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

"Doa yang tidak mungkin tertolak adalah ketika antara adzan dan iqamat." (HR At-Tirmidzi).

Dikutip dari laman Muslim or id disebutkan, jadi ketika jamaah shalat datang ke masjid, lalu menyimak dan menjawab adzan, menunaikan shalat sunnah, setelah itu jangan lupa memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Di sela-sela waktu antara adzan dan iqamat itulah permintaan doa yang terkabulkan oleh Allah.

Sebagaimana diketahui, doa juga bisa memberikan pahala. Setiap kali seseorang mengangkat kedua tangannya dan bersungguh-sungguh berdoanya, maka Allah Subhanahu wa ta'ala akan memberikan pahala.

Doa sendiri termasuk ibadah, seperti shalat atau puasa. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ

"Doa adalah ibadah." (HR Tirmidzi Nomor 2969. Dinilai shahih oleh Syekh Al Albani)

Dalam hal berdoa, Allah Subhanahu wa ta’ala juga berfirman:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

"Hanya milik Allah-lah nama-nama yang husna. Maka berdoalah dengan menyebut nama-nama yang husna itu." (QS Al A'raf: 180)

Dijelaskan bahwa berdasarkan ayat tersebut maka termasuk kesempurnaan berdoa ketika seorang Muslim menjadikan perantaraan (ber-tawassul) dalam doanya dengan menyebutkan nama-nama Allah Subhanahu wa ta’ala yang sesuai isi permintaannya.

Jika kita ingin meminta rezeki, maka sebaiknya ber-tawassul dengan nama Allah Subhanahu wa ta'ala "Ar-Razzaaq" (Yang Maha pemberi rizki). Bila memohon ampun, ber-tawassul dengan nama Allah "Al Ghafuur" (Yang Maha mengampuni).

Itulah salah satu bentuk tawassul dalam berdoa yang disyariatkan. Bahkan telah dicontohkan oleh para Rasul ketika berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. [yy/okezone]

 


 

Tags: Doa | Adzan | Iqamat