fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

Keberkahan Suatu Negeri

Keberkahan Suatu Negeri

Fiqhislam.com - Semua orang pasti berharap negerinya menjadi negeri yang berkah. Dengan keberkahan ini penduduk suatu negeri akan hidup dengan aman, tenteram, makmur, subur, dipenuhi dengan kebaikan dan kebahagiaan. Atau dalam bahasa Alquran ketika menjelaskan negeri Saba’ disebut dengan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Secara bahasa istilah berkah, menurut Imam al-Ghazali, artinya ziyadah al-khair, yakni bertambahnya nilai kebaikan. Dikuatkan pula oleh Imam Nawawi bahwa berkah adalah tumbuh, berkembang, atau bertambah dan kebaikan yang berkesinambungan.

Tentang keberkahan ini Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS al-A’raf: 96).

Al-Qurtubi dalam tafsirnya mengatakan, yang dimaksud keberkahan dari langit dan bumi adalah hujan dan tumbuh-tumbuhan. Sementara itu, al-Baghawi dalam kitab Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta’wil menjelaskan, keberkahan dalam ayat tersebut adalah diluaskan dan dimudahkannya berbagai macam kebaikan di seluruh penjuru.

Syarat dan kunci utama untuk mendapatkan keberkahan tersebut adalah iman dan takwa kepada Allah SWT. Iman secara bahasa at-tashdiq atau percaya (QS Yusuf: 17). Secara istilah membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan.

Sementara itu, takwa dapat dimaknai, mengerjakan ketaatan dan perintah-perintah Allah serta meninggalkan kemaksiatan dan segala larangan Allah dengan tujuan mendapatkan rahmat dan keridhaan Allah SWT serta terhindar dari siksa Allah SWT.

Alquran juga menyebutkan berbagai macam keutamaan dari iman dan takwa yang juga merupakan bagian dari bentuk keberkahan. Di antaranya Allah akan memberikan furqan, yakni pembeda antara kebenaran dan kebathilan (QS al-Anfal: 29).

Berikutnya, Allah menjadikan makharaj (jalan keluar) dari setiap permasalahan, memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, dan menjadikan segala urusannya mudah. (QS at-Thalaq: 2-4).

Namun sebaliknya, kemaksiatan, kufur nikmat, dan kezaliman yang merajalela akan mencabut keberkahan dari suatu negeri itu sendiri. Allah telah menggambarkan di dalam Alquran dengan memberikan sebuah perumpamaan tentang sebuah negeri yang awalnya penuh berkah kemudian berubah menjadi sengsara karena kemaksiatan yang dilakukannya.

“Dan Allah telah membuat perumpaan sebuah negeri yang dahulunya aman, tenteram, rezekinya datang melimpah ruah dari setiap tempat, tetapi karena penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka Allah merasakan bencana kelaparan dan ketakutan sebab ulah perilaku mereka sendiri." (QS an-Nahl: 112).

Salah satu upaya untuk menegakkan keimanan dan ketakwaan adalah dengan menghidupkan gerakan amar makruf dan nahi mungkar. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai macam elemen baik keluarga maupun masyarakat, seperti organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, pondok pesantren, masjid-masjid, dan lain-lain. (QS Ali Imran: 104). [yy/republika]

Oleh Muhammad Rajab