14 Rajab 1444  |  Minggu 05 Februari 2023

basmalah.png

Berbagai Manfaat Sedekah

Berbagai Manfaat Sedekah

Fiqhislam.com - Ustadz Yusuf Mansur mengatakan, pengalaman dimudahkan karena sedekah bisa terjadi pada siapa saja. Ia menyebut sedikitnya ada empat keutamaan bersedekah.

Pertama, mengundang datangnya rezeki.

Allah berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba-Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. "Imam Ali pernah menyatakan, 'pancinglah rezeki dengan sedekah'," katanya.

Kedua, sedekah dapat menolak bala. Rasulullah pernah bersabda, "Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah."

Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit. Rasulullah menganjurkan, "Obatilah penyakitmu dengan sedekah."

Keempat, menunda kematian dan memperpanjang umur. Rasulullah mengatakan, "Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan umur."

Mengapa semua itu bisa terjadi? Menurut Yusuf Mansur, sebab Allah mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah sudah mencintai seseorang, maka tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada kebutuhannya yang Allah tidak kabulkan, tidak ada dosanya yang Allah tidak ampuni, dan dia akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah (baik).

"Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi oleh manusia. Begitu dahsyatnya femonena sedekah, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah?" ujarnya.

 

Berbagai Manfaat Sedekah

Fiqhislam.com - Ustadz Yusuf Mansur mengatakan, pengalaman dimudahkan karena sedekah bisa terjadi pada siapa saja. Ia menyebut sedikitnya ada empat keutamaan bersedekah.

Pertama, mengundang datangnya rezeki.

Allah berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba-Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. "Imam Ali pernah menyatakan, 'pancinglah rezeki dengan sedekah'," katanya.

Kedua, sedekah dapat menolak bala. Rasulullah pernah bersabda, "Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah."

Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit. Rasulullah menganjurkan, "Obatilah penyakitmu dengan sedekah."

Keempat, menunda kematian dan memperpanjang umur. Rasulullah mengatakan, "Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan umur."

Mengapa semua itu bisa terjadi? Menurut Yusuf Mansur, sebab Allah mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah sudah mencintai seseorang, maka tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada kebutuhannya yang Allah tidak kabulkan, tidak ada dosanya yang Allah tidak ampuni, dan dia akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah (baik).

"Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi oleh manusia. Begitu dahsyatnya femonena sedekah, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah?" ujarnya.

 

Sedekah-Sedekah Sederhana Rasulullah SAW dalam Keseharian

Sedekah-Sedekah Sederhana Rasulullah SAW dalam Keseharian


Fiqhislam.com - Sedekah adalah sumber kebajikan yang menjalin hubungan kemanusiaan dengan empati, kasih sayang, dan persaudaraan.

Memberi adalah sumber kebahagiaan, dan seorang Muslim merasa bahagia jika dapat membahagiakan orang lain dengan apa yang ada pada dirinya.

Ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, ''Siapakah manusia yang paling baik?'', Rasulullah hanya menjawab, ''Orang yang sanggup memberi manfaat kepada sesamanya!

''Selanjutnya Rasulullah ditanya, ''Amal apa yang paling utama?'' Rasulullah menjawab, ''Memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman.'' (HR Thabrani).

Seorang Muslim seharusnya menjadi 'pembuka kebajikan' di mana pun berada. Rasulullah bersabda, ''Sesungguhnya kebajikan itu bagai khazanah (tempat penyimpanan) yang mempunyai kunci, maka bahagialah orang yang dijadikan Allah kunci pembuka kebajikan, penutup kejahatan. Dan, celakalah orang yang dijadikan Allah kunci pembuka kejahatan, penutup kebajikan.'' (HR Ibnu Majah).  

Rasulullah SAW pernah menegaskan perlunya setiap orang memberi sedekah setiap hari. ''Tiap-tiap jiwa keturunan Adam, tanpa kecuali, harus bersedekah, setiap hari, di mana matahari terbit di dalamnya.

''Mendengar hadis itu, seorang sahabat yang tak punya apa-apa untuk disedekahkan bertanya, ''Bagi orang semacam kami ini, bagaimana bisa bersedekah? '' Rasulullah menjelaskan, ''Sesungguhnya pintu kebajikan itu banyak sekali. Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dengan khidmat dan khusuk adalah sedekah. Mengajak orang kepada yang baik dan melarang dari yang munkar adalah sedekah. Menyingkirkan sebuah batu dari jalan untuk memudahkan orang lewat adalah sedekah. Menuntun orang buta menyeberang jalan adalah sedekah. Memberi petunjuk kepada orang yang bertanya kepadamu adalah sedekah.

Memapah orang yang tak berdaya dan mengharapkan bantuan dengan kekuatan dua betismu serta mendukung orang yang lemah dengan kekuatan dua lenganmu adalah sedekah. Dan senyummu bila berhadapan dengan saudaramu adalah sedekah.'' (HR Bukhari-Muslim).

Dengan kata-kata yang sederhana dan praktis Rasulullah SAW menjelaskan pengertian sedekah tidak hanya terbatas dalam bentuk materi. Sedekah mengandung makna yang lebih tinggi dan lebih luas daripada sekadar pemberian kepada orang lain yang bersifat materi.

Tidak selamanya sedekah harus berupa benda atau uang. Sedekah memiliki makna yang luas: setiap orang, dalam kondisi apa pun, dapat melakukannya.

Islam meluruskan persepsi yang keliru; seolah anggota masyarakat sudah ditakdirkan terdiri dari tingkatan, yaitu 'golongan pemberi', yang memiliki kelebihan dari segi materi dan tak perlu menerima apa-apa karena sudah mampu.

Lalu 'golongan penerima', yang tak bisa memberi karena tidak berpunya. Islam membawa pandangan baru bahwa proses memberi dan menerima, sesungguhnya melibatkan semua anggota masyarakat, kaya ataupun miskin, masing-masing bisa berbuat menurut kemampuannya. [yy/republika]