fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Ramadhan 1442  |  Rabu 12 Mei 2021

Penyebutan Nabi Isa As di Balik Islamnya Raja Negus Habasyah

Penyebutan Nabi Isa As di Balik Islamnya Raja Negus Habasyah

Fiqhislam.com - Raja Negus adalah penguasa Abyssinia (Habasyah) yang sekarang wilayah itu mencakup Ethiopia dan Eritrea. Raja Negus dikenal sebagai tokoh yang sangat terpandang.

Rasulullah mengirimkan sepucuk surat kepada Raja Negus lewat tangan Amr bin Umayyah. Surat itu berbunyi:

بسم الله الرحمن الرحيم، من محمد رسول الله إلى النجاشي الأصحم ملك الحبشة، سلام عليك، فإني أحمد إليك الله الملك القدوس المؤمن المهيمن، وأشهد أن عيسى روح الله وكلمته ألقاها إلى مريم البتول الطاهرة الطيبة الحصينة، فحملت بعيسى، فخلقه من روحه ونفخته، كما خلق آدم بيده ونفخه، وإني أدعوك إلى الله وحده لا شريك له

"Dari Muhammad utusan Allah kepada Negus Ashamat Raja Habasyah. Salam bagimu. Aku memuji Allah, Mahamenguasai, Mahakudus, Mahamemberi aman, Mahamengayomi. Aku bersaksi bahwa Isa adalah ruhullah dan kalimat-Nya yang telah Dia berikan kepada Maryam, Sang Perawan yang suci yang baik dan yang terjaga. Aku menyerumu kepada Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya."

Menurut cendekiawan Muslim Turki, Muhammad Fethullah Gulen dari surat itu tampak Rasulullah berharap Raja Negus akan menyambut baik dakwahnya. Itu sebabnya di awal surat, Rasulullah menyampaikan salam kepada Raja dengan kalimat salam alaika.

Selain itu menurut Gulen isi surat itu menunjukan keindahan bahasa yang digunakan Rasulullah untuk menyeru Raja Negus agar menjadi Muslim. Bahkan dalam surat itu Rasulullah juga menyebut nama Maryam karena Rasulullah mengetahui betul bahwa Raja Negus sangat menghormati dan menyayangi ibu dari Nabi Isa tersebut. Lebih dari itu, menurut Gulen dakwah Rasulullah dalam surat itu dengan menyebutkan ayat yang berhubungan dengan Nabi Isa telah membuka jalan hidayah bagi raja Negus.

"Satu hal yang harus kita perhatikan di sini, yaitu fakta bahwa Negus adalah seorang pemeluk Nasrani. Itulah sebabnya ketika Rasulullah menyampaikan kepadanya tentang ayat-ayat Alquran yang berhubungan dengan Isa Al-Masih sebenarnya beliau telah membangun jalan terbaik untuk mengantarkan dakwah Islam ke dalam hati Raja Negus," jelas Gulen dalam bukunya berjudul Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Umat Manusia.

Ketika surat Rasulullah itu tiba di istana Abyssinia, Raja Negus langsung turun dari singgasananya. Dia langsung mengambil surat tersebut, menciumnya, lalu meletakkan surat itu di atas kepalanya. Setelah membaca surat tersebut, Raja Negus mengumumkan ke-Islamannya dan memerintahkan juru tulisnya untuk menulis surat balasan yang berbunyi sebagai berikut:

بسم الله الرحمن الرحيم، إلى محمد رسول الله -صلى الله عليه وسلم- من النجاشي الأصحم بن أبجر، سلام عليك يا نبي الله من الله ورحمة الله وبركاته، لا إله إلا هو الذي هداني إلى الإسلام، فقد بلغني كتابك يا رسول الله فيما ذكرت من أمر عيسى، فورب السماء والأرض إن عيسى ما يزيد على ما ذكرت، وقد عرفنا ما بعثت به إلينا، وقد قرينا ابن عمك وأصحابه، فأشهد أنك رسول الله صادقاً ومصدقاً، وقد بايعتك، وبايعت ابن عمك، وأسلمت على يديه لله رب العالمين، وقد بعثت إليك يا رسول الله بأريحا بن الأصحم بن أبجر، فإني لا أملك إلا نفسي، وإن شئت أن آتيك فعلت يا رسول الله، فإني أشهد أن ما تقول حق

"Kepada Muhammad utusan Allah dari Negus. Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah. Aku tidak memiliki apa-apa selain diriku. Jika kau menginginkan agar aku mendatangimu, aku pasti akan melakukan hal itu. Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku bersaksi bahwa yang kau katakan adalah benar."

Raja Negus adalah seorang mukmin yang menyadari sepenuhnya akan arti keimanan. Bahkan suatu ketika Raja Negus pernah berkata kepada salah seorang pembantunya bahwa kalau saja dirinya tak memegang kekuasaan, ia pasti akan mendatangi Rasulullah agar bisa membawakan terompah sang utusan Allah.

Saat Rasulullah memasuki Masjid Nabawi, Rasulullah berkata kepada para sahabat bahwa salah satu saudara mereka telah wafat, maka Rasulullah pun meminta sahabat untuk bangkit dan melakukan shalat.

"Para ahli fiqih berbeda pendapat tentang shalat ghaib. Semua madzhab, kecuali madzhab Imam Abu Hanifah, memperbolehkan shalat jenazah dengan cara ini. Para ulama madzhab Hanafi menyatakan bahwa Rasulullah tidak pernah melakukan shalat ghaib terhadap jenazah Raja Negus. Karena dengan mukjizat Allah, peti jenazah sang raja muncul di hadapan Rasulullah," jelas Gulen. [yy/republika]