17 Safar 1443  |  Sabtu 25 September 2021

basmalah.png

Nikmat Apa Saja yang akan Dipertanyakan di Akhirat Kelak?

Nikmat Apa Saja yang akan Dipertanyakan di Akhirat Kelak?

Fiqhislam.com - Manusia senantiasa mendapatkan kenikmatan saat hidup di dunia, baik itu dalam bentuk makanan, waktu luang, rumah atau kemewahan lainnya.

Namun nikmat seperti apa yang akan ditanya Allah SWT di akhirat? Allah SWT berfirman:

ثُمَّ لَـتُسۡـَٔـلُنَّ يَوۡمَٮِٕذٍ عَنِ النَّعِيۡمِ

"Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)." (QS At-Takasur: 8).

Dilansir dari laman Mawdoo3 pada Senin (18/1), Imam At-Thabari menyebutkan dalam tafsir ayat ini, bahwa Tuhan Yang Mahakuasa akan bertanya kepada manusia tentang kenikmatan yang telah diberikan kepadanya di dunia ini, dan ulama berbeda pendapat dalam tafsir tentang apa yang dimaksud dengan kenikmatan, di antaranya waktu luang dan kesehatan, kesehatan dan keamanan, kesehatan, indera, makanan dan minuman, atau semua hal yang dinikmati di dunia.

Pendapat yang benar adalah semua hal yang dimiliki seseorang di dunia ini, dan Tuhan Yang Maha-Esa menjadikan istilah kenikmatan dalam ayat yang mulia sebagai istilah umum, mencakup semua berkah yang dinikmati seseorang dalam hidupnya. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim disebutkan:

عن أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ أَوْ لَيْلَةٍ فَإِذَا هُوَ بِأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ فَقَالَ مَا أَخْرَجَكُمَا مِنْ بُيُوتِكُمَا هَذِهِ السَّاعَةَ قَالَا الْجُوعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَأَنَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَأَخْرَجَنِي الَّذِي أَخْرَجَكُمَا قُومُوا فَقَامُوا مَعَهُ فَأَتَى رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ فَإِذَا هُوَ لَيْسَ فِي بَيْتِهِ فَلَمَّا رَأَتْهُ الْمَرْأَةُ قَالَتْ مَرْحَبًا وَأَهْلًا فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيْنَ فُلَانٌ قَالَتْ ذَهَبَ يَسْتَعْذِبُ لَنَا مِنْ الْمَاءِ إِذْ جَاءَ الْأَنْصَارِيُّ فَنَظَرَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَاحِبَيْهِ ثُمَّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ مَا أَحَدٌ الْيَوْمَ أَكْرَمَ أَضْيَافًا مِنِّي قَالَ فَانْطَلَقَ فَجَاءَهُمْ بِعِذْقٍ فِيهِ بُسْرٌ وَتَمْرٌ وَرُطَبٌ فَقَالَ كُلُوا مِنْ هَذِهِ وَأَخَذَ الْمُدْيَةَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاكَ وَالْحَلُوبَ فَذَبَحَ لَهُمْ فَأَكَلُوا مِنْ الشَّاةِ وَمِنْ ذَلِكَ الْعِذْقِ وَشَرِبُوا فَلَمَّا أَنْ شَبِعُوا وَرَوُوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتُسْأَلُنَّ عَنْ هَذَا النَّعِيمِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ الْجُوعُ ثُمَّ لَمْ تَرْجِعُوا حَتَّى أَصَابَكُمْ هَذَا النَّعِيمُ

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Pada suatu hari atau suatu malam Rasulullah SAW pergi keluar rumah, tiba-tiba beliau bertemu dengan Abu Bakar dan Umar. Lalu beliau bertanya: "Mengapa kalian keluar rumah malam-malam begini?" Mereka menjawab;

'Kami lapar, ya Rasulullah! ' Rasulullah SAW bersabda: "Demi Allah yang jiwaku dalam Tangan-Nya, aku juga keluar karena lapar seperti kalian. Marilah!" Mereka pergi mengikuti beliau ke rumah shahabat Anshar (Abu Haitsam bin At Taihan). Namun sayang dia sedang tidak di rumah. Tetapi tatkala istrinya melihat Rasulullah SAW datang, dia mengucapkan:

"Marhaban wa Ahlan (selamat datang)." Maka Rasulullah SAW bertanya: "Kemana si Fulan (Abu Haitsam)?"' Istrinya menjawab; 'Dia sedang mengambil air tawar untuk kami.' Tiba-tiba suaminya datang dan melihat Rasulullah SAW beserta dua sahabat beliau, maka dia berkata; 'Alhamdulillah, tidak ada orang yang lebih bahagia dariku hari ini, karena kedatangan tamu yang mulia.' Lalu dia mengambil setandan kurma, di antaranya ada yang masih muda, yang mulai masak, dan yang sudah masak betul. Katanya; 'Silakan dimakan ini.'

Sambil dia mengambil pisau. Nabi SAW bersabda: 'Jangan disembelih yang lagi mempunyai susu.' Maka dipotong seekor kambing, lalu mereka makan kambing, makan kurma setandan, dan minum. Setelah semuanya kenyang dan puas makan dan minum, Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Bakar dan 'Umar: 'Demi Allah yang jiwaku berada dalam Tangan-Nya, kalian akan ditanya pada hari kiamat tentang nikmat yang kalian peroleh ini. Kalian keluar dari rumah karena lapar dan pulang sesudah memperoleh nikmat ini.” [yy/republika]