fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Ramadhan 1442  |  Rabu 12 Mei 2021

Kiamat Makin Dekat: Wabah Corona Belum Ada Tanda-Tanda Surut

Kiamat Makin Dekat: Wabah Corona Belum Ada Tanda-Tanda Surut

Fiqhislam.com - Dalam hadis Auf bin Malik r.a., Rasulullah SAW bersabda,

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ، فَقَالَ: “اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِي، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ المَقْدِسِ، ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الغَنَمِ، ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ المَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا، ثُمَّ فِتْنَةٌ لاَ يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ العَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ، ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الأَصْفَرِ، فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا”

“Aku mendatangi Nabi SAW saat perang Tabuk, dan beliau sedang berada di kubah kulit. Beliau mewanti-wanti, “Hitunglah enam (tanda) menjelang kiamat, yaitu kematianku, penaklukan Baitul Maqdis, kematian yang menimpa kalian bagai penyakit qu‘ash kambing, keberlimpahan harta, sampai seseorang diberi seratus dinar namun masih marah (merasa kurang), kemunculan fitnah sehingga tidak ada satu pun rumah orang Arab melainkan akan dimasukinya, terjadi perjanjian antara kalian dengan Bani al-Ashfar (Romawi) lalu mereka berkhianat, mereka mengepung kalian di bawah delapan bendera, yang setiap benderanya terdiri atas dua belas ribu pasukan.” (HR Bukhari).

Kabar yang disampaikan oleh Rasulullah SAW bahwa Baitul Maqdis akan ditaklukkan oleh orang-orang Mukmin itu, sudah pernah terjadi pada masa Khalifah Umar ibnu Khattab , yakni pada tahun 16 Hijriah. Khalifah Umar sendiri datang langsung ke Baitul Maqdis mendamaikan penduduknya, menaklukkan wilayahnya, serta mensterilkannya dari kaum Yahudi dan Nasrani . Umar r.a. lalu mendirikan masjid di arah kiblat Baitul Maqdis.

Kabar tentang penaklukan Baitul Magdis merupakan kabar gaib yang diberitakan oleh Rasulullah SAW, namun yang terpenting untuk dimengerti peristiwa tersebut merupakan bukti akan datangnya hari Kiamat.

Wabah

Pada hadis tersebut terdapat informasi mengenai penyakit ganas yang mematikan dan merupakan bagian dari tanda akan tibanya hari Kiamat. Sebagian ulama menerjemahkan wabah yang dimaksud adalah penyakit thaun di Amwas.

Dalam bagian ini, Ibnu Hajar berpandangan, “Tanda itu sebenarnya telah disinyalir telah muncul pada wabah penyakit thaun amwas di era kekhalifahan Umar ra setelah penaklukan Baitul Maqdis.”

Menurut pendapat masyhur di kalangan ulama, pada sekitar tahun 18 Hijriah terjadi wabah thaun di distrik Amwas kemudian mewabah di negeri Syam.

Penyakit thaun adalah penyakit yang disebabkan oleh Enterobakteria Yersinia Pestis. Penyakit ini dibawa oleh hewan pengerat terutama tikus.

Dalam peristiwa ini banyak dari kalangan sahabat dan yang lainnya meninggal dunia. Konon, korban meninggal dunia dalam peristiwa ini mencapai 25.000 jiwa kaum Muslimin.

Di antara tokoh tokoh terkenal yang meninggal dunia adalah Abu Ubaidah Amir ibnu al Jarrah , yang dipercaya oleh umat ini, juga Zhirar bin al Azwar, salah seorang pahlawan umat Islam dalam berbagai peperangan dan penaklukan.

Rasulullah mengabarkan bahwa ketentuan Allah pasti terjadi. Beliau juga menggambarkan bahwa terbunuhnya mereka oleh penyakit thaun itu termasuk syahid .

Thaun adalah salah satu wabah saja. Setelah itu, berbagai wabah berjangkit. Terbaru adalah wabah Covid-19 yang banyak merenggut nyawa manusia, termasuk para ulama.

Dalam hadis shahih Bukhari ini, Nabi menbuatkan enam tanda kiamat kecil. Sebagian besar disebutkan oleh ulama hadis sudah terjadi.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam Badruddin al-‘Aini dalam ‘Umdatul Qari menyebutkan bahwa 5 tanda di atas sudah terjadi, yaitu kematian Rasulullah, penaklukan Baitul Maqdis pada masa sahabat Umar, wabah penyakit Amwas yang terjadi pada masa Umar bin Khattab, keberlimpahan harta yang terjadi pada saat pemerintahan Ustman bin Affan, dan ujian (pertikaian) setelah masa Utsman. Tanda terakhir merupakan menjelang kemunculan Imam Mahdi yang menurut al-‘Aini belum terjadi. Wallahu'alam. [yy/sindonews]

Miftah H Yusufpati