fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

Nasihat Imam Ghazali untuk Para Pedagang yang Lalaikan Shalat

Nasihat Imam Ghazali untuk Para Pedagang yang Lalaikan Shalat

Fiqhislam.com - Imam Ghazali berpesan kepada para pedagang agar aktivitas jual belinya tak membuatnya lalai terhadap bekal akhirat. Jangan sampai kesibukan bermuamalah dagang lupa menyibukan diri taat kepada Allah SWT.

"Sebaiknya aktivitas bisnis tidak menyibukkanmu sehingga engkau hanya mengejar keuntungan dunia dan menyiapkan bekal modalnya di akhirat," kata Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulimiddin.

Menurutnya jika umat muslim sibuk dengan perkara dunia (berdagang) maka akan mendapat kerugian yang nyata di akhirat kelak. Untuk itu usahakan transaksi jual beli tak melalaikan shalat, zakat dan puasa sebagai bekal kehidupan akhirat.

"Hendaklah engkau jadikan niatmu berdagang dalam rangka mencari rezeki halal, menjaga diri dari meminta-minta dan menghasilkan bekal supaya engkau dapat mengejar akhirat," katanya.

Imam Ghazali mengatakan, bahwa generasi salaf tidak suka mengambil upah dari sesuatu yang masih menjadi bagian dari ibadah dan fardhu kifayah, seperti memandikan mayat, menguburkan jenazah, mengumandangkan adzan dan mengimami shalat tarawih.

Imam Ghazali melanjutkan, apabila seseorang dengan berdagang menginginkan sesuatu yang telah dijelaskan atas, maka jangan sampai pasar dunia menyibukannya hingga melupakan pasar akhirat (masjid). Karena Allah subhanahu wa taala dalam surat an-Nnur ayat 37 berfirman.

"Orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah."

Untuk itu meski sibuk berdegang, orang Islam tetap berada di masjid sejak awal subuh hingga siang terang benderang dan kembali ke masjid pada setiap kali shalat fardhu. Setiap kali suara adzan mengetuk telinganya, harus langsung meninggalkan urusan muamalah duniawi yang sedang dilakukan.

Imam Ghazali mengatakan, sebagian dari mereka (generasi salaf) ketika mendengar adzan, pada saat masih mengangkat palu, maka mereka langsung meninggalkannya alih-alih memantulkannya. Dan terpenting ketika saat berada di pasar, hatinya selalu mengingat Allah.

"Sebab di dalamnya tersimpan banyak keutamaan," katanya.

Rasulullah bersabda barangsiapa masuk ke pasar lalu membaca:

"Tiada Tuhan selain Allah Dia Maha Esa tiada satu sekutu baginya hanya Miliknya lah kerajaan dan segala puji. Dia menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Hidup, tidak pernah mati. Semua kebaikan ada di tangannya dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka Allah akan menetapkan baginya beribu-ribu kebaikan."

Seyogyanya kata Imam Ghazali para pedagang selalu mengawasi setiap muamalahnya supaya tidak mengalami kesulitan keluar dari pertanggungjawabannya pada hari perhitungan amal. Karena pada hari itu, dia akan dihisab atas setiap muamalah yang dia jalankan dan akan dituntut perihal niatnya dan hak-hak orang lain:

"Apakah dia menjaganya atau mengabaikannya. Wallahualam," tutup Imam Ghazali. [yy/republika]