19 Dzulhijjah 1442  |  Kamis 29 Juli 2021

basmalah.png

Dahsyatnya Sakaratul Maut, Rasulullah Saw Anjurkan Berdoa

Dahsyatnya Sakaratul Maut, Rasulullah Saw Anjurkan Berdoa

Fiqhislam.com - Ada banyak ketentuan dalam proses dicabutnya nyawa dari jasad seseorang (sakaratul maut). Sakit saat sakaratul maut pasti dirasakan setiap orang saat ruh keluar dari jasad.

Untuk itu, kata Imam Al Ghazali, Rasulullah SAW mengajarkan kita berdoa agar diringankan dari sakit saat sekaratul maut.

"Nabi berdoa berkenaan dengan kejadian saat ajal," kata Imam Ghazali dalam kitabnya yang diterjemaahkan menjadi judul "Mati dan Kejadian Setelahnya." Berikut doa yang dipanjatkan Baginda Nabi Muhammad SAW.

اللهم أعني على سكرات الموت

Allahumma a'innii ala sakaratil mauti "Ya Allah Tuhanku, mudahkanlah sakaratul maut (hilangkanlah rasa sakit saat ajal) bagi-Muhammad."

Jadi kata Imam Ghazali, Nabi SAW dan orang-orang yang dekat dengan Allah takut dengan rasa sakit dan pedih saat sakaratul maut.

Nabi Isa AS berkata, "Wahai murid-muridku berdoalah kepada Allah SWT agar dia berkenan memberimu kemudahan saat menghadapi sakaratul maut. Sungguh aku mengetahui betapa hebatnya rasa sakit saat sakaratul maut."

Imam Ghazali mengatakan, diriwayatkan bahwa pada suatu ketika, masuk kelompok orang Bani Israil lewat di sisi sebuah pemakaman. Mereka berkata satu sama lain, alangkah baiknya jika salah seorang di antara kita berdoa kepada Allah SWT agar seseorang dari penghuni kubur ini bisa bangun dan mengabarkan kepada kita berita tentang alam kubur. "Oleh karena itu mereka berdoa bersama kepada Allah untuk keperluan itu," katanya.

Tiba-tiba salah satu mayat bangkit dari kuburnya dan di dahi antara keduanya matanya terdapat bekas-bekas. Si mayat bertanya, "Wahai kaumku apa yang kau inginkan dariku?" Aku menderita akibat rasa sakit saat sakaratul maut selama 50 tahun terakhir ini. Apa yang kuderita saat kematian belum juga berkurang hingga saat ini."

عن عائشة رضي الله عنها قالت ما أغبط أحداً بهون موت بعد الذي رأيت من شدة موت رسول الله صلى الله عليه وسلم

Siti Aisyah ra berkata, "Aku tak percaya bahwa rasa sakit saat ajal seseorang yang lain lebih ringan daripada rasa sakit saat kematian Rasulullah seperti yang kusaksikan."

Rasulullah SAW berdoa: "Ya Allah Tuhanku sesungguhnya engkau mengambil nyawa dari ruas sendi, tulang belulang bahkan dari ujung jari. Ya Allah Tuhanku, mudahkanlah kematian itu untukku."

عَن الْحسن أَن رَسُول الله -صلى الله عَلَيْهِ وَسلم- ذكر ألم الْمَوْت وغصته فَقَالَ: هُوَ كَقدْر ثَلَاثمِائَة ضَرْبَة بِالسَّيْفِ

Beliau bersabda sesaat menjelang ajalnya, "Aku merasa sakit saat kematian datang ibarat di tusuk dengan 300 mata pedang."

Pada suatu hari beliau ditanya mengenai mati dan kesulitannya saat kematian. Beliau menjawab seringan ringannya rasa sakit saat kematian sama dengan rasa sakit yang disebabkan trisula besi yang dicabut setelah ditusukkan pada kedua bola mata." [yy/republika]