12 Rabiul-Awal 1443  |  Selasa 19 Oktober 2021

basmalah.png

3 Akhlak Penghuni Surga

3 Akhlak Penghuni Surga

Fiqhislam.com - Ulama besar kelahiran Khurasan, Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam Kitab Tanbihul Ghafilin menyebutkan tiga macam akhlak penghuni surga. Ketiga hal tersebut agaknya sulit diamalkan kecuali orang-orang yang memiliki budi pekerti mulia.

Beliau menukil nasihat indah Luqman Al-Hakim kepada anak lelakinya: "Wahai anakku, tiga hal yang tidak diketahui kecuali pada tiga hal yaitu: (1) Orang yang sabar tidak dikatahui kecuali ketika marah. (2) Orang yang berani tidak diketahui kecuali ketika perang. (3) Saudara tidak diketahui kecuali ketika berhajat (berkepentingan).

Imam Abu Laits mengisahkan seorang alim dari Tabi'in pernah dipuji seseorang. Maka ia bertanya kepada orang yang memuji: "Apakah engkau pernah menguji aku ketika marah sehingga engkau ketahui kesabaranku?" Jawab orang itu: "Tidak."

Orang alim itu bertanya lagi: "Apakah engkau pernah menguji aku di dalam berpergian sehingga engkau mengetahui kebaikan akhlakku?" Jawab orang itu: "Tidak". "Apakah engkau pernah menguji amanahku sehingga engkau ketahui benar-benar aku seorang yang amanah?" Orang itu menjawab: "Tidak." Kemudian orang alim berkata: "Celaka engkau, seorang tidak boleh memuji lain orang sebelum diuji dalam tiga macam itu".

Imam Abu Laits menyebutkan tiga macam akhlak penghuni surga yaitu:
1. Memaafkan orang yang zalim kepadamu.
2. Memberi kepada orang yang bakhil kepadamu.
3. Membantu orang yang bersalah kepadamu.

Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Jibril tentang tafsir ayat (Yang berbunyi): "Khudzil afwa wa'mur bil urfi wa'aridh anil jahilin?" Jibril menjawab: "Aku akan bertanya kepada Allah." dan Jibril berkata: "Ya Muhammad, sesungguhnya Allah menyuruhmu menghubungi kerabat yang memutuskan hubungan padamu dan memberi pada orang yang bakhil padamu dan memaafkan orang yang aniaya kepadamu".

Ibnu Ajlan dari Said Almagburi dari Abu Hurairah RA berkata: "Ada seorang memaki Sayyidina Abu Bakar RA sedang Rasulullah SAW duduk, maka beliau SAW diam. Abu bakar menjawab, maka segera Nabi Muhammad SAW bangun dari temaptnya, maka dikejar oleh Abu Bakar sambil berkata: "Ya Rasulullah, dia maki-maki saya dan engkau diam, ketika saya jawab, tiba-tiba engkau bangun pergi?"

Rasulullah SAW menjawab: "Sesungguhnya Malaikat telah mengembalikan semua makian orang itu kepadanya ketika engkau diam. Dan ketika engkau menjawab makian, maka pergilah Malaikat itu dan duduklah setan laknatullah, maka saya tidak suka duduk di tempat duduk bersama setan".

Kemudian Beliau SAW bersabda: Tiga macam semuanya hak yaitu:
1. Tiada seorang yang dianiaya lalu memaafkannya karena mengharap keridhoan Allah melainkan pasti ditambah kemuliaan oleh Allah.

2. Tiada seorang yang membuka jalan meminta-minta karena ingin bertambah kekayaan melainkan ditambah kekurangannya (kemiskinan) oleh Allah.

3. Tiada seorang yang memberi sesuatu dengan ikhlas karena Allah melainkan akan ditambah banyak oleh Allah. Wallahu Ta'ala A'lam. [yy/sindonews]