fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

Penjelasan Tentang Manhaj dan Akidah

Penjelasan Tentang Manhaj dan Akidah

Fiqhislam.com - Sering kita mendengar istilah akidah, tauhid dan manhaj terutama di kalangan penuntut ilmu. Istilah-istilah ini memiliki pengertian yang berbeda apabila dirinci

Hendaknya penuntut ilmu atau orang yang akan belajar agama berusaha memahami hal ini. Ini menujukkan ia berusaha paham dasar agama.

Ustaz Raehanul Bahraen dalam akun Instagramnya menuliskan belajar agama dari dasar merupakan cara beragama yang baik dan mengantarkan kepada kebahagiaan

Kita tidak berharap tidak ada penuntut ilmu yang gemar berdebat kusir padahal membedakan definisi dasar ini saja tidak paham.

1.Manhaj Lebih Luas daripada Akidah

Secara umum, manhaj lebih luas dari pada aqidah karena manhaj adalah metodologi beragama yang meliputi akidah, akhlak, muamalah dan lain-lainnya.

Akidah lebih luas daripada tauhid, karena akidah mencakup akidah terkait apa yang Allah dan Rasul-Nya sampaikan kepada kita meliputi akidah terkait dengan mengesakan Allah (tauhid), akidah terhadap rasul-Nya, kitab-Nya, malaikat, hari akhir, takdir dan lain-lain.

Syaikh Shalih Fauzan menjelasakn bahwa manhaj lebih luas daripada aqidah, beliau berkata:

“Manhaj lebih umum daripada akidah. Manhaj meliputi aqidah, perilaku, akhlak, muamalah dan setiap hidup seorang muslim. Setiap langkah (metodologi) yang di mana seorang muslim berjalan disebut dengan manhaj. Adapun akidah maksudnya adalah dasar iman, makna syahadat dan konsekuensinya.”

2.Akidah Lebih Luas daripada Tauhid

Akidah lebih luas daripada tauhid, syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa akidah itu mencakup tauhid, jadi akidah lebih luas, beliau berkata:

“Akidah adalah apa yang menjadi keyakinan kuat seseorang di hatinya dan ia beranggapan dengan aqidah itu ia beragama dan menyembah Allah. Termasuk di dalam cakupan akidah adalah tauhid kepada Allah dan beriman bahwa Allah Paha Pencipta, Maha Pemberi Rezeki dan Allah memiliki asmaul husna dan sifat yang tinggi.” [Majmu’ Fatawa syaikh Bin Baz 6/277]

Catatan:

Sebagian ulama tidak membedakan antara akidah dan manhaj.

Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali berkata:

“Aku mendengar syaikh bin Baz tidak membedakan antara aqidah dan manhaj, kedua hal ini sama. Syaikh Al-Albani membedakan dan aku juga membedaan. Aku berpendapat bahwa manhaj lebih luas daripada aqidah. Manhaj mencakup aqidah, mencakup ibadah dan mencakup cara berfikih, mencakup metode mengkritik/menyangah dan menghadapi (menyanggah) ahli bid’ah.”

Sementara sebagian ulama menyamakan antara akidah dan iman. Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata:

“Aqidah adalah iman yaitu apa yang menjadi keyakinan hati seseorang dan beriman dengannya. Aqidah dan iman adalah sama. Keduanya merupakan amalan hati.” Demikian semoga bermanfaat. [yy/okezone]

 


 

Tags: Akidah | Tauhid | Manhaj