19 Dzulhijjah 1442  |  Kamis 29 Juli 2021

basmalah.png

4 Keistimewaan Umar bin Khattab yang Diutarakan Rasulullah

4 Keistimewaan Umar bin Khattab yang Diutarakan Rasulullah

Fiqhislam.com - Masa kekhalifahan Umar bin Khattab RA berlangsung selama sepuluh tahun. Masa kekhalifahan Umar merupakan masa-masa terbaik sepanjang sejarah Islam, pascawafatnya Rasulullah Saw dan Abu Bakar ash-Siddiq RA.

Dikutip dari buku 'Inilah Faktanya' karya Dr Utsman bin Muhammad al-Khamis, terdapat empat keutamaan dalam pribadi Umar, berikut rinciannya:

Pertama, dari Abu Hurairah RA dia berkata: "Pada umat umat terdahulu ada orang-orang yang diberi ilham. Jika ada pada seseorang dari umatku, maka dia adalah Umar." (Shahih Al Bukhari).

Kedua, dari Abu Hurairah RA, dia bertutur: "Ketika kami sedang bersama Rasulullah Saw, beliau bersabda:

بيْنَا أنَا نَائِمٌ، رَأَيْتُنِي في الجَنَّةِ، فَإِذَا امْرَأَةٌ تَتَوَضَّأُ إلى جَانِبِ قَصْرٍ، قُلتُ: لِمَن هذا القَصْرُ؟ قالوا: لِعُمَرَ

'Ketika aku tidur, aku bermimpi sedang berada di dalam Surga. Saat itu ada seorang wanita yang sedang berwudhu di samping sebuah istana. Aku bertanya (kepada para Malaikat): 'Milik siapakah istana ini?' Mereka menjawab: 'Istana ini milik Umar’. Lalu, aku sebutkan ihwal kecemburuan (maksudnya, rasa memiliki yang sangat besar) Umar terhadap apa yang menjadi miliknya; dan setelah itu aku berpaling (pergi). Mendengar perkataan tersebut, Umar menangis seraya berseru: 'Pantaskah aku cemburu kepada engkau, wahai Rasulullah?'" (muttafaq alaih).

Ketiga, dari Anas bin Malik RA, dia menuturkan; Bahwa suatu ketika Nabi Saw, Abu Bakar ash-shiddiq, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan menaiki gunung Uhud. Tidak lama kemudian, gunung itu berguncang hebat. Karena itulah, Nabi Saw bersabda:

اثبت أُحُدُ فإنَّما عليكَ نبيٌّ وصدِّيقٌ وشَهيدانِ

"Tenanglah, hai Uhud! Sesungguhnya di atasmu ada seorang Nabi, seorang shiddiq, dan dua orang syahid." (muttafaq alaih).

Keempat, dari Sa'ad bin Abu Waqqash RA, dia menukilkan sabda Rasulullah Saw:

يا ابْنَ الخَطَّابِ، والذي نَفْسِي بيَدِهِ ما لَقِيَكَ الشَّيْطَانُ سَالِكًا فَجًّا قَطُّ، إلَّا سَلَكَ فَجًّا غيرَ فَجِّكَ

"Wahai Ibnu Khattab! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Tidaklah setan berjalan di suatu jalan kemudian bertemu denganmu, melainkan dia akan beralih ke jalan lain yang bukan jalanmu." (muttafaq alaih). [yy/republika]