14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Apakah Nabi Luth Berasal dari Kaum Sodom yang Dilaknat?

Apakah Nabi Luth Berasal dari Kaum Sodom yang Dilaknat?

Fiqhislam.com - Kisah tentang Nabi Luth dan kaum Sodom dapat ditemukan dalam beberapa surat dalam Alquran. Di antaranya pada surat Al-A'raf, Hud, Al-Hijr, As-Syu'ara, An-Naml, Al-Ankabut, As-Shaffat, dan Al Qamar.

Nama Nabi Luth sendiri disebutkan berulang kali dalam Alquran sebanyak 27 kali. Nabi Luth adalah keponakan dari Nabi Ibrahim. Nabi Luth sejatinya bukanlah berasal dari bangsa Sodom.

Dia bersama keluarganya ikut serta berhijrah dengan Nabi Ibrahim dan keluarganya ke Syam. Dari Syam, Nabi Luth mendapatkan perintah Allah untuk pergi bersama keluarganya ke Sodom.

"Sehingga Nabi Luth sejatinya bukan berasal dari kaum Sodom. Nabi Luth itu diutus bukan dari kaumnya, berbeda dengan Nabi Hud yang diutus ke kaum Ad dan memang berasal dari kaum Ad, jadi Nabi Luth ini bukan golongan dari kaum Sodom," kata pakar tafsir Alquran yang juga dosen Quranic Studies Fakultas Ushuludin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ustadz Syahrullah Iskandar dalam kajian virtual tentang homoseksual kisah Nabi Luth dalam kitab al-Qishah fi Alquran al-Karim karya mantan Grand Syekh Al-Azhar Mesir, almarhum Syekh Muhammad Sayyid Tantowi, yang disiarkan langsung Nasaruddin Umar Office beberapa hari lalu.

Ustadz Syahrullah yang juga pengasuh Pesantren Bayt Alquran Jakarta menjelaskan informasi tentang azab yang akan menimpa kaum Sodom telah diketahui Nabi Ibrahim. Malaikat mengabarkan pada Nabi Ibrahim bahwa Allah akan menghancurkan kaum Sodom karena perbuatan zalim yang dilakukan mereka.

Nabi Ibrahim pun bertanya pada malaikat sebab di wilayah bangsa Sodom ada Nabi Luth. Malaikat menjelaskan bahwa Nabi Luth akan diselamatkan bersama keluarganya kecuali istrinya yang akan tertimpa azab bersama kaum Sodom.

Dalam surat Al-A'raf ayat 80 diterangkan bagaimana dialog Nabi Luth dengan kaum Sodom.

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"

Menurut Ustadz Syahrullah, kata fahisyah dalam ayat itu berarti perbuatan yang keji dan sangat menjijikan yaitu perilaku homoseksual di antara kaum Sodom.

Dan Nabi Luth pun menjelaskan bahwa tidak ada kaum yang pernah melakukan perbuatan keji seperti yang dilakukan kaum Sodom. Karena itu jelas Ustadz Syahrullah, homoseksual itu dimulai dari kaum Sodom. Karena itu dalam petikan ayat selanjutnya disebutkan kaum Sodom adalah kaum musrifun atau kaum yang melampaui batas. Dalam surat An-Naml kaum Sodom disebut dengan kaum tajhalun atau kaum yang bodoh.

Mendengar pernyataan Nabi Luth itu, sebagian kaum Sodom memprovokasi yang lainnya untuk mengusir Luth dan keluarganya. Kaum Sodom bukan saja menyukai sesama lelaki, melainkan juga senang merampok dan membuat keributan.

Ustadz Syahrullah menjelaskan Allah SWT kemudian mengutus beberapa malaikat yang menjelma menjadi laki-laki dan bertamu kepada Nabi Luth. Kedatangan para tamu itu pun disambut Nabi Luth. Tetapi Nabi Luth khawatir akan keselamatan tamunya bila diketahui kaum Sodom.

Akan tetapi istrinya berkhianat dan membocorkan kepada kaum Sodom bahwa ada beberapa lelaki berwajah tampan yang datang ke rumahnya bertamu pada Nabi Luth. Karena itu pula, istri Nabi Luth nantinya mendapat azab bersama orang-orang Sodom.

Setelah itu datanglah kaum Sodom ke rumah Nabi Luth untuk memaksa para tamu Nabi Luth itu untuk melayani nafsu menyimpang para kaum Sodom. Para tamu itu kemudian memberi tahu Nabi Luth bahwa mereka adalah malaikat utusan Allah.

Para malaikat itu memberikan pesan kepada Luth agar meninggalkan kaum Sodom di akhir malam beserta keluarganya kecuali istrinya. Malaikat menjelaskan bahwa sesuatu yang akan menimpa kaum Sodom juga akan menimpa istrinya. Malaikat menjelaskan bahwa pada waktu subuh kaum Sodom akan mendapatkan azab.

Nabi Luth pun mematuhinya, dia bersama anak-anaknya dan beberapa pengikutnya berjalan pada akhir malam. Nabi Luth menggiring dari belakang dan memerintahkan agar keluarganya dan orang-orang yang ikut serta dalam perjalanan itu tidak menoleh ke belakang.

Menurut Ustadz Syahrullah alasannya karena kalau menoleh, orang-orang yang mengikuti Nabi Luth akan tercengang dan perjalananya akan terhenti. Allah pun menurunkan azab kepada kaum Sodom pada subuh hari dengan membalikkan tanah yang ditinggali kaum Sodom dan menghujan mereka dengan batu. [yy/republika]