22 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 01 Agustus 2021

basmalah.png

4 Perkara yang Tidak Merugikan Seseorang di Dunia

4 Perkara yang Tidak Merugikan Seseorang di Dunia

Fiqhislam.com - Setiap orang pasti menginginkan keberuntungan dalam hidupnya. Karenanya, manusia selalu berusaha meraih keberuntungan itu baik berupa materi, popularitas, jabatan dan harta lainnya.

Bagi seorang muslim, dunia bukanlah tujuan hidup abadi. Dunia hanyalah tempat ujian sementara sebelum datangnya maut. Allah berfirman yang artinya: "Demi masa! Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shaleh,nasihat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS Al-'Ashr: 1-3)

Ada empat perkara yang tidak merugikan seseorang di dunia, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadis berikut:

أَرْبَعٌ إِذَا كُنَّ فِيْكَ فَلاَ عَلَيْكَ مِمَّا فَاتَكَ مِنَ الدُّنْيَا: حِفْظُ أَمَانَةٍ وَصِدْقُ حَدِيْثٍ وَحُسْنُ خَلِيْقَةٍ وَعِفَّةُ مِنْ طُمْعَةٍ

"Empat perkara yang apabila ada padamu, tidak akan merugikan lepasnya segala sesuatu dari dunia dari padamu, yaitu: (1) Memelihara Amanah, (2) Benar dalam berbicara, (3) Akhlak yang baik, (4) dan Bersih dari tamak." (HR Ahmad).

Dalam ceramah Kultum Ahmad Yani dilansir dari Pustaka Ibnu Abuhu menjelaskan keempat perkara itu.

1. Menjaga Amanah

Kehidupan di dunia ini tak lepas dari amanat. Jasmani yang sehat, harta yang banyak, ilmu yang luas, kedudukan yang tinggi merupakan amanat yang diberikan Allah kepada kita. Rasulullah bersabda: "Tidak beriman orang yang tidak memegang amanat, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati." (HR. Ahmad)

2. Benar Dalam Berbicara

Bertutur kata baik dan benar merupakan salah satu ciri orang beriman. Apabila seseorang benar dalam berbicara, maka dia telah memenuhi salah satu syarat guna memperoleh jaminan surga. Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulutnya) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya syurga." (HR. Al-Bukhari).

3. Akhlak Yang Baik

Akhlak yang baik merupakan kekayaan paling mahal bagi seorang muslim. Karena itu, Rasulullah diutus untuk memperbaiki akhlak manusia. Itu pula sebabnya, manakala orang tua telah mendidik akhlak anaknya dengan baik, itu menjadi pemberian yang paling berharga ketimbang pemberian materi yang paling mahal sekalipun. Rasulullah bersabda: "Tidak ada pemberian yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya yang lebih baik dari pendidikan adab (akhlak) yang baik." (HR. at-Tirmidzi)

4. Tidak Tamak Atau Serakah

Tamak atau serakah merupakan salah satu sifat tercela. Keserakahan ternyata bukan hanya membuat seseorang tidak pandai bersyukur, tapi juga akan menempuh cara-cara tidak halal untuk mewujdkan keinginannya. Ketika seorang sahabat datang kepada Rasulullah guna menanyakan tentang amalan yang akan membuat manusia dicintai Allah dan manusia, Rasulullah menjawab: "Hiduplah di dunia dengan zuhud (bersahaja), maka kamu akan dicintai Allah, dan janganlah tamak terhadap apa yang di tangan manusia, niscaya kamu akan disenangi manusia" (HR. Ibnu Majah). [yy/Rusman H Siregar/sindonews]

 


 

Tags: Amanah | Jujur | Akhlak | Tamak