11 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 07 Oktober 2022

basmalah.png

Pasutri Baru Nikah, Dianjurkan Shalat Dulu 2 Rakaat Sebelum Berhubungan Pertama Kali

Pasutri Baru Nikah, Dianjurkan Shalat Dulu 2 Rakaat Sebelum Berhubungan Pertama Kali

Fiqhislam.com - Disunnahkan bagi seorang suami untuk mengerjakan shalat terlebih dulu bersama isterinya sebelum pertama kali melakukan hubungan badan.

Hal itu berdasarkan atsar dari Salafush Shalih, mudah-mudahan Allah meridhai mereka.Dikutip dari buku "Meneladani Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah"  disebutkan:

Dari Abu Sa'id, mantan budak Abu Usaid, dia berkata: "Aku menikah sedang saat itu aku adalah seorang budak. Aku mengundang beberapa orang sahabat Nabi, di antaranya Ibnu Mas'ud, Abu Dzarr, dan Hudzaifah." Abu Sa'id melanjutkan:"Kemudian shalat pun didirikan. Abu Dzar beranjak maju ke depan (untuk menjadi imam). Maka mereka berkata: "Tetaplah di tempatmu (Jangan menjadi imam). Lalu 'Abu Dzar bertanya:'Begitukah?' Mereka menjawab: "Ya, benar. Sesudah itu, aku pun maju mengimami mereka sedang aku seorang budak. Mereka mengajariku (sesuatu) seraya berujar: "Jika engkau hendak bercampur dengan isterimu (untuk pertama kalinya), kerjakanlah shalat dua rakaat kemudian mohonlah kepada Allah kebaikan isterimu, dan berlindunglah kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya, terserah dirimu dan isterimu.” Diriwayatkan oleh 'Abdurrazzaq dan Ibnu Abi Syaibah.

Sementara dari al-A'masy, dari Syaqiq, dia bercerita:
“Ada seoranglaki-laki bernama Abu Huraiz datang seraya berkata: "Sesungguhnya aku telah menikahi seorang gadis yang masih muda dan perawan, dan sesungguhnya aku sangat takut jika dia tidak menyukaiku.' Abdullah (Ibnu Mas'ud) berkata: "Sesungguhnya kemesraan itu dari Allah dan kerenggangan itu dari setan.

Setan itu ingin menjadikan kalian membenci apa yang dihalalkan Allah bagi kalian. Oleh karena itu, jika isterimu mendatangimu (yaitu sebelum pertama kali berhubungan), suruhlah dia untuk shalat dua rakaat di belakangmu." Diriwayatkan oleh 'Abdurrazzaq dan Ibnu Abi Syaibah.

Dalam salah satu riwayat 'Abdurrazzaq dari al-A'masy, dia (al-A'masy) berkata: "Lalu aku menceritakannya kepada Ibrahim.Dia berkata bahwa 'Abdullah mengatakan: 'Ucapkanlah: 'Ya Allah, berikanlah berkah kepadaku melalui keluargaku dan berikanlah berkah kepada mereka melalui diriku. Ya Allah, satukanlah kami dalam kebaikan dan pisahkanlah kami-jika Engkau pisahkan kepada kebaikan.

Atsar di atas menunjukkan disyariatkannya shalat dua rakaat bagi pasangan suami isteri sebelum mereka melakukan hubungan badan untuk pertama kalinya.

Karena, perintah bersumber dari sahabat tersebut merupakan hal yang tidak memberikan ruang bagi pendapat dan ijtihad pribadi mereka di dalamnya, sebab, hal seperti itu tidak dapat diungkapkan melalui pendapat (pribadi).

Sehingga derajat atsar tersebut adalah marfu'. Hal itu diperkuat dengan fakta bahwa- sanya tidak diketahui adanya orang (sahabat) yang menyelisihi mereka. [yy/okezone]