13 Safar 1443  |  Selasa 21 September 2021

basmalah.png

Istri yang Baik dan Tidak Baik Menurut Al-Quran

Istri yang Baik dan Tidak Baik Menurut Al-Quran

Fiqhislam.com - Perumpamaan istri yang baik dan tidak baik diabadikan oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an. Adapun kategori seorang istri yang baik (salehah) di antaranya adalah taat kepada Allah Ta'ala, patuh kepada suaminya dan menjaga kehormatan suaminya.

Istri yang Baik

Berikut kisah istri yang baik menurut pandangan Allah dikisahkan dalam Al-Qur'an. Berikut friman-Nya:

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا امۡرَاَتَ فِرۡعَوۡنَ‌ۘ اِذۡ قَالَتۡ رَبِّ ابۡنِ لِىۡ عِنۡدَكَ بَيۡتًا فِى الۡجَـنَّةِ وَنَجِّنِىۡ مِنۡ فِرۡعَوۡنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِىۡ مِنَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِيۡنَۙ

"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun, ketika dia berkata, "Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (QS. At-Tahrim Ayat 11).

وَمَرۡيَمَ ابۡنَتَ عِمۡرٰنَ الَّتِىۡۤ اَحۡصَنَتۡ فَرۡجَهَا فَنَفَخۡنَا فِيۡهِ مِنۡ رُّوۡحِنَا وَصَدَّقَتۡ بِكَلِمٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهٖ وَكَانَتۡ مِنَ الۡقٰنِتِيۡنَ

"Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat." (QS. At-Tahrim Ayat 12).

Dalam Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an Ustaz Marwan Hadidi bin Musa dilansir dari tafsirweb menerangkan, Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang beriman bahwa perempuan beriman meskipun menjadi istri seorang kafir yang pada waktu dibolehkan, akan memperoleh keselamatan di Akhirat. Seperti istri Fir'aun (Asiyah binti Muzahim). Beliau adalah perempuan shalihah yang memegang teguh tauhid. Ketika menghadapi siksaan Fir'aun yang memaksanya untuk murtad, beliau berdoa memohon keselamatan kepada Allah.

Kemudian, Maryam putri Imran, perempuan mulia yang memelihara kehormatannya. Allah memberikannya penghargaan, penghomatan, dan kemuliaan karena menjaga kehormatannya. Mereka itulah sosok-sosok istri yang baik yang patut diteladani oleh kaum perempuan.

Istri yang Tidak Baik

Adapun istri yan tidak baik diceritakan oleh Allah dalam Al-Qur'an pada ayat sebelumnya. Allah berfirman:

ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيۡنَ كَفَرُوا امۡرَاَتَ نُوۡحٍ وَّ امۡرَاَتَ لُوۡطٍ‌ ؕ كَانَـتَا تَحۡتَ عَبۡدَيۡنِ مِنۡ عِبَادِنَا صَالِحَـيۡنِ فَخَانَتٰهُمَا فَلَمۡ يُغۡنِيَا عَنۡهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيۡــًٔا وَّقِيۡلَ ادۡخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِيۡنَ‏

"Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksaan) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), "Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)." (QS. At-Tahrim Ayat 10).

Ustaz Marwan Hadidi bin Musa menerangkan, bahwa istri seorang Nabi tidak dijamin masuk surga, jika tidak beriman kepada Allah. Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir bahwa menjadi istri Nabi itu tidak otomatis masuk surga apabila tidak beriman kepada Allah.

Seperti istri Nabi Nuh dan istri Nabi Lut 'alaihimussalam. Keduanya berkhianat kepada kedua suaminya. Istri Nabi Nuh menuduh suaminya gila dan istri Nabi Lut memberitahukan kehadiran para tamu ganteng kepada orang banyak yang homoseks, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun untuk menyelamatkannya dari siksaan Allah karena kekufuran mereka.

Dan dikatakan kepada kedua istri Nabi itu di Aakhirat, "Masuklah kamu berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk neraka karena kekufuran mereka kepada Allah". Begitu juga istri yang beriman tidak bisa menyelamatkan suamiya yang kafir dari azab Allah.

Demikian perumpamaan istri yang baik dan istri yang tidak baik menurut Al-Qur'an. Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قِيْلَ، يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ؟ قَال : الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلاَ تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ (رواه النسائي)

"Dari Abi Hurairah RA berkata: Ditanyakan kepada Rasulullah, perempuan yang bagaimana yang paling baik? Beliau menjawab: Perempuan yang menyenangkan jika suaminya memandangnya, mematuhi jika suami menyuruhnya dan tidak melakukan sesuatu yang tidak disukai suami pada dirinya dan hartanya." (HR. An-Nasa'i). Wallahu A'lam. [yy/Rusman H Siregar/sindonews]