fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Ramadhan 1442  |  Selasa 13 April 2021

Benarkah Merayakan Ulang Tahun Haram?

Benarkah Merayakan Ulang Tahun Haram?

Fiqhislam.com - Tradisi mengucapkan selamat ulang tahun hingga merayakan hari kelahiran kerap dianggap haram oleh sebagian orang, karena tradisi tersebut tidak diajarkan oleh Rasulullah. Lalu apakah melakukan tradisi yang tidak tertera dalam sunnah lantas menjadi haram?

Direktur Rumah Fiqih Indonesia Ahmad Sarwat menjelaskan, tradisi mengucapkan selamat ulang tahun bukanlah budaya yang diajarkan Rasulullah, dan memang tidak ada pada zaman kenabian. Seumur hidup Rasulullah tidak pernah melakukan tradisi tersebut, begitu juga kalangan sahabat maupun tiga generasi setelahnya.

"Karena memang bukan tradisi mereka. Maka kalau kemudian tradisi mengucapkan ulang tahun ini dikaitkan dengan sunnah nabi atau dengan apa yang dilakukan pada zaman kenabian, jelas tidak akan ada rujukannya. Tapi apakah segala hal yang tidak dilakukan nabi lantas menjadi haram? Nah, jawabannya tentu tidak," kata pengajar di Kampus Syariah Sekolah Fikih ini saat dihubungi Republika.co.id beberapa waktu lalu.

Ustaz kelahiran Kairo, Mesir 51 tahun silam itu mengatakan, sejatinya banyak ritual yang dijalankan umat Muslim, khususnya di Indonesia, padahal tidak pernah diajarkan atau dilakukan Nabi SAW pada zaman kenabian. Misalnya tradisi pulang kampung, halal bihalal, atau bagi-bagi angpao saat lebaran, yang tidak pernah dicontohkan atau dilakukan nabi.

"Tapi apakah yang kita lakukan itu menjadi haram karena tidak dilakukan di masa nabi? Jawabannya tidak," katanya.

Adapun pengaitan tradisi mengucapkan ulang tahun dengan budaya orang-orang Barat atau non-Muslim juga kerap menjadikan tradisi ini dianggap haram oleh sebagian kalangan. Namun saat ditanya, Ustaz Sarwat justru menegaskan esensi pengadaptasian budaya Barat yang kebanyakan justru bebas nilai atau tidak merusak atau bertentangan dengan ketentuan syariah dalam Islam.

"Mungkin tradisi mengucapkan selamat ulang tahun banyak dicontek dari Eropa atau Amerika. Lalu apakah mengucapkan ulang tahun karena mengikuti tradisi Barat lantas menjadi haram? Dan apakah segala yang dilakukan orang barat atau non-Muslim bertentangan dengan nilai Islam? Padahal kenyataannya banyak sekali pola budaya barat yang diadaptasi atau diterapkan di Indonesia dan itu bebas nilai, atau tidak merusak ketentuan syariah, misalnya melakukan penelitian, pendidikan hukum, ekonomi dan kedokteran kita juga banyak yang mengutip dari barat dan itu sah saja," jelasnya.

"Termasuk budaya mengucapkan ulang tahun. Apakah dengan mengikutinya lantas kita dianggap melakukan tradisi yang bertentangan dengan nilai islam? Ya tentu ada pro kontra tapi saya ingin menegaskan pada dasarnya tradisi ini tidak haram walaupun ada beberapa pihak yang mengharamkannya," ujarnya.

Ustaz Sarwat mengatakan, untuk menghindari ketersinggungan nilai, terdapat banyak opsi yang dapat dilakukan umat Muslim dalam merayakan hari kelahiran. Salah satunya dengan cara bersedekah, mengundang makan bersama, memberi hadiah, atau sekedar mengucapkan selamat dan memberikan doa.

"Tiup lilin sering dianggap budaya kafir, walaupun tidak mutlak haram juga," ujarnya. [yy/republika]