27 Dzulqa'dah 1443  |  Senin 27 Juni 2022

basmalah.png

3 Amalan Penghapus Dosa dan Meningkatkan Derajat Muslim

3 Amalan Penghapus Dosa dan Meningkatkan Derajat Muslim

Fiqhislam.com - Allah SWT memberikan bonus-bonus pahala luar biasa kepada hamba-Nya. Bonus-bonus tersebut beragam, antara lain yang bersifat hapuskan dosa atau yang mengangkat derajat diri.

Rasulullah SAW telah memberitahukan jalan bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, di antaranya adalah tiga amalan dalam sabdanya:

عن أَبي هريرةَ رضي الله عنه قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أَلا أدُلُّكُمْ علَى ما يَمْحُو اللَّهُ به الخَطايا، ويَرْفَعُ به الدَّرَجاتِ؟ قالُوا بَلَى يا رَسولَ اللهِ، قالَ: إسْباغُ الوُضُوءِ علَى المَكارِهِ، وكَثْرَةُ الخُطا إلى المَساجِدِ، وانْتِظارُ الصَّلاةِ بَعْدَ الصَّلاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّباطُ

“Maukah kalian aku beritahukan amalan yang dengannya akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat? Para sahabat menjawab: mau wahai Rasulullah. Beliau bersabda: menyempurnakan wudhu di saat yang sulit, banyak melangkah menuju masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, itulah ribath (perjuangan).” (HR Muslim dari Abu Hurairah RA).

Dari hadits di atas Rasulullah memberikan tiga amalan yang akan menghapus dosa dan meningkatkan derajat diri.

Pertama, menyempurnakan wudhu meski di saat sulit. Menyempurnakan wudhu untuk mensucikan diri dari hadas kecil perlu dilakukan. Tentu dengan memperhatikan rukun dan sunnahnya.

Meski terkadang ada situasi dimana kita sedang mengalami kesulitan dalam berwudhu, misal saat cuaca sedang dingin dan di malam hari atau sedang dalam perjalanan. Begitu juga ketika minimnya air untuk berwudhu.

Kedua, lebih sering mendatangi masjid. Berjalan menuju Rumah Allah dan memakmurkannya adalah amal yang mulia. Abu Hurairah RA berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda:

وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ

“Barangsiapa bersuci di rumahnya, lalu berjalan ke satu masjid untuk menunaikan satu shalat fardhu, maka satu langkahnya menghapus dosa dan satu langkah yang lain menaikkan derajatnya.” (HR. Muslim).

Ketiga, menunggu waktu shalat setelah shalat. Jika kita yang memiliki waktu luang dan tidak ada kebutuhan di luar masjid untuk tetap duduk di dalam masjid sambil menunggu datangnya waktu shalat berikutnya. Amalan tersebut memiliki keutungan yang besar di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa duduk di masjid dalam rangka menunggu shalat maka dia terhitung dalam keadaan shalat.” (HR an-Nasa’i dan Ahmad dengan sanad hasan dari sahabat Sahl bin Sa’d as-Sa’idi RA).

Salah satu contoh ibadah ini misalnya setelah shalat Maghrib berjamaah tetap duduk berdzikir atau berdoa atau mengikuti kajian ilmu sambil menunggu didirikannya shalat Isya. [yy/republika]