19 Safar 1443  |  Senin 27 September 2021

basmalah.png

5 Contoh Buruk Sangka kepada Allah SWT Menurut Ibnu Qoyyim

5 Contoh Buruk Sangka kepada Allah SWT Menurut Ibnu Qoyyim

Fiqhislam.com - Berburuk sangka tidak hanya dilarang terhadap sesama manusia, tetapi juga lebih-lebih kepada Allah SWT.

Imam Ibnu Qoyyim dalam kitabnya 'Zad al-Maad' menggambarkan tentang beberapa contoh berburuk sangka kepada Allah SWT.

Ibnu Qoyyim mengatakan banyak orang yang berprasangka buruk kepada Allah SWT. Hal ini justru tidak memberi mereka keamanan kecuali orang-orang yang bertakwa kepada-Nya.

Ibnu Qoyyim menjelaskan:

Pertama, dari orang yang berburuk sangka kepada Allah SWT yaitu berpikir telah kehilangan kasih sayang Allah SWT.

Kedua, siapapun yang berburuk sangka bahwa Allah SWT tidak memenuhi segala kebutuhannya. Maka kebenaran akan memudar pada dirinya dan tidak pernah bangkit setelah itu karena berprasangka buruk pada Allah SWT.

Ketiga, siapapun yang mengingkari apa yang telah menjadi ketetapan Allah SWT, berdasarkan penilaian yang diketahuinya. Dia cenderung menyangkal kebijaksanaan Allah SWT atas apa yang ditetapkan untuknya.

Keempat, siapapun yang berpikir bahwa Allah SWT akan mengecewakan dirinya dan tidak memberikan apa yang diminta. Maka kemudian yang bersangkutan enggan memohon pertolongan Allah SWT dan juga enggan berserah dirinya pada-Nya.

Kelima, siapapun yang melakukan perbuatan maksiat dan banyak berbuat dosa, kemudian memanggil seorang wali atau orang mati atau orang hidup atau raja, dengan harapan dia terhindar dan terselamatkan dari siksaan Allah SWT.

Padahal, sungguh, Ibnu Qoyyim menyampaikan, jangan berprasangka buruk tentang Allah SWT karena Dia lebih dari kebaikan. Demikian kata-kata Ibnu Qoyyim yang mengakhiri pembahasan. [yy/republika]