15 Safar 1443  |  Kamis 23 September 2021

basmalah.png

Mengenal Kitab Al-Barzanji Sayyid Ja'far bin Hasan

Mengenal Kitab Al-Barzanji Sayyid Ja'far bin Hasan

Fiqhislam.com-Kata pedoman atau kitab barzanji yang sering kita dengar dan sering kita baca dikegiatan maulid Nabi Muhammad SAW. Pasti nya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Perlu kita ketahui bahwa kitab barzanji yang kita gunakan ini mempunyai nama kitab asli yaitu Iqd Al-Jawahir yang artinya kalung permata. Nilai-nilai pendidikan moral yang terkandung dalam kitab barzanji adalah kanaah, pemalu, tawadhu, mendamaikan orang yang bersengketa, pemaaf, tidak gentar menghadapi para raja, marah karena Allah, berbicara seperlunya, memulai salam, berbicara kebenaran, dan menghormati orang yang utama.

Hikmah dalam membaca kitab ini, kita dapat mengetahui kisah Nabi Muhammad dalam hal sejarah dan biografi baginda Nabi Muhammad , dan dapat meneladani sifat Nabi. Penulis kitab barzanji ini yaitu Sayyid Ja'far bin Hasan Al Barzanji atau bisa juga dikenal dengan Sayyid ja'far ibnu Husain ibnu Abdul Karim ibnu Muhammad ibnu Rojul Al Barzanji. Beliau lahir dikota Madinah pada tahun (1103-1180 H/ 1690-1766 M). Dia adalah seorang ulama besar dan terkemuka yang terkenal dengan ilmu serta amalnya, keutamaannya juga kesolehan nya. Beliau juga adalah keturunan Nabi Muhammad dari keluarga Sadah Al Barzanji yang termasyhur berasal dari barzanji diirak. Syekh ja'far Al Barzanji juga merupakan seorang imam, guru besar di masjid Nabawi.

Pendidikan beliau patut di contoh karena sedari kecil beliau telah belajar al al quran dari Syekh Ismail Al-Ya'ani dan belajar tajwid serta memperbaiki bacaan dari Syekh Yusuf as-Su'udi dan Syekh Syamsuddin Al-Misri dan banyak lagi ulama-ulama yang mengajari beliau dalam ilmu agama dan syariat. Setelah beranjak dewasa beliau berhijrah dan menetap di Makkah selama lima tahun. Di sana beliau belajar kepada para ulama terkenal dan beliau pun telah di ijazah kan oleh sebagian ulama di sana. Beliau dapat menguasai ilmu-ilmu yang telah beliau dapatkan, dan banyak sekali buku buku atau kitab yang telah beliau tulis dan terkenal salah satunya kitab barzanji. Menurut Yusuf Al-Qaradhawi menyatakan bahwa Syekh Ja'far Al-Barzanji adalah seorang ulama yang sangat dikagumi dari sudut perjuangan dan tulisannya, apa yang ditulis menggambarkan pribadinya yang sangat luhur dan murni.

Sistematika penyajian yang Syekh Ja'far buat di dalam kitab ini dilakukan dengan penulisan kisah dan sejarah Nabi Muhammad SAW yang mana di dalamnya disusun dengan tertib berdasarkan urutan waktu. Kata-kata yang digunakan dianggap indah seperti syair dan sajak sehingga yang membacanya seolah-olah masuk dalam alur pemaparan nya. Kitab Al-Barzanji ini ditulis Syekh Ja'far sebagai bentuk kecintaan nya kepada Nabi Muhammad SAW. Dari syair itu, diharapkan seluruh umat Islam meneladani keagungan dan kepribadian Rasulullah.

Gaya penulisan kitab ini berbahasa Arab. Karena tulisan di kitab ini bisa dibilang syair yang menceritakan tentang Nabi Muhammad SAW. Kitab ini ditulis dengan bentuk prosa berirama, yang setiap kalimatnya diakhiri ta'marbuthah yang didahului ya berharkat fatah. Penulisnya menggunakan gaya personifikasi pada beberapa sisi dan memakai tasybih (penyerupaan) pada beberapa sisi yang lain. Penulis meyakini fakta sejarah yang dia tulis terdapat banyak penilaian atau pembelajaran yang kita ambil dari kitab.

Jika melakukan perbandingan, ada satu kitab yang mana kitab ini hanya berisi kan solawat kepada Nabi tetapi kitab ini punya kesamaan yaitu selalu dibaca ketika maulid Nabi telah tiba. Terdapat beberapa syarah untuk kitab maulid Al Barzanji ini diantaranya: Madarij Ash-Shu'ud Ila Iktisa al-Buruj yang disusun oleh Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani , Al-Qaul Al-Munji yang disusun oleh Muhammad bin Ahmad alaisy Al-Maliki, dan Talhin Ash-Shanji yang disusun oleh Abdurrahman Al-Maliki Al-Jurjawi As-Suyuti.

Maulid Nabi dianggap sangat penting oleh umat Islam, selain untuk mengenang jasa-jasa Nabi, juga sebagai upaya untuk menjadikannya suri teladan. Dalam merayakannya biasanya masyarakat membaca teks-teks puitis yang berisi sejarah dan puji-pujian atas keutamaan Nabi Muhammad . Teks-teks puitis yang dibaca itu salah satunya adalah Maulid Al-Barzanji, yang merupakan kutipan dari kitab Iqd Al-Jawahir karya Syaikh Ja'far ibnu Hasan Al-Barzanji.

Sebelumnya telah kita ketahui bahwa Maulid Nabi Muhammad yang jatuh pada 12 Rabiulawal penanggalan Hijriah diperingati oleh mayoritas penduduk muslim di dunia, termasuk Indonesia. Yang mana memperingati maulid Nabi ini salah satunya dengan membaca kitab barzanji dan solawat kepada Nabi dan bahwa perayaan maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam beberapa waktu setelah Nabi Muhammad wafat.

Peringatan ini bagi umat muslim adalah penghormatan dan kebesaran dan keteladanan Nabi Muhammad dengan berbagai bentuk kegiatan budaya, ritual dan keagamaan. Dalam kitab barzanji kita dapat mengetahui sejarah Nabi kita dan juga dapat pahala jika membacanya.

Berdasarkan al al quran surat Al A'raf ayat 157, Allah SWT berfirman mengenai keutamaan memuliakan dan mencintai Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakan nya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al quran), mereka itulah orang-orang beruntung.

Dalil tersebut menjadi,salah satu acuan bahwa pentingnya memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad dengan bentuk peribadatan. Kesimpulan ringkas buku ini bagi perkembangan keilmuan yaitu kita dapat meneladani sifat Nabi kita, dan mencontoh beliau. [yy/republika]