12 Safar 1443  |  Senin 20 September 2021

basmalah.png

Tiga Cara Rasulullah Mengatasi Orang Munafik

Tiga Cara Rasulullah Mengatasi Orang Munafik

Fiqhislam.com - Sifat munafik sangat ditentang dalam Islam. Ada sejumlah ayat Alquran yang menjelaskan tentang ciri-ciri munafik dan sangat dibenci oleh Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Saat berdakwah di Madinah, Rasulullah sering diganggu dan ditentang oleh kaum munafik.

Kaum munafik itu adalah mereka yang mengaku Islam, tapi ternyata berdusta dan berkhianat kepada Nabi. Mereka bersekongkol dengan suku-suku yang membenci Nabi.

Abdullah bin Ubay, tokoh kaum munafik di Madinah, membenci Nabi Muhammad karena jadi penghalang baginya berkuasa di Madinah. Abdullah saat ini berpotensi jadi pemimpin Madinah, tapi setelah Rasulullah hijrah dan mengubah tatanan kehidupan masyarakat sesuai tuntutan Islam, popularitas Abdullah menurun.

Abdullah murka dan membenci Nabi. Ia kerap mengolok-olok Nabi dan Islam, mengadu domba kaum muslimin, memfitnah dan bersekongkol dengan Yahudi yang memusuhi Nabi.

Rasulullah dalam sebuah hadist menjelaskan, “tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat.”

Kemudian ada hadits lain yang menjelaskan bahwa berdebat hingga melampaui batas termasuk dalam kategori munafik.

Guru Besar FDIK UIN Mataram NTB juga Sekjend Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan dalam artikelnya di kolom kajian tafsir jaringansantri.com menulis, bahwa ada tiga cara Rasulullah mengatasi orang munafik, yakni:

Pertama: Al -I’Rodh (Berpaling) فاعرض عنهم

Orang munafik adalah orang yang tak kokoh pendiriannya. Orang munafik orang yang hati dan gerak geriknya tak pernah beriringan. Orang munafik adalah orang yang selalu berseri seri dihadapan orang yang dia benci padahal orang yang dia benci adalah orang yang memberikan dia manfaat dan kebaikan. Pantaslah Nabi Muhammad diperintah oleh Allah untuk berpaling tak perlu diajak kompromi dalam perjuangan.

Kedua: al-Izhoh (Nasihati) وعظهم

Orang munafiq masih ada sisi untuk mereka sadar maka berikanlah nasihat yang positif kepadanya. Nasihat yang baik dapat diharapkan bisa merubah karakter kemunafikannya.

Ketiga: Qaulan Baliighan (وقل لهم فى انفسهم قولا بليغا)

Qaulan Baliighan: ungkapan kata kata yang terang dan jelas tanpa ada basa basi sebagai cara yang paling strategis untuk mendekatkan orang munafik menuju kebenaran.

Qaulan Balighan ungkapan rasional yang cepat dicerna oleh logika pikir orang munafik karena orang munafik memang diberikan nalar yang relatif tinggi. Qaulan Balighan komunikasi rasional humanis yang diperuntukkan bagi siapa saja yang lebih mendahulukan logikanya ketimbang hatinya. [yy/okezone]