fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Ramadhan 1442  |  Selasa 13 April 2021

Ghibah dan Adu Domba Perkara Haram Terberat Setelah Syirik

Ghibah dan Adu Domba Perkara Haram Terberat Setelah Syirik

Fiqhislam.com - Setelah perbuatan syirik, maka perkara haram yang berat setelahnya adalah ghibah dan adu domba. Maka hati-hati dan waspadalah dengan perkara ini

Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah dalam pesan nasihat agamanya dalam grup kajian dikutip Senin (/1/2/2021) mengatakan :

"Ghibah dan adu domba termasuk di antara perkara haram yang paling berat setelah perbuatan syirik. Dan lebih berat lagi bila itu dilakukan terhadap ulama dan para penguasa, karena akan menimbulkan banyak hal negatif. Di antaranya ialah rusaknya nilai persatuan, menumbuhkan buruk sangka pada penguasa, serta memupus harapan baik rakyat pada pihak pemerintah." (Al Ajwibah Al Mufidah, hlm. 109).

Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan juga mengingatkan diam dari kesalahan atas perbuatan mereka bukan bermakna diam saja. Tetapi nasihatilah dengan cara yang syar'i.

Dari 'Iyadh bin Ghanm radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ? bersabda :

"Siapa yang mempunyai nasihat bagi penguasa; maka jangan dia sampaikan secara terbuka. Hendaknya dia temui secara khusus baru dia sampaikan. Bila diterima maka itulah yang diharapkan. Sedang jika tidak; maka dia telah menjalankan hak dan kewajibannya." -Hasan- (Al Ajwibah Al Mufidah, hlm. 108) HR. Al Hakim, III/290.

"Saat kita tidak boleh berontak pada pemerintah; bukan berarti bahwa mereka tidak dinasihati. Bahkan harus dinasihati; tetapi secara empat mata. Wajib hukumnya bagi rakyat yang memiliki masukan untuk menyampaikannya kepada penguasa." (Al Allamah Al Fauzan dalam Ithaful Qari, hlm. 192). [yy/okezone]