8 Rabiul-Awwal 1444  |  Selasa 04 Oktober 2022

basmalah.png

Nabi-Nabi yang Berasal dari Bangsa Arab Sebelum Muhammad Saw

Nabi-Nabi yang Berasal dari Bangsa Arab Sebelum Muhammad Saw

Fiqhislam.com - Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang berasal dari Arab. Lalu apakah ada nabi sebelum Muhammad SAW yang juga berasal dari Arab? Jika ada, siapa mereka, di mana, dan kapan mereka diutus? Apakah ada Nabi yang diutus ke Afrika, Eropa atau Amerika?

Mungkin pertanyaan tersebut sempat tebersit di pikiran kita. Memang, ada sejumlah Nabi yang berasal dari Arab, di antaranya adalah Nabi Hud, Saleh, Syuaib, Ismail, dan Muhammad. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam Al-Badawy As-Syanqithi dalam kitab “Umud an-Nasab sebagai berikut:

Nabi Hud diutus kepada kaum 'Aad yang berasal dari kalangan orang Arab kuno yang tinggal di Al-Ahqaf di Yaman, yakni antara Oman dan Hadramaut. Adapun Nabi Saleh, diutus Allah SWT kepada kaum Tsamud yang tinggal di wilayah Al-Hijr, antara Hijaz dan Tabuk.

Sementara Nabi Syuaib, dikirim untuk kaum Madyan yang tinggal di Madyan, sebuah desa yang berada di wilayah Ma'an di pinggiran Syam di sisi Hijaz. Sedangkan Nabi Ismail, diutus untuk berdakwah kepada suku Amaliq, penduduk Yaman, dan beberapa kelompok lain di Arab.

Nabi Muhammad SAW sendiri dikirim kepada manusia dan jin. Soal apakah ada Nabi yang dikirim ke Afrika, Eropa, atau Amerika, tidak ada dasar yang menyebut demikian.

Namun ini tidak berarti wilayah-wilayah diasingkan. Ada bukti dalam Alquran bahwa Allah SWT telah mengirim utusan ke semua umat manusia. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Fathir ayat 24:

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۚ وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ

"Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan." Begitu pun firman Allah SWT di dalam surat An-Nahl ayat 36:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

"Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah, dan jauhilah tagut", kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)."

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah mengutus kepada setiap orang dan setiap bangsa untuk mengajak mereka kepada kebenaran, menyembah Allah SWT dan memperingatkan mereka soal politeisme dan ketidakadilan. [yy/republika]