fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Terhapusnya Paganisme Dengan Kedatangan Agama Islam

Terhapusnya Paganisme Dengan Kedatangan Agama Islam

Fiqhislam.com - Kedatangan Islam mengeluarkan manusia dari kegelapan, kesyirikan, dan kekufuran. Islam membawa manusia pada cahaya yang benar, pada kemurnian iman. Kedatangan Islam mengakhiri paganisme dan kesesatannya.

Dan dalam waktu singkat Rasulullah SAW membangun Islam yang luhur, keyakinan yang benar dan kuat. Kedatangan Islam menyeru untuk beribadah menyembah pada Allah Yang Esa. Meniadakan semua berhala, memperbaiki individu, keluarga, masyarakat, dan menghapuskan segala perbedaan.

Islam datang dengan hanya menilai manusia berdasarkan ketakwaan, dan amal saleh. Sehingga bangsa Arab pun mengalami perubahan sosial yang begitu drastis. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-Hujarat ayat 13:

إن أكرمكم عند الله أتقاكم إن الله عليم خبير

“Sesungguhnya yang paling milia di antara kamu di sisi Allah adalah yanh paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Yang Mahamengetahui, Mahamengenal.”

Islam datang dan melawan kesesatan, kejahiliyahan serta dari praktik sihir, serta semua ajaran-ajaran sesat termasuk meratapi kematian. Sebagaimana sabda nabi:

ليس منا من شق الجيوب ولطم الخدود، ودعا بدعوى الجاهلية

“Bukanlah dari golongan kami orang yang menyobek pakaian dan menampar-nampar pipi, dan berteriak-teriak dengan teriakan orang-orang jahiliyah.” (HR Muslim).

Sesungguhnya tujuan utama Islam menghapuskan paganisme adalah untuk membangun penghambaan kepada Allah saja. Dan agar paruh secara mutlak pada Allah dalam sehala hal, dan meyakini bahwa Allah tidak ada sekutunya.

قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم ألا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئا ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله فإن تولوا فقولوا اشهدوا بأنا مسلمون

“Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)," (QS Ali Imran: 64).

ولا يأمركم أن تتخذوا الملائكة والنبيين أربابا أيأمركم بالكفر بعد إذ أنتم مسلمون

Artinya: "dan (tidak wajar pula merawat) memerintahkanmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (menyuruh) dia menyuruhmu pajak kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?." (QS Ali Imran: 80).

Sebagaimana hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dari Muadz bin Jabal dia berkata:

عن معاذ بن جبل رضي الله عنه أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- قال لي : ( يا معاذ! هل تدري ما حق الله على عباده وما حق العباد على الله؟) قلتُ : الله ورسوله أعلم، قال : (فإن حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا، وحق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئاً ).

“Rasulullah berkata kepadaku, ‘Wahai Muadz, tahukah engkau apa hak Allaah atas hamba-Nya? Dan apakah hak hamba atas Allah? Aku menjawab “Allah dan RasulNya lebih mengetahuinya. Beliau bersabda hak Allah atas hambaNya adalah agar Dia disembah dan tidak disekutukan sedikitpun juga. Dan hak hamba atas Allah bahwasanya mereka tidak diazab jika mereka tidak mempersukutukan-Nya sedikitpun.”

Maka tujuan besarnya yaitu adalah pengabdian kepada Allah, yang mensyaratkan manusia membebaskan dari ketundukan pada selain Allah. Maka manusia bukan tunduk pasa paganisme dan kesesatan, dan tidak sempit akal dan diperbudak tahayul.

ولقد كرمنا بني آدم وحملناهم في البر والبحر ورزقناهم من الطيبات وفضلناهم على كثير ممن خلقنا تفضيلا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS Al Isra: 70). [yy/republika]