fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


3 Ramadhan 1442  |  Kamis 15 April 2021

100 Kata-Kata Bijak Umar bin Khattab

100 Kata-Kata Bijak Umar bin Khattab

Fiqhislam.com - Umar bin Khattab RA merupakan sosok yang mulia dan agung. Semasa hidupnya, Umar bin Khattab memberikan banyak nasihat-nasihat berupa petuah dan kata-katanya. Dalam sebuah riwayat disebutkan:

حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ يَحْيَى بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ غُضَيْفِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ وَضَعَ الْحَقَّ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ يَقُولُ بِهِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Yahya bin Khalaf berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul A'la dari Muhammad bin Ishaq dari Makhul dari Ghudlaif bin Al Harits dari Abu Dzar ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah meletakkan kebenaran pada lisan Umar yang senantiasa dia ucapkan."

Sementara, Ali bin Abi Thalib menyebutkan: "Orang yang paling baik dari kalangan umat ini, setelah Nabi SAW, adalah Abu Bakar, selanjutnya Umar."

Dalam buku Sang Legenda Umar bin Khattab  karya Yahya bin Yazid Al Hukmi Al Faifi, dicatat ada 100 petuah dan nasihat Umar bin Khattab, yaitu:

1. Umar melayangkan surat kepada Abu Musa Al Asyari: "Barang siapa yang niatnya tulus dan ikhlas niscaya Allah memberinya kecukupan antara dia dan orang lain."

2. Umar berkata, "Bertemu dan mengunjungi saudara dapat menghilangkan perasaan duka dan sedih. Maka, jika Allah memberimu karunia mendapatkan  cinta dan kasih sayang seseorang maka indahkanlah."

3. "Jauhilah rasa kenyang. Karena itu akan memberatkan hidupmu dan menyusahkan kematianmu."

4. "Dulunya kami adalah orang-orang yang hina. Kemudian Allah mengangkat derajat kami dengan Islam. Seandainya kami menginginkan kemuliaan dari selain Islam, sungguh Allah akan mencela dan menghina kami."

5. "Laki-laki sejati bukanlah yang kuat gertakan dan hentakan ancamannya. Tetapi yang bisa menjalankan amanah dengan baik dan menjaga kehormatan orang lain."

6. "Perbanyaklah anggota keluarga. Sungguh kalian tidak mengetahui melalui tangan siapa rezeki itu datang."

7. "Jika ada hewan kendaraan di Irak, maka Allah menanyakan tentang itu kepadaku, "Mengapa kendaraan itu tidak bisa berjalan wahai Umar?"

8. "Sungguh seorang hamba yang tawadhu karena Allah semata niscaya Allah akan mengangkat derajatnya, dan berkata, "Bangkit dan tegaklah, sungguh Allah telah mengangkat derajatmu!"

9. "Perbanyaklah duduk bersama orang-orang yang bertaubat. Sungguh mereka adalah orang-orang yang berhati lembut."

10. "Saya tidak pernah peduli apa yang menimpa hidupku. Apa yang saya cintai ataupun benci. Karena sesungguhnya saya tidak tahu apakah yang saya cintai atau yang saya benci itu baik untuk saya atau tidak."

11. Umar berkata kepada Abu Musa Al Asy'ari, "Sama ratakanlah semua orang di hadapanmu dalam keadilan dan sewaktu bersama denganmu. Jangan sampai orang yang terpandang berbuat tamak dan orang yang lemah merasa putus asa dengan keadilanmu!"

12. "Saya mendapat kabar, bahwa doa itu dihimpit dan dikekang di antara langit dan bumi, tidak bisa naik ke atas sampai diucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad,"

13. Umar berkata, "Sungguh ada orang yang seumur hidupnya menentang dan menjadi penyakit dalam agama Islam ini dan tidak menyempurnakan shalatnya karena Allah." Umar lalu ditanya, "Bagaimana bisa begitu?" Umar bin Khattab berkata, "Orang tersebut tidak melengkapi rukuk, sujud, khusyu, dan tawadhu ketika shalat menghadap Allah."

14. Umar berdoa, "Ya Allah, muliakanlah orang-orang yang Engkau pilih di antara kami, agar mereka bisa membantu orang-orang yang membutuhkan di antara kami."

15. "Sungguh amalan-amalan itu saling angkuh dan membanggakan diri antara satu dengan yang lain. Amal sedekah akan berkata, "Akulah yang lebih mulia dari amalan lain."

16. "Bersikap jujurlah walau nyawa taruhannya! Saya lebih menyukari kejujuran walau membuat diri menjadi rendah - sekecil apapun - daripada berbuat bohong untuk mengangkat derajat walau hanya sedikit."

17. Ada tiga jenis orang ketika menghadapi masalah:
Pertama, menyelesaikan masalah dengan idenya yang justru semakin merusak.
Kedua, menyelesaikan masalah dengan berkonsultasi dan memusyawarahkan kepada yang lebih ahli.
Ketiga, bingung dan tidak menyelesaikan masalah, tetapi tidak mau mencari solusi dan tidak mau mendengar saran dan solusi orang lain."

18. "Tiga hal yang membuat Anda dicintai dan disayang saudara:
Pertama, mengucapkan salam
Kedua, melapangkan dan memberinya tempat duduk dalam suatu pertemuan
Ketiga, memanggilnya dengan panggilan yang paling disukainya."

19. "Jangan pernah membiarkan istri sendiri, walau Anda mengajarinya menghafal Alquran."

20. "Jangan pernah menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin kalian. Karena mereka menerima dan menghalalkan suap. Ketahuilah! Sungguh agama Allah mengharamkan suap menyuap."

21. "Janganlah sekali-kali orang-orang yang tidak mengerti agama dan tidak bisa menimbang timbangan dengan adil, berdagang di pasar!"

22. Tuntutlah ilmu. Dan, belajarlah dari ilmu itu tentang ketentraman dan kelemah-lembutan!"

23. "Bergaullah dengan budi pekerti mulia, dan jadikanlah orang-orang sebagai sahabat dalam beramal dan beribadah!"

24. "Setiap orang yang dianugerahi nikmat pasti ada saja orang yang dengki kepadanya. Ketahuilah! Seandainya setiap orang bisa lebih kuat dari sebatang tanaman gandum, maka pasti ada saja angin yang akan menggoyahkannya. Satu kalimat tajam yang terucap mengenai sasaran tidak akan ada yang mendengarkannya!"

25. "Barang siapa yang datang ke Baitullah dengan ikhlas tanpa ada niat lain, kemudian berthawaf, maka orang tersebut akan suci layaknya ketika dia keluar dari rahim ibunya."

26."Umar berkata kepada Saad bin Abi Waqqash, "Sungguh Allah jika mencintai hamba-Nya, maka Dia akan membuat orang lain mencintai hamba-Nya. Maka Dia akan membuat orang lain mencintai hamba-Nya itu. Maka, perhatikanlah terus kedudukanmu di hadapan Allah sebagaimana kedudukanmu di depan rakyat. Dan ketahuilah, bahwa apa yang ada di tanganmu, di mata Allah adalah seperti yang ada di mata mereka."

27. "Hidup sendiri lebih baik dari pada berteman dengan orang jahat!"

28. "Orang berakal bukan berarti bisa mengenali mana yang baik dan yang buruk. Tetapi orang berakal adalah yang mengetahui mana yang lebih baik dari dua hal buruk."

29. "Setiap sesuatu ada pucuknya. Dan pucuk kebaikan adalah menyegerakannya."

30. Seringkali Umar berpidato dan berkata, "Saya adalah yang beruntung di antara kalian, karena saya bisa menjaga sifat rakus dan tamak, nafsu dan amarah."

31. "Jika zaman sudah rusak, maka jagalah jangan sampai orang-orang bersu'uzhon (Buruk sangka) terhadap kebenaran. Janganlah orang muslim memberi alasan kepada orang yang berbuat ghibah, walaupun yang dikatakan itu benar! Jangan pernah membantu niat ghibahnya meskipun untuk kebaikan dan kejujuran! Sebab perbuatan itu adalah adab yang tercela dan tidak menjaga diri dan kepribadian. Sungguh pengghibah yang jujur pasti membuka dan menyingkap keburukan yang ditutupi-tutupi, menginjak hal yang dihormati, tidak memelihara harga diri dan kehormatan orang lain."

32. "Jika ada hamba Allah yang sombong dengan mengulur-ulur janjinya, kelak Allah pasti mencelanya dan mengatakan, "Pergilah, Allah mencelamu!" Orang tersebut telah berbuat sombong terhadap dirinya. Di mata orang-orang dirinya hina, tak berarti. Sampai-sampai dia tidak lebih hina dari seekor babi."

33. "Barang siapa yang ingin menutupi rahasia diri, pilihan itu ada di tangannya sendiri. Barang siapa yang membuka tabir keburukan, maka jangan salahkan jika orang-orang akan bersu'uzhon terhadap dirinya."

34. "Seseorang menjadi terpandang dan diperhitungkan orang-orang karena hartanya, kehormatannya, agamanya (Kesalehan), kepribadiannya, dan akhlak serta budi pekertinya."

35. "Masjid-masjid adalah rumah-rumah Allah yang ada di bumi. Orang yang shalat di dalamnya adalah tamu Allah. Sudah barang tentu, kewajiban yang dikunjungi adalah menghormati tamunya."

36. "Ingatlah neraka! Panasnya sangat menyengat. Kedalamannya yang curam sangat mencekam. Dinding dan corongnya terbuat dari besi panas."

37. Wanita itu ada tiga golongan:
Pertama, wanita lembut yang menjaga kehormatan dan muslimah, memelihara keluarganya, menghadapi hidup, dan memelihara kehidupan untuk keluarganya.
Kedua, wanita yang perhatian kepada anak.
Ketiga, wanita seperti kutu yang harus dan menghisap pundak orang-orang yang dikehendaki Allah.

38. "Menikah adalah kewajiban, kecuali karena lemah dan takut berbuat zhalim."

39. "Di antara doa Umar bin Khattab:
"Ya Allah, sungguh kami mohon kepada-Mu kebaikan saat-saat ini, dan keberkahan dalam waktu!"

40. "Jauhilah orang-orang yang berdalil menurut pendapatnya. Mereka adalah musuh-musuh sunnah. Mereka menghafal hadits, tetapi berbicara berdasarkan pendapatnya. Ketahuilah, mereka sesat dan menyesatkan."

41. "Sungguh yang melekatkan cinta dan kasih sayang saudaramu adalah memulai salam kepadanya ketika bertemu, memanggilnya dengan nama yang paling disukainya, dan melapangkan dalam pertemuannya."

42. "Jadikanlah orang-orang yang jujur sebagai saudara dan hiduplah bersama mereka! Sungguh mereka adalah perhiasan, kebahagiaan hidup, dan pelipur lara saat duka."

43. "Janganlah mereka mencela saudaramu jika dia sedang beruzur!"

44. "Istiqomah adalah konsisten antara menjaga perintah dan larangan. Jangan melakukan rekayasa seperti tipu daya serigala."

45. Tiga perkara yang menghindahkan cinta dan kasih sayangmu. Kepada saudara, ucapkan salam kepadanya terlebih dahulu, lapangkanlah tempat duduknya dalam pertemuan, dan panggillah dengan sebutan yang paling disukainya."

46. Umar bin Khattab menuliskan surat kepada putranya Abdullah, "Ayah wasiatkan kepadamu: Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Dia mencukupkan dan melindungi orang yang bertakwa kepada-Nya. Barang siapa yang memberikan pinjaman akan diberi balasan. Barang siapa yang bersyukur akan ditambahkan rezekinya. Karena itu, jadikanlah ketakwaaan sebagai pilar penglihatan dan cahaya hatimu."

47. "Sungguh di setiap pundak manusia ada hikmah. Ada malaikat yang ditugaskan untuk mencatat. Allah berkata kepada malaikat tersebut, "JIka hamba-Ku ini tawadhu (Rendah hati), maka angkatlah derajatnya. Tapi jika dia meninggi, maka rendahkanlah dia."

48. "Hak para tetangga adalah mendapatkan seluas-luasnya kebaikanmu dan tidak menyaktinya."

49. "Umar melayangkan sepucuk surat kepada Muawiyah, "Tegakkanlah kebenaran! Sungguh Allah akan menempatkan kedudukanmu bersama orang-orang yang menegakkan yang benar pada hari dimana tidak ada hukum yang berbicara kecuali kebenaran."

50. "Orang yang sedikit rasa malunya sedikit pula sifat wara'-nya. Dan, barang siapa yang sedikit ke-wara'-annya, hatinya pasti mati."

51. "Jika terdengar suara yang memanggil dari langit mengatakan, "Wahai manusia sekalian! Kalian semua masuk ke dalam surga, kecuali satu orang, sungguh saya benar-benar takut jika orang itu adalah saya."

52. "Janganlah pernah berhutang, karena awal dan akhirnya hanyalah perselisihan."

53. "Ajari dan didiklah anak-anak kalian dan shalatkanlah saudara seiman dan sedarah! Demi Allah, sungguh antara seseorang dengan saudaranya ada suatu penghalang. Jika saja dia tahu penghalang itu, maka ketika di rahim dia pasti akan mencabutnya."

54. "Barang siapa yang banyak bicara, banyak pula salahnya."

55. "Dalam keputusasaan itu ada kekayaan. Dalam ketamakan ada kemiskinan. Ketahuilah! menyendiri itu memberikan ketenangan, ketentraman dari bisikan kejahatan dan keburukan."

56. "Tinggalkanlah musuhumu, dan waspadalah terhadap temanmu, kecuali yang terpercaya! Karena orang kepercayaan adalah yang takut kepada Allah."

57. "Janganlah berteman dengan orang-orang yang jahat untuk mempelajari dunia hitam (kejahatan)! Jauhilah musuhmu! Dan, berhati-hatilah terhadap temanmu, kecuali yang terpercaya. Ingatlah! Orang kepercayaan adalah yang takut kepada Allah, khidmat dan khusyu, ketika di kuburan mengingat mati, merasa hina dalam ketaatan, menjaga diri dari maksiat. Berkonsultasilah kepada orang-orang yang takut kepada Allah!"

58. Ada suatu daerah yang nyaris hancur, padahal daerah itu sudah dibangun dan berkembang. Umar bin Khattab lalu ditanya, "Bagaimana bisa ada kampung yang hancur, padahal sudah dibangun kokoh dan berkembang?" Umar menjawab, "Jika para pembuat dosa lebih hebat dari pada orang-orang yang baik di daerah itu, kemudian pemimpin dan tokoh masyarakatnya adalah orang-orang munafik."

59. "Janganlah membebani pajak kepada rakyat, kecuali kepada para pengusaha dan yang berpendapatan besar!" Sungguh jika kalian membebani orang-orang ini, maka karunia dan rezeki semakin banyak. Janganlah membenani orang yang berpendapatan kecil! Sebab jika dia tidak punya pendapatan kemudian mencuri, maka maafkanlah, karena Allah akan memaafkan kalian. Dan, makanlah dari hasil yang bersih."

60. "Memaafkan yang paling afdhal adalah ketika kuat dan sanggup. Dan sebaik-baik kesengajaan adalah ketika bersungguh-sungguh (berniat)."

61. "Perbanyaklah berdzikir mengingat Allah, karena itu adalah obat! Hindarilah mengingat manusia, karena itu penyakit!"

62. "Semakin banyak tertawan, maka semakin tampak kekurangannya dan terhalang keindahan dirinya."

63. "Tinggalkanlah amal dan pekerjaan yang membuatmu takut mati! Karena pekerjaan tersebut tidak akan membahayakanmu setelah mati."

64. "Sesungguhnya yang paling saya takutkan dari kalian semua adalah orang yang berilmu, tetapi munafik. Sahabat Uamr bertanya, "Bagaimana bisa seorang munafik itu berilmu?" Umar bin Khattab berkata, "Bicara hikmah. Tetapi kelakuan atau perbuatannya dosa, dan perkataannya mungkar."

65. "Berlindunglah kepada Allah dari kejahatan perempuan. Dan, jadilah laki-laki dambaan wanita yang waspada dan mawas diri!"

66. Saat Umar menangis, Ibnu Abbas atau orang lain ada yang mengajaknya bicara dan memujinya. Kemudian Umar berkata, "Orang menjadi angkuh, karena kalian membuatnya angkuh. Seandainya saja ibuku belum melahirkanku." Lalu Umar menyampaikan beberapa wasiat.

67. "Ada perbedaan di dalam kebutuhan hidup. Yang paling saya khawatirkan dari kalian adalah ketika kebutuhan itu sedikit, akan tetapi merasa tidak ada kekurangan dan tidak disertai dengan perbaikan. Sedangkan yang bnyak tidak tersisa dan disertai kerusakan."

68. "Barang siapa yang malu terhadap Allah, pasti aibnya selalu dijaga Allah."

69. "Merasa cukup yang disertai niat yang baik, lebih baik daripada banyak disertai pemborosan."

70. Pada suatu saat Umar bin Khattab bertemu dengan dua orang laki-laki yang saling menyombongkan diri. Umar berkata kepada mereka, "Kalau saja kalian adalah orang yang bertakwa, maka harus benar-benar bertakwa. Seandainya ada hutang di antara kalian, hitunglah! Jika kalian berakal, mestinya menjaga harga diri. Apabila kalian punya harta dan biasa mendermakannya niscaya kalian mendapat kemuliaan. Kalau tidak ada di antara semua itu, maka kalian lebih parah dari dua ekor keledai. Kalau saya masih melihat kalian saling menyombongkan diri seperti ini, saya akan melagakan kepala kalian berdua."

71. Dikisahkan ada seorang laki-laki yang mendatangi Umar dan berbicara terlalu banyak. Umar bin Khattab lalu berkata kepadanya, "Terlalu banyak bicara disenangi setan."

72. "Ide dan pendapat itu banyak, tetapi sedikit yang benar-benar baik."

73. Umar bin Khattab pernah berkata, "Allah menyayangi orang yang mendermakan sisa hartanya dan memegang teguh sisa ucapannya."

74. "Janganlah engkau tertipu dengan perawakan seseorang sampai dia terlihat marah. Dan jangan pula terperdaya dengan agama (Kesalehannya) sampai tampak sifat tamaknya."

75. Pada suatu hari Umar bin Khattab melintas di depan Shafwan bin Khalaf Al Jamhi. Dia berkata, "Saya anak saluran air itu, tali airnya dan tempat keranjang adalah pengemisnya." Umar bin Khattab berkata, "Jika kami adalah orang yang bertakwa, pastilah kamu orang yang mulia. Kalau perawakanmu baik, sudah barang tentu punya kepribadian yang baik pula. Kalau saja kamu adalah orang yang berakal, pasti punya asal-usul. Jika tidak, maka kamu lebih buruk daripada seekor anjing atau keledai."

76. "Tidak ada sesuatu di dunia ini yang lebih bermanfaat dan lebih tepat dalam masalah agama, kecuali firman Allah itu sendiri."

77. Umar bin Khattab berkata kepada seorang laki-laki yang tangannya terluka, "Obatilah walau hanya dengan tulang."

78. Pada suatu hari Umar berjalan melewati anak-anak yang sedang asyik bermain pasir. Umar berkata, "Pasir itu seperti suasana musim semi bagi anak-anak."

79. "Masalah tidak bisa diselesaikan, kecuali dengan ketegasan tanpa paksaan, dan dibarengi dengan cara lembut tapi tidak disepelekan."

80. "Orang yang paling mencintai kami di antara kalian sebelum kami mengatakannya adalah yang lebih memilih untuk diam. Apabila dia berbicara, kata-katanya masuk akal. Dan kalau kami mengujinya, maka dia akan berbuat lebih baik."

81. "Saya akan mengadukan orang jujur yang lemah dan orang kuat yang berkhianat hanya kepada Allah."

82. "Orang yang lebih berakal akan lebih mudah dimaafkan orang lain."

83. "Kuasailah nafsu syahwat! Sebab jika lepas, maka ia akan lari kepada kejahatan. Sungguh yang hak itu berat dan pahit. Sedangkan kebathilan dan kejahatan itu ringan dan mencemarkan. Ingatlah, bahwa meninggalkan kesalahan lebih baik daripada melakukan taubat. Ketahulah! Melihat yang tidak baik walau sedetik akan menimbulkan syahwat dan tertanam dalam benak. Jika sampai satu jam, hasrat syahwat itu pasti menyebabkan kesedihan yang berkepanjangan."

84. "Bekerja itu mulia dan terpuji. Sedangkan waktu kosong dan menganggur itu merusak."

85. "Jika saya mendapatkan laporan dan berita, bahwa pegawai, pekerja bawahanku berbuat zhalim kepada orang lain dan saya sendiri acuh tak acuh, tidak peduli atau menyelesaikannya, berarti saya sudah berbuat zhalim"

86. "Tuntutlah ilmu, dan belajarlah darinya tentang ketentraman dan lemah lembut! Bersikap rendah hatilah (Tawadhu) kepada guru-gurumu! Supaya murid-muridmu juga berbuat demikian terhadapmu. Jangan pernah menjadi ulama yang merasa hebat, kuat, dan paling benar! Karena ilmu tidak akan pernah pada kebodohan kalian."

87. "Cari dan pelajarilah keterampilan dan bakat. Karena pada suatu saat, ia akan dibutuhkan."

88. Ada beberapa kriteria orang yang tidak baik:
Pertama, tetangga yang jika mendapati kebaikan disembunyikan. Tetapi, jika mendapati keburukan disebarluaskan.
Kedua, istri jika engkau bersamanya, dia mengaturmu. Apabila engkau sedang tidak di rumah, dia tidak membuatmu tenang dan tidak menghiraukannya.
Ketiga, pejabat yang tidak pernah memuji rakyat. Jika ada yang berbuat kasar kepadanya, dia langsung membunuh.

89. Ada tiga perkara yang merusak:
Pertama, bakhil atau kikir.
Kedua, mengikuti hawa nafsu.
Ketiga, berbangga dengan dirinya sendiri (ujub)

90. "Bergaullah dengan bermodalkan akhlak dan dekatilah mereka dengan amal ibadah."

91. "Dekat dengan orang kaya adalah fitnah bagi fakir miskin."

92. "Orang yang paling saya cintai adalah yang menyampaikan aib dan kekurangan saya langsung kepada saya."

93. "Orang yang baik harus menjadi pemimpin bagi orang yang jahat."

94. "Jangan jadikan cintamu beban hidup dan bencimu perusak diri."

95. "Menemui saudara-saudara dapat menghilangkan sedih dan duka."

96. "Seandainya rasa syukur dan sabar itu adalah dua kendaraan, maka yang mana saja di antara keduanya yang saya kendarai."

97. "Sungguh, khamer itu minuman paling ampuh untuk merusak akal dan berbuat tamak."

98. "Orang-orang yang bertawakal adalah orang yang selalu menebar cintanya di bumi dan berserah diri kepada Allah."

99. Ketahuilah, mereka yang mengandalkan logika, berbicara dengan pendapatnya adalah musuh-musuh sunnah. Perhatian mereka besar kepada hadits-hadits dan dihafal. Tetapi, setelah itu mereka mengeluarkan fatwa sesuka hati sesuai dengan pendapat mereka. Mereka sesat dan menyesatkan. Ketahuilah, kita ini meniru, bukan memulai sesuatu, kita mengikuti jejak dan bukan membuat yang baru (bid'ah). Keteguhan kita terhadap apa yang kita lakukan tidak akan menyesatkan."

100. "Ketahuilah! Setiap orang yang diberi amanah mengurus kaum muslimin harus berlaku seperti seorang budak kepada tuannya, memberi nasihat, dan menjalankan amanah." [yy/republika]