12 Rabiul-Awal 1443  |  Selasa 19 Oktober 2021

basmalah.png

Berdzikir dengan Menggunakan Tasbih, Bolehkah?

Berdzikir dengan Menggunakan Tasbih, Bolehkah?

Fiqhislam.com - Ddzikir atau dzikrullah adalah wujud penghambaan seseorang kepada Allah 'Azza wa Jalla. Dalam satu ayat, Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir kepada-Nya ialah seperti orang hidup dan orang mati." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Pertanyaannya, apa hukum berdzikir dengan memakai biji tasbih? Berikut penjelasan Al-Habib Zein bin Smith Al-Alawi Al-Husaini dalam tanya jawab akidah ahlussunnah wal jama'ah yang dilansir dari Al-Fachriyah.

Habib Zein menukil Imam as-Suyuthi dalam kitab kumpulan fatwanya berkata: "Tak seorangpun ulama salaf ataupun ulama khalaf meriwayatkan hadits tentang larangan berddzikir dengan menggunakan tasbih. Sebagian besar mereka justru menghitung bacaan ddzikir dengan tasbih, dan mereka tidak menganggapnya makruh."

Ada dua hal yang menetapkan bolehnya membaca tasbih dihitung dengan biji-bijian dan kerikil:

عن ابي سعد بن ابى وقاص رضضي الله عنه انه دخل مع رسول الله صل الله عليه وسلم على امراته وبين يديه نوى او حصى سبح به

Dari Abu Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, sesungguhmu ia bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjumpai istrinya, sedang di kedua tangannya terdapat biji kurma atau kerikil yang dibuat menghitung bacaan tasbih yang ia ucapkan.

عن صفية ام الم المؤ منين رضي الله عنها قالت دخل علي رسو ل الله صلى الله عليه وسلم وبين يدي اربعة آ لا ف نوا ت اسبح بها

Dari Shafiyyah, Ummil Mukminin, ia berkata: "Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjumpai saya, sedangkan di antara kedua tangan saya terdapat 4.000 biji kurma yang saya buat menghitung bacaan tasbih." (HR Imam at-Tirmidzi)

Imam Asy-Syaukani dalam Kitab Nailul Authar menjelaskan: Dua hadis di atas menunjukkan kebolehan menggunakan biji-bijian, kerikil atau tasbih untuk menghitung bacaan tasbih atau ddzikir, berdasarkan taqrir Nabi صلى الله عليه وسلم terhadap dua wanita tersebut dan ketidakingkaran beliau terhadap mereka. Wallahu A'lam. [yy/sindonews]