fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

5 Tingkat Khusyu Dalam Shalat

5 Tingkat Khusyu Dalam Shalat

Fiqhislam.com - Dalam proses mendekat kepada Allah ‘azza wa jalla (taqarrub ilallah), beda orang beda kemampuan , beda semangat, dan beda kesungguhan. Begitu pula ketika melakukan shalat, tingkat khusyu manusia memiliki level yang berbeda-beda. Lantas di level manakah ke-'khusyu'-an shalat kita?.

Dalam kitab 'al-Wabil ash-Shayyib min al-Kalim ath-Thayyib', Ibnul Qayyim rahimahullah mengklasifikasikan manusia dalam beberapa tingkatan terkait tingkat khusyuk dalam shalat. Tingkat khusyuk manusia dalam shalat memiliki 5 tingkatan atau level. Perbedaan level ini muncul karena faktor tingkat kehadiran hati, tingkat kelalaian, konsentrasi, dan berpalingnya hati dari mengingat Allah Ta'alasaat melaksanakan ibadah shalat.

Berikut tingkatkan khusyu manusia dalam melaksanakan ibadah shalat menurut Ibnu Qayyim:

1. Tingkatan orang yang menzalimi dan menelantarkan diri sendiri. Tingkatan ini ditempati orang yang tidak menjaga kesempurnaan wudhu, waktu-waktu shalat, batasan-batasan serta rukun-rukunnya.

2. Orang yang memelihara waktu-waktu shalat, batasan-batasannya, rukun-rukun lahiriahnya, dan wudhunya, hanya saja ia mengesampingkan upaya untuk melawan bisikan jiwa. Sehingga, ia terbawa oleh bisikan-bisikan jiwa dan pikiran-pikiran.

3. Orang yang menjaga batasan-batasan shalat dan rukun-rukunnya, serta berusaha kuat melawan bisikan-bisikan dan pikiran-pikiran. Ia sibuk melawan musuhnya agar tidak mencuri shalatnya, maka ia berada dalam shalat dan jihad.

4. Orang yang bila berdiri untuk shalat ia menyempurnakan hak-hak shalat, rukun-rukunnya, serta batasan-batasannya. Hatinya tenggelam memelihara batasan-batasan dan hak-haknya, supaya ia tidak menyia-nyiakannya sedikit pun darinya.

Bahkan seluruh perhatiannya tercurah untuk menegakkan shalat sebagaimana mestinya, dan selalu berusaha menyempurnakannya. Hatinya tenggelam dalam urusan shalat dan penghambaannya pada Rabb dalam shalat.

5. Orang yang bila berdiri shalat, ia melakukannya seperti tingkatan keempat. Tapi selain itu, orang ini telah mengambil hatinya dan meletakkannya di hadapan Rabb seraya melihat-Nya dengan hatinya, merasa diawasi oleh-Nya, penuh cinta dan mengagungkan-Nya, seolah-olah ia melihat dan memandang-Nya.

Bisikan-bisikan, pengalihan-pengalihan, dan was-was dalam jiwa yang mengganggu itu telah meredup. Penghalang antara ia dan Allah telah terangkat.

Maka jarak antara tingkatan orang ini dan tingkatan lainnya perihal khusyuk dalam shalat lebih jauh dibanding jarak antara langit dan bumi. Dalam shalat ia sibuk bermunajat dengan Rabb, bahagia dengan-Nya.

Dari 5 tingkatan khusyu shalat ini, maka masing-masing memiliki konsekuensinya sendiri-sendiri. Tingkat pertama maka akan dijatuhi hukuman. Yang kedua, dihisab. Ketiga, dosanya diampuni. Dan tingkatan yang keempat, diberi pahala. Serta kelima, akan didekatkan kepada Rabbnya, karena ia mempunyai bagian termasuk orang yang dijadikan penyejuk pandangannya di dalam shalat. Wallahu a’lam. [yy/sindonews]

 

 

Tags: Khusyu | Shalat | Wudhu | Fatihah | Surah