fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


3 Ramadhan 1442  |  Kamis 15 April 2021

Makanan Pertama Penduduk Surga

Makanan Pertama Penduduk Surga

Fiqhislam.com - Surga identik dengan kenikmatan abadi yang tak dapat dibayangkan oleh siapapun. Manusia hanya mengetahui sedikit saja melalui Al-Quran dan Hadis Nabi Saw.

Salah satu kenikmatan yang menanti penghuni surga adalah makanan dan minuman yang tak ada habisnya. Muncul pertanyaan, hidangan apakah yang pertama dimakan oleh penduduk surga?

Ketika Abdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu (sahabat Nabi yang sebelumnya pemuka Yahudi di Madinah) mendengar kedatangan sang Nabi di Madinah, beliau datang dan berkata: "Aku akan bertanya kepada tiga hal yang tak seorang pun tahu kecuali seorang Nabi. Apakah tanda-tanda pertama dari Hari Akhir? Makanan pertama apa yang dimakan orang di surga? Mengapa seorang anak mirip ayahnya dan mengapa saudaranya mirip pamannya?"

Nabi Muhammad Saw pun menjawab: "Jibril baru saja memberitahuku tentang jawaban-jawabannya." Abdullah berkata, "Dia (Jibril), dari seluruh Malaikat adalah musuh kaum Yahudi." Rasulullah berkata, "Tanda pertama Hari Akhir adalah akan ada api yang menyatukan orang-orang dari Timur dan Barat. Makanan pertama orang di surga adalah hati ikan. Tentang anak yang mirip orang tuanya, jika seorang pria berhubungan seks dengan istrinya dan mencapai orgasme lebih dahulu, anaknya akan mirip dia dan jika istrinya mencapai orgasme telebih dahulu, maka anaknya mirip sang istri."

Hati ikan. Itulah hidangan pertama yang disajikan Allah Ta'ala untuk penghuni surga. Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu'anhu, Rasulullah Saw bersabda:

يتكفؤها الجبار يبده، كما يتكفأ أحدكم خبزته في السفر نزلا لأهل الجنة. فأتى رجل من اليهود، فقال: بارك الرحمن عليك ياأبا القسم، ألا أخبرك بنزل أهل الجنة يوم القيمة ؟ قال بلى… ثم قال ألا أخبرك بإدامهم ؟ بلام والنون. قالوا وما هذا ؟ قال ثور ونون، يأكل من زائدة كبدهما سبعون ألفا

"… Allah menggenggamnya dengan tangannya, seperti salah seorang dari kalian menggenggam rotinya di kala safar sebagai jamuan bagi penduduk surga." Datanglah seorang Yahudi lalu mengatakan, "Semoga Ar-Rahman memberkahimu wahai Abul Qosim ( Nabi Muhammad ), maukah engkau aku beri tahu tentang jamuan penduduk surga pada hari kiamat? Nabi Saw menjawab, "Tentu saja." Yahudi melanjutkan "Maukah engkau aku kabarkan lauk-pauk mereka (penduduk surga)? Dengan sapi dan ikan" Rasulullah dan para sahabat mengatakan, "Apakah lauk-pauk mereka?" Yahudi menjawab, "Sapi dan ikan, penduduk surga memakan bagian yang paling nikmat seperti hati sapi dan ikan, bahkan lebih nikmat 7000 kali lipat." (Misykatul Mashobih, 18: 136)

Kenapa Hati Ikan Sebagai Makanan Pertama Ahli Surga?

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid mengatakan, telah ada ketetapan dalam sunnah yang sahih bahwa hidangan penduduk surga pertama kali masuk surga adalah 'sekerat hati ikan'. Hal itu terdapat dalam Hadis Tsauban pembantu Rasulullah Saw, bahwa diantara pendeta (rabi) Yahudi mendatangi Rasulullah dan bertanya kepada Nabi Saw untuk menguji beberapa masalah, telah ada dalam percakapannya,

Yahudi bertanya: "Apa suguhan penduduk surga ketika mereka masuk surga?"

Beliau menjawab: 'Sekerat hati ikan'

Pendeta Yahudi bertanya: "Apa makan siang setelahnya?'

Rasulullah mejawab, "Disembelihkan untuk mereka sapi surga yang dimakan dari ujungnya.

Pendeta Yahudi bertanya lagi: 'Apa minuman mereka?'

Nabi menjawab: "Dari mata air yang dinamakan Salsabila. Sampai akhir hadis. (HR Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, 'Ungkapan kata 'Fama tuhfatuhum' adalah apa yang dihadiahkan dan dikhususkan kepada seseorang dan dipersembahkan. Ibrohim Al-Halaby mengatakan ia adalah ujung buah-buahan.' (Dari kitab ‘Syarkh Muslim, 3/227)

Beliau juga mengatakan, Sementara 'An-Nun adalah ikan laut menurut kesepakatan para ulama. Sementara kata 'Zaidahul Kibdi' adalah potongan tersendiri yang ada di hati. Dan itu yang paling enak.' (Kitab 'Syarkh Muslim, 17/135-136)

Telah ada ketetapan hal itu dalam hadis lain dan kitab sunan. Di dalamnya ada perbedaan antara hidangan penduduk surga yaitu sekerat hati ikan laut. Dengan makan siangnya setelahnya yaitu daging sapi surga. Mudah-mudahan Allah Ta'ala melimpahkan rahmat-Nya agar kita tergolong penduduk surga. Aamiin. [yy/sindonews]