1 Rabiul-Awwal 1444  |  Selasa 27 September 2022

basmalah.png

5 Bacaan Doa untuk Orang Sakit

doa munajat

Fiqhislam.com - Memohonkan doa untuk kesembuhan orang sakit adalah hal yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim. Bukan hanya untuk keluarga, kerabat, sahabat terdekat atau orang yang kita kenal, tetapi untuk semua kaum muslimin.

Berikut 5 Doa untuk orang sakit sebagaimana diajarkanRasulullah Saw:

1. Dari Sayyidina-Ali radhiyallahu 'anhu.

Ketika Nabi menjenguk seorang A'rabi yang sakit, beliau berkata:

لاَ بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

"Tidak apa-apa, ini menyucikan, Insya Allah." (HR Al-Bukhari No. 3616, 5656, 5662)

Imam Ibnu Hajar menjelaskan, maksud "menyucikan/thahuur" di sini yaitu menyucikan dari dosa-dosamu. Bukan hanya bermakna penyuci saja, kalimat Insya Allah menunjukkan bahwa thahuur di sini bermakna doa. (Fathul Bari, 10/119).

2. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘Anhuma.

Nabi Saw bersabda:

مَنْ عَادَ مَرِيضًا، لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مِرَارٍ: أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ، إِلَّا عَافَاهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ الْمَرَضِ

Barang siapa yang menjenguk orang sakit dan dia belum menghadapi kematiannya, maka bacakanlah di sisinya tujuh kali: "As-alullahal 'Azhim Rabbal 'Arsyil 'Azhim Ayyasyfiyaka" (Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Rabb-nya 'Arsy yang Maha Agung semoga Dia menyembuhkanmu," melainkan Allah akan menyembuhkan dia dari penyakitnya itu. (HR Abu Daud No. 3106, At Tirmidzi No. 2083, Ahmad No. 2137. Lafazh ini milik Abu Daud)

3. Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha.

Jika Nabi menjenguk orang sakit atau orang sakit mendatanginya maka beliau berdoa:

أَذْهِبِ البَاسَ رَبَّ النَّاسِ، اشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

"Wahai Rabbnya manusia, hilangkanlah penderitaannya, obatilah dan Engkau Maha Penyembuh, dan tidak ada obat kecuali obatMu, obat yang tidak meninggalkan rasa sakit." (Muttafaq 'Alaih).

4. Hadis Riwayat Imam Muslim berikut:

وروينا في صحيح مسلم رحمه الله، عن عثمان بن أبي العاص رضي الله عنه، أنه شكا إلى رسول الله Saw وجعا يجده في جسده، فقال له رسول الله Saw ضَعْ يَدَك عَلَى الَّذِي تَأْلَمُ مِنْ جَسَدِك، وَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاَللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Diriwayatkan kepada kami dalam Shahih Muslim rahimahullah, dari Utsman bin Abil 'Ash bahwa ia mengadu kepada Rasulullah perihal penyakit yang ia rasakan pada tubuhnya. Rasulullah Saw lalu mengatakan kepadanya: "Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang dirasa sakit. Bacalah tiga kali, 'BISMILLAH', Lalu bacalah tujuh kali, 'A'UDZU BILLAHI WA QUDROTIHI MIN SYARRI MAA AJIDU WA UHAADZIRU' (Dengan menyebut nama Allah, dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai).

5. Membaca Surah Al-Fatihah

Salah satu keutamaan Surah Al-Fatihah adalah menyembuhkan penyakit sehingga disebut Asy-Syafiyah (yang menyembuhkan) dan Asy-Syifa' (obat). Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Abu sahabat Sa'id Al Khudri radhiyallahu 'anhu, Nabi Saw bersabda:

"Bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah Saw berada dalam perjalanan safar, lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung enggan untuk menjamu. Penduduk kampung itu lantas berkata kepada para sahabat yang mampir, "Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah karena pembesar kampung tersengat binatang dan terserang demam". Di antara para sahabat lantas berkata, "Iya ada." Lalu iapun mendatangi pembesar kampung dan meruqyahnya dengan membaca Surah Al-Fatihah . Maka pembesar kampung itupun sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya. Wallahu A'lam. [yy/Rusman H Siregar/sindonews]