fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

Pendengaran Menjadi Indera yang Pertama Difungsikan Allah

Pendengaran Menjadi Indera yang Pertama Difungsikan Allah

Fiqhislam.com - Manusia ketika berada di dalam rahim ataupun setelah dilahirkan ke dunia, berada dalam keadaan nol. Tak seluruh panca inderanya dapat difungsikan, kecuali yang pertama adalah indera pendengaran. Mengapa demikian?

Di dalam Alquran, Allah SWT berfirman di Surah An-Nahl ayat 78:

“Wallahu akhrajakum min buthuni ummahatikum laa ta’lamuna syai’an wa ja’ala lakumus-sam’a wal-abshara wal-af-idah la’allakum tasykurun,”.

Yang artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”.

“Manusia begitu pertama kali lahir, ada dalam keadaan nol. Lalu Allah memberinya anugerah yaitu dengan memfungsikan fungsi telinga terlebih dahulu,” kata KH Ahsin Sakho dalam kajian live streaming.

Beliau menjelaskan, difungsikannya telinga terlebih dahulu karena fungsi-fungsi indera yang lainnya memang belum difungsikan Allah. Sehingga dengan berfungsinya telinga, sang bayi dapat merasakan kehadiran orang-orang di sekelilingnya sehingga dia dapat mendengar suara-suara dan tak merasa kesepian.

KH Ahsin kemudian menjelaskan bagaimana cara Allah memfungsikan setiap indera manusia secara bertahap. Saat pertama kali keluar dari rahim ibu, katup jantung secara otomatis difungsikan Allah dalam waktu sepersekian detik. Kemudian dilanjutkan dengan fungsi pendengaran, lalu kemudian menyusul fungsi mata dan indera lainnya di pekan-pekan berikutnya. [yy/republika]