pustaka.png
basmalah.png


10 Dzulqa'dah 1442  |  Minggu 20 Juni 2021

5 Bentuk Cobaan yang Digilirkan pada Manusia

5 Bentuk Cobaan yang Digilirkan pada Manusia

Fiqhislam.com - Ujian atau musibah yang dialami manusia merupakan fitrah termasuk wabah yang terjadi saat ini. Artinya, berbagai cobaan yang menimpa manusia adalah ketentuan Allah yang telah diabadikan dalam Al-Quran.

Kenapa harus ada ujian? Allah Ta'ala mengabarkan kepada manusia melalui firman-Nya: "Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun". (Surah Al-Mulk Ayat 2).

Menurut Dai lulusan Al-Azhar Mesir Ustaz Muchlis Al-Mughni, ada lima ujian yang digilirkan kepada manusia sebagaimana dikabarkan dalam Al-Qur'an. Berikut firman-Nya:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sesuatu (sedikit) ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah [2]: Ayat 155)

Penjelasan:
Kata Ustaz Muchlis, inilah hakikat hidup manusia akan diberikan 'sedikit' musibah, artinya musibah yang Allah timpakan kepada kita itu sementara dan bukan yang paling dominan sepanjang hidup kita.

1. Sedikit ketakutan (krisis yang menimpa kejiwaan seperti deprsesi, stres, kena PHK dan sebagainya)

2. Sedikit kelaparan (krisis yang menimpa fisik; sakit dan lain-lain)

3. Sedikit kekurangan harta (krisis keuangan; terlilit utang dan lain-lain)

4. Sedikit kekurangan jiwa (kehilanagan keluarga, salah paham dalam rumah tangga atau dalam persahabatan)

5. Sedikit kekurangan buah-buahan (krisis yang menimpa usaha, gagal panen, rugi dalam jual beli dan semacamnya)

"Tujuan musibah ini ingin membersihkan dosa dan maksiat hamba jika dia termasuk ahli dosa dan maksiat," kata Dai yang juga Imam Masjid Cut Meutia Menteng Jakarta Pusat ini.

Jika bukan termasuk tipe manusia seperti itu maka bertujuan untuk mengangkat derajat dan kedudukan hamba tersebut. Ternyata dibalik musibah semuanya adalah kebaikan dan kenikmatan.

Syarat untuk mendapatkan itu semua adalah sabar dalam menghadapi musibah. Sabar dalam arti menahan diri dari melakukan hal negatif.

Menahan pikiran dari berburuk sangka kepada orang lain apalagi kepada Allah. Menahan ucapan dari berkata yang tidak pantas serta menahan perbuatan dari menyakiti diri dan orang lain.

Ayat itu ditutup dengan, "berbahagialah untuk orang-orang yang sabar". Sedikit musibah itu hanya sesaat, mantapkan kesabaranmu maka engkau akan bahagia. Balasan Allah itu tidak ada batasnya untuk orang-orang yang bersabar. [yy/sindonews]