12 Rabiul-Awal 1443  |  Selasa 19 Oktober 2021

basmalah.png

Keutamaan Menjawab Adzan, Dapat Ganjaran Surga hingga Syafaat

Keutamaan Menjawab Adzan, Dapat Ganjaran Surga hingga Syafaat

Fiqhislam.com - Sebanyak lima kali muazin mengumandangkan azan untuk mengingatkan umat muslim akan masuknya waktu sholat. Saat berkumandang, umat Islam disunahkan untuk menjawab panggilannya dan tidak boleh berbicara. Terdapat ganjaran surga dan syafaat bagi manusia yang menjawab panggilan azan.

Imam Syafi’i dan Imam Malik berpendapat yang dikutip dari buku 400 Kebiasaan Keliru dalam Hidup Muslim karya Abdillah Firmanzah Hasan, bahwa makruh untuk berbicara hal ini dikarenakan agar menghormati muazin yang sedang mengumandangkan azan kepada seluruh manusia agar segera bergegas kembali atau beribadah kepada-Nya.

Saat azan pun disunahkan untuk meninggalkan aktivitas yang tidak bermanfaat kemudian dilanjutkan dengan segera mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat. Apabila menjawab azan dengan penuh yakin maka pasti akan masuk surga.

Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Apabila muazin mengatakan 'Allahu Akbar Allahu Akbar' maka salah seorang dari kalian mengatakan 'Allahu Akbar, Allahu Akbar’ Kemudian muazin mengatakan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallah,’ maka dijawab, ‘Asyhadu an laa ilaa ilaaha illallah.’ Muazin mengatakan setelah itu, 'Asyhadu anna muhammadan Rasulullah,’ maka dijawab, ‘Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah.’ Saat muazin mengatakan, ‘Hayya ‘alash sholah,’ maka dijawab, ‘La haula wala quwwata illa billah.’ Saat muadzin mengatakan, ‘Hayya ‘alal falah,’ maka dijawab, ‘La haula wala quwwata illa billah.’ Kemudian muadzin berkata, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar,’ maka pendengar pun mengatakan, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar.’ Di akhirnya muazin berkata, ‘La ilaaha illallah,’ ia pun mengatakan, ‘La ilaaha illallah.’ Bila yang menjawab azan ini mengatakan dengan keyakinan hatinya niscaya ia pasti masuk surga,” (HR. Muslim).

Setelah azan berkumandang, dilanjutkan membaca doa sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa yang membaca ketika mendengar azan (selesai):

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ ، وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

Allahumma rabba hadzihid da’watit tammati wash sholatil qaa-imah, aati Muhammadaanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqaamam mahmuuda alladzi wa’adtah,’ (Ya Allah pemilik panggilan yang sempurna ini dan sholat yang didirikan berilah Muhammad wasilah dan keutamaan dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan padanya), melainkan dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat,” (HR. Bukhari).

Kemudian sebelum memasuki sholat wajib dan memasuki panggilan iqamah, berdoa di antara azan dan iqamah adalah salah satu waktu mustajab. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara azan dan iqamah, maka berdoalah (kala itu),” (HR. Ahmad).

Selain mendapatkan surga, jika membaca doa setelah azan maka Rasulullah akan memberikan syafaatnya kepada mereka yang istiqamah membacanya.

Lalu apabila memiliki hajat, dapat dipanjatkan sambil menunggu waktu iqamah tiba karena saat itu adalah waktu yang mustajab, artinya Allah dengar dan kabulkan, Insya Allah. Semoga kaum muslimin dapat mengambil keutamaan-keutamaan yang terdapat pada panggilan azan. Amin. [yy/okezone]

 


 

Tags: Adzan | Surga | Syafaat