27 Dzulqa'dah 1443  |  Senin 27 Juni 2022

basmalah.png

Shalat Berjamaah Secara Daring, Apakah Boleh dan Sah?

Shalat Berjamaah Secara Daring, Apakah Boleh dan Sah?

Fiqhislam.com - Belakangan ini marak pelaksanaan shalat Jumat secara daring oleh sebagian umat Islam? Bolehkah shalat dilaksanakan secara daring?

Yang dimaksud dengan shalat daring adalah, makmum melaksanakan shalat mengikuti gerakan imam yang berada di lokasi terpisah melalui tayangan baik televisi atau aplikasi zoom, misalnya.

Komite Fatwa Al-Azhar Mesir pada 2020 lalu, saat awal pandemi Covid-19 pernah menanggapi permasalahan tentang bagaimana fatwa hukum shalat semacam ini, saat menjawab hukum shalat tarawih berjamaah secara online.

Dilansir di Al-Masry Al-Yaoum, Kamis (18/3), Komite Fatwa Al-Azhar Mesir, menjelaskan keabsahan shalat berjamaah pada umumnya hanya sah apabila dilakukan di satu tempat, satu waktu, dan bersamaan.

Adapun para ahli fikih menetapkan bahwa sah hukumnya bagi makmum untuk mengikuti imam shalat dalam sebuah shalat jamaah yang dilakukan dalam kelompok komunikasi yang spasial. Yakni, hanya berada di satu tempat.

Hal ini disandarkan sebagaimana yang terdapat dalam Madzhab Hanafi, mengutip kitab Badai’ as-Shana’i sebagai berikut.

ومنها- اتحاد مكان الإمام والمأموم، ولأن الاقتداء يقتضي التبعية في الصلاة، والمكان من لوازم الصلاة فيقتضي التبعية في المكان ضرورة، وعند اختلاف المكان تنعدم التبعية في المكان فتنعدم التبعية في الصلاة لانعدام لازمها

Yakni penyatuan imam dan makmumnya dalam satu tempat karena membutuhkan subordinasi dalam shalat. Yaitu tempat persyaratan shalat harus dalam subordinasi yang sama. Jika unsur subordinasi yang menjadi syarat sah shalat ini hilang, tentu keabsahan shalat juga sirna.

Adapun dalam pandangan Madzhab Syafii, sebagaimana dikutip dari Hasyiyat al-Jumal, adalah sebagi berikut:

وثالثها: اجتماعهما أي الإمام والمأموم بمكان.. فإن كانا بمسجد صح الاقتداء، وإن بعدت مسافة، وحالت أبنية كبئر وسطح.. لَمْ يَصِحَّ الِاقْتِدَاءُ إذْ الْحَيْلُولَةُ بِذَلِكَ تَمْنَعُ الِاجْتِمَاعَ

shalat berjamaah dimaknai dengan adanya imam dan makmum di suatu tempat. Jika mereka berada di masjid maka shalat jamaahnya sah, namun jika mereka berada dalam jarak yang berjauhan, seperti terhalang bangunan tinggi yang beratap, maka shalat jamaah bagi makmumnya tidak sah."

Untuk itu berdasarkan penyandaran pada hal-hal tersebut, Tim Komite Fatwa Al-Azhar Mesir menyebutkan bahwa tidak sah hukumnya melakukan shalat berjamaah secara online melalui televisi, radio, maupun siaran komunikasi modern. Maka ditegaskan bahwa siapapun yang melakukan shalat berjamaah secara online, shalatnya tidak sah. [yy/republika]