19 Dzulhijjah 1442  |  Kamis 29 Juli 2021

basmalah.png

5 Kegelapan yang Bisa Berubah Terang Menurut Sayyidina Abu Bakar

5 Kegelapan yang Bisa Berubah Terang Menurut Sayyidina Abu Bakar

Fiqhislam.com - Hampir seluruh manusia menemui momentum-momentum gelap dalam hidupnya, namun demikian hadirnya gelap bukan berarti tak ada penawar terangnya. Sayyidina Abu Bakar pun menjabarkan mengenai lima kegelapan yang juga dapat diubah menjadi penuh cahaya terang yang dapat dilalui.

Pakar Ilmu-Ilmu Keislaman (Dirasat Islamiyah) KH Muhammad Arifin dalam kajian live streaming kitab Nashaihul Ibad, menjelaskan, lima kegelapan yang dapat diubah menjadi cahaya terang menurut Sayyidina Abu Bakar bukanlah mutlak tak ada kegelapan lainnya di luar itu. Hanya saja, kata dia, lima kegelapan ini adalah rangkuman yang dibuat Sayyidina Abu Bakar.

Lima kegelapan yang dapat berubah terang itu, yaitu sebagai berikut.

Pertama, cinta kepada dunia yang berlebihan. Penerang dari cinta kepada dunia yang berlebihan ini adalah dengan menikmati dunia dengan secukupnya, sesuai dengan batasan-batasan yang ditetapkan Allah SWT.

Kedua, dosa adalah kegelapan. Adapun penerang dosa adalah taubat.

Karena sifat manusia tak luput dari salah, dosa seakan menjadi momok yang terus membayangi kehidupan manusia. Maka ketika seseorang tengah berbuat dosa, ia berada dalam kegelapan sebelum ia bertaubat dan memperoleh cahaya terang.

Ketiga, alam kubur adalah kegelapan. Penerangnya adalah banyaknya mengucap syahadat dan dzikir ketika masih hidup berada di dunia.

Keempat, kehidupan di akhirat adalah kegelapan. Menurut KH Arifin, alam akhirat digambarkan sebagai kegelapan karena belum ada satu pun manusia yang diketahui pernah berada di akhirat dan menceritakan mengenai kehidupan itu. Adapun cahayanya adalah memperbanyak amal shaleh selama hidup di dunia.

Kelima, jembatan (as-shirat) adalah kegelapan. Jembatan akhirat dianggap kegelapan oleh Sayyidina Abu Bakar sebab tak mudah bagi seseorang untuk melewati jembatan itu. Adapun penerangnya adalah dengan menjauhi larangan Allah dan melaksanakan perintah Allah selama hidup di dunia. [yy/republika]