12 Rabiul-Awal 1443  |  Selasa 19 Oktober 2021

basmalah.png

Ajal dan Memperpanjang Usia

Ajal dan Memperpanjang Usia

Fiqhislam.com - Batas usia manusia sudah ditentukan oleh Allah Swt bahkan sebelum manusia dilahirkan di dunia. Namun, apakah manusia bisa memperpanjang usianya kendati ajal sudah ditentukan oleh Allah? Sebelum membahas perihal itu, ada baiknya membahas pengertian ajal.

Pendiri Pusat Studi Alquran (PSQ) Prof. M. Quraish Shihab mengatakan ajal adalah apapun yang mempunyai batas akhir, misal kontrak kerja. Jadi, ajal tidak selalu dikaitkan dengan usia.

“Hidup manusia ada batas akhirnya, ada ajalnya. Hidup di dunia berakhir tanggal sekian yang hanya diketahui oleh Allah,” kata Quraish Shihab dalam video bertajuk Apakah Bisa Berdoa Memperpanjang Usia jika Ajal Sudah Ditentukan? di kanal Youtube Najwa Shihab.

Menurut Quraish, ajal dibagi menjadi dua. Hal ini dikarenakan ada persoalan terkait permohonan manusia saat meminta diperpanjang harapan hidupnya oleh Allah. Bahkan, sampai ada doa mahsyur yang saat nisfu syaban diucapkan seperti “Ya Allah kalau Engkau tetapkan aku di lauhul mafuz di kitab-Mu [sampai] usia ini, mohon diperpanjang.”

Alquran membahas hal itu jika dilihat dari segi penafsiran. Allah befirman dalam surat Al-An’am ayat 2 :….qaḍā ajalā, wa ajalum musamman 'indahụ... “Dia menetapkan ajal dan ada lagi ajal tertentu di sisi-Nya.”

Ajal tertentu di sisi-Nya ini yang tidak berubah. Ajal yang pertama bisa berubah dengan adanya faktor yang menjadikannya berubah.

“Nabi bersabda, “siapa yang mau diperpanjang ajalnya, hendaklah dia bersilaturrahim. Jadi silaturrahim bisa memperpanjang ajal,” ujar dia.

Namun, bagi sebagian orang yang mengatakan ajal hanya satu, maksud dari memperpanjang ajal bukan memperpanjang usia atau memperpanjang hari-hari keberadaan di dunia, melainkan memperpanjang dalam arti keberkatannya.

“Itu sebabnya ada orang yang sudah meninggal tapi dia masih hidup. Dia hidup melalui karya-karyanya. Jangan menduga orang yang gugur di jalan Allah itu meninggal tapi dia hidup, mendapat rezeki di sisi Tuhan”. [yy/republika]