fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Ramadhan 1442  |  Selasa 13 April 2021

Rasulullah Tersenyum Melihat Nabi Ini Masuk Surga Sendirian

Rasulullah Tersenyum Melihat Nabi Ini Masuk Surga Sendirian

Fiqhislam.com - Sebuah kisah menakjubkan sekaligus membuat Baginda Nabi Muhammad Saw tersenyum. Ketika seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar, Rasulullah diperlihatkan seorang Nabi masuk surga sendirian tanpa pengikut.

Siapakah Nabi yang dimaksud? Adapun yang populer adalah 25 Rasul karena kisah mereka diceritakan dalam Al-Quran.

Selain 25 Rasul itu, ternyata ada banyak Nabi yang diutus Allah Ta'ala. Salah satunya adalah Nabi Syam'un 'alaihissalam. Secara etimologi, Syam'un disebut Simson (Ibrani). Syam'un artinya 'yang berasal dari matahari'. Nabi Syam'un adalah salah seorang Nabi dari kalangan Bani Israil.

Kisah Nabi Syam'un (Samson) ini tidak terdapat dalam Al-Quran. Namun, kisahnya diceritakan dalam Kitab Qisasul Al-Anbiya. Dalam kitab itu dikatakan bahawa Nabi Muhammad Saw tersenyum sendiri, lalu ditanya oleh sahabatnya, "Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?" Nabi menjawab: "Diperlihatkan kepadaku Hari Akhir ketika seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar, ada seorang Nabi dengan membawa pedang yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga. Beliau adalah Syam'un."

Kelebihan Nabi Syam'un

Dalam Kitab Muqasyafatul Qulub karangan Imam Al-Ghazali diceritakan bahwa Rasulullah Saw berkumpul pada bulan suci Ramadhan. Rasulullah bercerita mengenai Nabi Allah bernama Syam'un. Rasulullah menggelarnya Syam'un Ghazi.

Nabi Syam'un dianugerahkan oleh Allah kekuatan luar biasa, seperti melunakkan besi. Kemudian mampu menundukkan binatang buas dan berkemampuan mengangkat tiang istana dan merobohkannya.

Nabi Syam'un dikenal sebagai Nabi yang menentang keras perbuatan kaumnya yang ingkar dengan perintah Allah. Pada masa itu, Raja Israil sendiri adalah seorang yang ingkar dan zalim terhadap rakyatnya. Sifat congkak raja itu mengundang rasa benci beliau sehingga menyebabkan beliau tiada henti untuk berdakwah kepadanya walau dengan segala cara sekalipun.

Dikisahkan, Nabi Syam'un pernah berkata kepada istrinya tentang kelemahan dirinya yang dapat dilemahkan dengan mengikat dirinya dengan rambutnya sendiri. Suatu hari Nabi Syam'un ditangkap oleh pihak kerajaan.

Beliau disiksa dan dibutakan matanya. Namun, hal itu tidak menghalanginya untuk terus berjuang menentang kebatilan. Nabi Syam'un bermunajat dan berdoa kepada Allah agar kekuataannya dikembalikan sepertu dahulu. Allah pun mengabulkan doa beliau.

Syam'un menggunakan kekuatan yang dimiliknya dengan meruntuhkan seluruh istana sehingga mengorbankan raja dan istri beliau sendiri. Setelah kejadian itu, Nabi Syam'un kemudian bersumpah untuk beribadah selama 1000 bulan tanpa henti.

Begitulah kisah Nabi Syam'un yang membuat Rasulullah tersenyum. Para Sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah untuk mengikuti jejak Nabi Syam'un yang beribadah 1000 bulan.

Mendengar itu Rasulullah Saw terdiam sejenak hingga Malaikat Jibril datang menurunkan wahyu kepada beliau. Jibril mengabarkan ada satu malam pada bulan Ramadhan yang keberkahannya sama dengan 1000 bulan. Malam yang dimaksud adalah Lailatul Qadar. Siapa saja yang beribadah pada malam itu maka pahala amalannya menyamai 1000 bulan. [yy/sindonews]

Rusman H Siregar

 


 

Tags: Nabi | Anbiya | Surga | Syam'un